Learning By Blogging

13 Jul, 2008

jika kemarin, saya membahas dengan dasar id.wikipedia.org, sekarang saya mencoba ke en.wikipedia.org dan mengetik “learning” sebagai kata kunci, dan ternyata hasilnya sedikit berbeda (meski maksud utamanya tetap sama), penjelasan en.wikipedia lebih luas dan spesifik.


Learning is one of the most important mental function of humans, animals and artificial cognitive systems. It relies on the acquisition of different types of knowledge supported by perceived information. It leads to the development of new capacities, skills, values, understanding, and preferences. Its goal is the increasing of individual and group experience, -wikipedia,en-

menjelaskan bahwa pembelajaran adalah sebuah penerimaan dari beberapa wawasan ilmu pengetahuan yang didukung oleh informasi yang telah diakui. Pembelajaran mengarah kepada pengembangan kapasitas, keahlian, nilai, pemahaman dan preferensi. Tujuan Pembelajaran adalah peningkatan pengalaman. baik secara individual maupun sosial”. lalu bagaimana dengan Blogging? meskipun pada awalnya Blog, atau weblog diciptakan sebagai diary. dimana penulisnya bisa mengekspresikan dirinya pada sebuah log di Internet. namun kini fungsi blog telah jauh lebih luas dari sebelumnya. fungsi blog telah menjadi sarana bertukar pikiran. paling tidak blog di indonesia bisa menjadi penyelamat indeks baca yang amat parah di Indonesia. FYI: indeks baca kita adalah 0,009. atau 9 buku perseribu orang per tahun. (saya masih belum bisa memverifikasi informasi itu, sementara info itu baru saya dapat di milist dan blog ini). jadi jika orang Indonesia malas membaca buku, paling tidak membaca blog.

Ada banyak macam dan jenis blog, mulai blog yang bersifat pribadi, blog yang bersifat promosi, blog yang bersifat hiburan, blog juga bisa bermuatan politik, ada pula Blog yang bersifat artikel yang bisa memberi wawasan, seperti blog mas yang kumisan ini, atau ini, juga ini. kalau blog saya sendiri adalah perpaduan antara blog pribadi dan blog artikel. selanjutnya saya akan membahas lebih spesifik mengenai blog artikel, blog artikel ini bersifat memberi informasi, wawasan, teori, dan pencerahan (insight). disinilah Blog itu bisa memberikan sebuah ilmu yang kemudian  bisa menjadi sebuah pembelajaran yang mengarah ke pengembangan pemahaman dan preferensi, jika kita pahami lebih dalam lagi dan lebih jauh dari itu, kita praktekkan, maka bisa melangkah ke pengembangan kapasitas dan keahlian.

kemudian ada yang namanya Piramida pembelajaran, seperti dibawah ini:

piramida peembelajaran

Dalam dunia Blogging, kita mentransferkan pikiran kita kedalam sebuah tulisan digital yang dimasukan kedalam log web, dan dinamakan dengan istilah post, dalam postingan itu si penulis blog bisa memasukan ide-ide pikiran dia, atau memberikan informasi, promosi, atau hanya sekedar sharing dan berbagi kepada pembaca blog tersebut, karena kemajuan dunia Blog, Sekarang penulis sudah bisa memasukan gambar, musik, dan video ke dalam postingan kita. darisini kemudian postingan penulis dibaca oleh pelanggan blog tersebut, fasilitas pemberi komentar lengkap dengan pengumpan RSSnya pun sekarang tersedia. kemudian beberapa pembaca mungkin merespon dari tulisan si penulis blog, lebih jauh lagi, si pembaca bisa membuat postingan yang menjadi tanggapan dari blog yang dibacanya dilengkapi dengan fasilitas trackback.

darisini kita bisa lihat banyak aktifitas yang bisa saya anggap sebagai bagian dari pembelajaran blog. pertama, penulis memberikan ide yang dituangkan sebagai tulisan dalam sebuah posting blog, kedua memberikan referensi, presentasi berupa video, gambar, hingga musik. ketiga, Penulis bisa memberikan komentar balik / tanggapan terhadap postingan yang dia baca, ini bisa saya anggap sebagai diskusi, kemudian si pembaca bisa terinspirasi dari postingan yang telah dia baca dan kemudian membuat postingan yang tujuannya membagikan (sharing) insight kedalam blog dia yang kemudian bisa menginspirasi blog si pembaca. disini saya bisa sebutkan 4 dari metode diagram piramida pembelajaran diatas, mengenai daya serap ilmu dari metode ini, saya masih belum berani berbicara, karena saya malas belum jadi profesor, dan saya tidak bisa memberikan bukti secara empiris :p jadi sementara saya  hanya berpendapat saja.

dari penjelasan saya diatas, sebenarnya kegiatan blog ini bisa menjadikan pembelajaran tersendiri, yang terbalut kedalam E-Learning, dan kegiatan Blog ini akan menjadi cara belajar yang mudah, karena menyenangkan, interaktif, saya bisa tau hal-hal yang baru tiap harinnya. jika Plato pernah bilang, bacalah paling tidak 1 lembar buku tiap hari, saya juga ingin bilang, blogwalkinglah anda paling tidak 1 blog sehari, hehehehe… silahkan menanggapi tulisan saya dibawah 🙂

nb:

gambar saya ambil darisini http://siteresources.worldbank.org

insight mengenai Pyramid of learning saya baca2 dari sini: http://www.learningandteaching.info

lainnya saya nyontek dari wikipedia

Iklan

dulu sekolah, kini E-Learning

11 Jul, 2008

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar wikipedia, ID

seperti kutipan wikipedia diata, yaitu pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik. ada 3 kata yang ingin saya bahas lebih lanjut disini, interaksi, peserta didik, dan pendidik.

apabila kita kembali ke beberapa dekade kebelakang, 3 kata yang sebelumnya saya jelaskan adalah sangat sempit! sangat spesifik.. Interaksi dalam artian sempit ini adalah bertatap muka secara langsung, tidak hanya bertatap muka begitu saja namun juga ada sebuah sarana dari proses tatap muka tersebut, bisa kita katakan itu Sekolah, Universitas, Madrasah dan lainnya. kata Peserta didik dalam artian sempit ini adalah seseorang yang secara resmi ingin ikut dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pelajaran, titel dari orang ini bisa kita sebut pelajar, mahasiswa, peserta, santri dan lainnya. terakhir, kata Pendidik dalam arti sempit ini adalah seseorang yang secara resmi menjadi petugas dan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mendidik, menjalankan proses belajar dan juga dalam keadaan resmi atau formal, seseorang inilah yang biasa kita sebut sebagai Guru, Dosen, Pembicara, Mentor.

Secara umum semua proses pembelajaran dalam definisi sempit ini pengakuan-nya sangat sensitif terhadap jabatan, status, jarak & tempat. dalam arti proses pembelajaran akan dianggap apabila ada jabatan yang sesuai dan diakui secara resmi seperti Guru atau Dosen, status juga cukup mempengaruhi pandangan terhadap proses pembelajaran, contoh sederhana, orang akan melihat anak yang memiliki status Mahasiswa lebih pintar dibanding anak dengan status pelajar SD. dan terakhir, Jarak & tempat juga sangat sensitif terhadap pengakuan proses pembelajaran, orang akan mengakui sebuah pembelajaran apabila proses itu berada di tempat yang diakui sebagai tempat belajar, seperti Sekolah, Universitas, Akademi, Madrasah, dan Jarak? tentu saja pembelajaran yang diakui dalam definisi sempit itu juga menghendaki jarak yang sempit, yang memungkinkan terjadinya tatap muka secara langsung, sebut saja itu kelas, laboraturium dan lainnya

Namun Semua ini telah didobrak dengan informasi yang perkembangannya sangat revolusioner seperti yang pernah ditulis Peter F. Drucker dalam tulisan singkatnya yang berjudul “Beyond the Information Revolution” yang kutipannya adalah “Almost everybody is sure …that it is proceeding with unprecedented speed; and …that its effects will be more radical than anything that has gone before” dan ini memang yang terjadi sekarang ini. perkembangan informasi ini sangat didukung oleh perkembangan alat komunikasi yang luar biasa hanya dalam rentang waktu 1 dekade kebelakang. dari perkembangan tersebut  kita bisa membagi lagi dalam 2 bagian, yaitu jaringan komunikasi seperti akses internet, jaringan GSM & CDMA dan Sarana Komunikasi seperti telepon genggam, Laptop, PDA. 2 hal ini sangat membunuh jarak dan tempat dan merubah cara berinteraksi. mengapa? karena dengan jaringan komunikasi yang ada sekarang sangat global dan jangkauannya sangat luas dan selama orang berada dalam jaringan tersebut, dalam hitungan detik mereka bisa terhubung tanpa harus hadir disana dan berinteraksi secara langsung. sekali lagi karena orang bisa terhubung dimana saja dan kapan saja, maka ini juga bisa merubah cara kita berinteraksi, dari semula  kita harus bertatap langsung di suatu tempat kini bisa dimana saja. kemudian, jaringan komunikasi sekarang sudah sangat masal, sehingga hampir semua orang bisa memanfaatkan kelebihan yang luar biasa dari  jaringan ini, dan tidak diperlukan status dan jabatan tertentu untuk masuk kedalam jaringan komunikasi ini.

Apa jadinya jika keunggulan jaringan komunikasi ini diterapkan kedalam proses pembelajaran? hasilnya adalah E-Learning atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik dalam jabarannya pada Wikipedia adalah:  “adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Pembelajaran Elektronik ini memaksa pembentukan definisi yang jauh lebih luas dari 3 kita yang sebelumnya  saya jabarkan, yaitu interaksi, peserta didik, dan pendidik. dengan Pembelajaran Elektronik. Interaksi menjadi tidak harus bertatap  muka di tempat yang sama, Peserta didik bisa menjadi siapa saja dan tidak harus pelajar, dan pendidik bisa siapa saja, tidak  perlu  memiliki titel dosen atau guru. misalnya didalam aktifitas Blog, bisa kita jelaskan interaksi & tempatnya adalah wordpress.com, peserta didiknya  adalah komentator 😀 dan pendidiknya  adalah blogger (poster) itu sendiri. atau jika kita ingin mempelajari mengenai sesuatu, kita bisa peserta didik dengan dalam kampus wikipedia. mungkin juga kita ingin kuiah mengenai Teori Relativitas di YouTube seperi ini:

kuliah gratis di YouTube

Pembelajaran Elektronik ini sangat efisien. bagaimana tidak? Pembelajaran Elektronik ini sudah tentu tidak memerlukan biaya tempat, tidak memerlukan biaya transportasi untuk mencapai tempat fisik untuk proses pembelajaran, tidak memerlukan sumber fisik seperti buku, LKS yang berbiaya tinggi. kita bisa melakukannya dimana saja, kapan saja…

Negara Indonesia saya rasa mampu dan harus menerapkan pembelajaran elektronik ini apabila berniat mensejajarkan dirinya dengan Negara-Negara maju lainnya, kembali lagi saya tegaskan INDONESIA MAMPU dalam menjalankan proses E-Learning ini, sebagai contoh, fakta bahwa user Friendster Indonesia adalah teraktif ke-3 di Dunia dan orang Inonesia adalah urutan ke 2 dalam penggunaan Browser Opera, Hacker & Carder kita menjadi buronan, orang Indonesia juga menjadi 10 besar pengakses situs porno teraktif, hal ini menunjukan aktifitas dunia Internet yang luar biasa. perkembangan Informasi dan Komunikasi sudah pesat di Indonesua hanya kembali lagi ke pengguna itu  sendiri, karena Informasi komunikasi ini seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk hal buruk dan hal baik.

Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak?