dulu sekolah, kini E-Learning

11 Jul, 2008

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar wikipedia, ID

seperti kutipan wikipedia diata, yaitu pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik. ada 3 kata yang ingin saya bahas lebih lanjut disini, interaksi, peserta didik, dan pendidik.

apabila kita kembali ke beberapa dekade kebelakang, 3 kata yang sebelumnya saya jelaskan adalah sangat sempit! sangat spesifik.. Interaksi dalam artian sempit ini adalah bertatap muka secara langsung, tidak hanya bertatap muka begitu saja namun juga ada sebuah sarana dari proses tatap muka tersebut, bisa kita katakan itu Sekolah, Universitas, Madrasah dan lainnya. kata Peserta didik dalam artian sempit ini adalah seseorang yang secara resmi ingin ikut dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pelajaran, titel dari orang ini bisa kita sebut pelajar, mahasiswa, peserta, santri dan lainnya. terakhir, kata Pendidik dalam arti sempit ini adalah seseorang yang secara resmi menjadi petugas dan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mendidik, menjalankan proses belajar dan juga dalam keadaan resmi atau formal, seseorang inilah yang biasa kita sebut sebagai Guru, Dosen, Pembicara, Mentor.

Secara umum semua proses pembelajaran dalam definisi sempit ini pengakuan-nya sangat sensitif terhadap jabatan, status, jarak & tempat. dalam arti proses pembelajaran akan dianggap apabila ada jabatan yang sesuai dan diakui secara resmi seperti Guru atau Dosen, status juga cukup mempengaruhi pandangan terhadap proses pembelajaran, contoh sederhana, orang akan melihat anak yang memiliki status Mahasiswa lebih pintar dibanding anak dengan status pelajar SD. dan terakhir, Jarak & tempat juga sangat sensitif terhadap pengakuan proses pembelajaran, orang akan mengakui sebuah pembelajaran apabila proses itu berada di tempat yang diakui sebagai tempat belajar, seperti Sekolah, Universitas, Akademi, Madrasah, dan Jarak? tentu saja pembelajaran yang diakui dalam definisi sempit itu juga menghendaki jarak yang sempit, yang memungkinkan terjadinya tatap muka secara langsung, sebut saja itu kelas, laboraturium dan lainnya

Namun Semua ini telah didobrak dengan informasi yang perkembangannya sangat revolusioner seperti yang pernah ditulis Peter F. Drucker dalam tulisan singkatnya yang berjudul “Beyond the Information Revolution” yang kutipannya adalah “Almost everybody is sure …that it is proceeding with unprecedented speed; and …that its effects will be more radical than anything that has gone before” dan ini memang yang terjadi sekarang ini. perkembangan informasi ini sangat didukung oleh perkembangan alat komunikasi yang luar biasa hanya dalam rentang waktu 1 dekade kebelakang. dari perkembangan tersebut  kita bisa membagi lagi dalam 2 bagian, yaitu jaringan komunikasi seperti akses internet, jaringan GSM & CDMA dan Sarana Komunikasi seperti telepon genggam, Laptop, PDA. 2 hal ini sangat membunuh jarak dan tempat dan merubah cara berinteraksi. mengapa? karena dengan jaringan komunikasi yang ada sekarang sangat global dan jangkauannya sangat luas dan selama orang berada dalam jaringan tersebut, dalam hitungan detik mereka bisa terhubung tanpa harus hadir disana dan berinteraksi secara langsung. sekali lagi karena orang bisa terhubung dimana saja dan kapan saja, maka ini juga bisa merubah cara kita berinteraksi, dari semula  kita harus bertatap langsung di suatu tempat kini bisa dimana saja. kemudian, jaringan komunikasi sekarang sudah sangat masal, sehingga hampir semua orang bisa memanfaatkan kelebihan yang luar biasa dari  jaringan ini, dan tidak diperlukan status dan jabatan tertentu untuk masuk kedalam jaringan komunikasi ini.

Apa jadinya jika keunggulan jaringan komunikasi ini diterapkan kedalam proses pembelajaran? hasilnya adalah E-Learning atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik dalam jabarannya pada Wikipedia adalah:  “adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Pembelajaran Elektronik ini memaksa pembentukan definisi yang jauh lebih luas dari 3 kita yang sebelumnya  saya jabarkan, yaitu interaksi, peserta didik, dan pendidik. dengan Pembelajaran Elektronik. Interaksi menjadi tidak harus bertatap  muka di tempat yang sama, Peserta didik bisa menjadi siapa saja dan tidak harus pelajar, dan pendidik bisa siapa saja, tidak  perlu  memiliki titel dosen atau guru. misalnya didalam aktifitas Blog, bisa kita jelaskan interaksi & tempatnya adalah wordpress.com, peserta didiknya  adalah komentator 😀 dan pendidiknya  adalah blogger (poster) itu sendiri. atau jika kita ingin mempelajari mengenai sesuatu, kita bisa peserta didik dengan dalam kampus wikipedia. mungkin juga kita ingin kuiah mengenai Teori Relativitas di YouTube seperi ini:

kuliah gratis di YouTube

Pembelajaran Elektronik ini sangat efisien. bagaimana tidak? Pembelajaran Elektronik ini sudah tentu tidak memerlukan biaya tempat, tidak memerlukan biaya transportasi untuk mencapai tempat fisik untuk proses pembelajaran, tidak memerlukan sumber fisik seperti buku, LKS yang berbiaya tinggi. kita bisa melakukannya dimana saja, kapan saja…

Negara Indonesia saya rasa mampu dan harus menerapkan pembelajaran elektronik ini apabila berniat mensejajarkan dirinya dengan Negara-Negara maju lainnya, kembali lagi saya tegaskan INDONESIA MAMPU dalam menjalankan proses E-Learning ini, sebagai contoh, fakta bahwa user Friendster Indonesia adalah teraktif ke-3 di Dunia dan orang Inonesia adalah urutan ke 2 dalam penggunaan Browser Opera, Hacker & Carder kita menjadi buronan, orang Indonesia juga menjadi 10 besar pengakses situs porno teraktif, hal ini menunjukan aktifitas dunia Internet yang luar biasa. perkembangan Informasi dan Komunikasi sudah pesat di Indonesua hanya kembali lagi ke pengguna itu  sendiri, karena Informasi komunikasi ini seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk hal buruk dan hal baik.

Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak?

Iklan