The Batak

09 Okt, 2009

Pre-post

Ide untuk membuat tulisan-tulisan scrap di laptop dan PDA-ku ternyata merupakan ide brillian yang bsia mengalihkan pikiran-pikiran negatifku, sekarang aku punya kegiatan baru, ketika rasa jengah, rasa suntuk, rasa kecewa datang ke aku, sebelumnya yang kulakukan adalah menyalakan Ipod dan mendengarkan lagu Jazzm sekarang kegiatan itu ditambah dengan aku menulis jurnal pribadi, sangat personal, seperti menulis diary, namun kali ini agak berbeda, laptop aku buka, aplikasi word bajakan aku nyalakan, dan aku mulai menulis ocehan-ocehan dikepalaku apapun itu, seliar dan sebinal apapun itu, tidak tersusun, tidak ter gramatisasi, tidak terstruktur, dan persetan dengan Ejaan Yang Disempurnakan… yang kulakukan adalah menulis apa yang ada dikepala, tanpa dicerna, dadakan saja. Dan baru sehari ternyata aku sudah membuat 4 entry jurnal, total sekitar 15 halaman normal di file .doc A4 dengan font standart. Dan hal ini ternyata bisa memberi stimulasi rangsangan untuk menulis, hasilnya postingan ini. Alhamdulillah aku memilki PDA, jadi tanpa laptop aku bisa menuslis scrap journalku dimana saja,,, Aku sekarang mulai senang menulis lagi… here I come!

The Batakers…

Saya tinggal di Semarang ini adalah karena kebaikan dari teman-teman komunikasi undip yang membiarkan saya ikut bersemayam di sebuak kontrakan di daerah Kertanegara. Dan ditempat saya tinggal, tepat didepan Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestant) alhasil, kegiatan mereka bisa saya pantau tanpa halangan ketika saya nangkring di balkon kontrakan oreny itu, misaa pagi, misa malam, pernikahan, kegiatan keagamaan lainnya.

Saya tidak mau menulis banyak soal Batak dan budayanya, karena memang saya tidak tau dan tidak mau disebut sok tau, saya punya banyak teman batak, dari batak yang keras sesuai imej standart orang lain terhadap batak yang punya pribadi yang keras-keras, sampe batak yang lembut, malah kata orang-orang lebay, ahahaha. Namun satu hal yang saya perhatikan disini adalah. Betapa orang batak itu sangat cinta sama tanah mereka, mungkin mereka adalah orang-orang perantauan, dan sepengetahuan saya (CMIIM) orang batak, padang, medan, itu adalah suku-suku yang memang hobi merantau, dan vice versa, orang jawa pun kadang ada yang senang merantau ke tanah sumatera dan Kalimantan. Namun secara umum mereka yang saya sebut diatas (batak, padang, medan, cina) itu terkenal dengan perantaun mereka.

Sebelumnya, postingan ini no flaming yah, no sara, hanya mencoba mengangkat sisi terang dari salah satu suku dari keragaman negaran ini, I’m no batak anyway 😀

Oke, balik lagi, kegiatan di gereja depan kontrakan oreny ini sering banget anak muda genjreng-genjreng gitaran di pelataran gereja, dan mereka bernyanyi dengan lagu-lagu yang aku tidak mengerti artinya, cuman bisa saya tarik garis merahnya, seperti lagu-lagu yang membanggakan tanah batak, menceritakan tentang tanah batak, mungkin kalo mereka nyanyi make bahasa keren bisa gini kali yah “ALL HAIL BATAK” hehehe… satu hal yang aku perhatikan, mereka anak-anak muda, yang mungkin bisa memilih untuk bergaul di club atau di tempat nongkrong asik lainnya mungkin. Tapi mereka memilih bernyanyi dengan lagu tanah mereka, disini aku melihat ada pemelihataan budaya yang baik sekali, yang jarang aku lihat di suku-suku lainnya, ini yang kita kurang terapkan di budaya-budaya lainnya, saya tidak berusaha mempersaingkan antara satu dan lainnya. We are one!

Orang batak ini menjaga budaya-budaya tanah mereka, paling tidak, at least, dengan tidak malu mendendangkan lagu daerah mereka, tidak malu… kebanggan hal dan kegiatan yang kurang saya lihat di suku dan budaya lainnya, sekali lagi, no flaming, tidak bermaksud menunjukan siapa yang lebih baik dari siapa. Namun untuk mem-panuti sesuatu harus dengan sesuatu yang baik bukan? Bukan berarti lebih baik dari, namun hal baik ini sebaiknya ditiru… most of our people are not proud YET to speak ourself, termasuk saya mungkin dengan menggunakan bahasa inggris barusan :-p

kalau begini terang aja budaya kita banyak dicuri, mungkin kita ga akan sebangga ini menggunakan batik setelah batik ramai di klaim Negara tetangga dan terakhir2 ini ada hari batik nasional dan menjadi hari batik sedunia, semuanya jadi pada bangga. Yeah, kita semua kadang baru merasa memiliki setelah mulai merasa kehilangan, like I did with she L… but hell with that! Back to the topic. Langkah pertama untuk bangga adalah rasa memiliki, dan tidak hanya merasa, tapi aplikasinya juga, saya bicara soal idealism, jadinya saya sendiri juga belum sebegitunya. Masih di bab niat :-p

Orang-orang batak ini juga memiliki persaudaraan yang cukup kental, terlihat dari komunitas mereka dan kegiatan komunitas mereka di pelataran gereja yang sedang gue perhatikan sekarang. Meski tidak semua seperti itu, teman2 saya dikampus juga banyak yang batak dan banyak juga yang individualis, mungkin karena sudah bergaul di ibu kota? Atau sudah bercampur dengan budaya lainnya, bersama keragaman budaya Negara ini.

To the conclusion ada satu sisi terang yang harus kita pelajari dari orang-orang batak ini, yaitu rasa memiliki, aplikasi dari rasa memiliki itu sendiri, dan akhirnya kebanggaan atas budaya itu, dan otomatis kalau sudah seperti itu, rasa menjaga budaya itu sudah pasti terjadi, dan pencurian budaya mungkin tidak se-santer ini… mari memulai!


Indonesia di aku

13 Agu, 2009

Indonesia…

Kadang aku tidak habis pikir mengapa aku ada disini, di negara ini,,, bisa merasa sial, mengapa tidak aku lahir di Amerika saja, atau Negara kaya lainnya, dimana aku bisa merasakan glamor dan megahnya gemerlap lampu dimalam hari, merasakan sorotan dunia, mengekspos luas negeriku, setiap orang menggunakan bahasa negaraku, termasuk mendapatkan hasil yang banyak di google ketika mengetikan nama negaraku di mesin pencari itu.

Atau mengapa tidak saja aku lahir di Negara miskin semacam Zimbabwe, atau merasakan kerasnya Negara semacam irak, mungkin aku bisa menjadi pejuang disana, mungkin juga aku bisa tertindas tergilas terlibas oleh Negara macam Amerika, lalu membencinya dan mengebomnya, merasakan bagaimana negaraku diceriterakan oleh media sana, kali ini tentang naasnya.

Mungkin terlalu bodoh mempertanyakannya, di Indonesia ya di Indonesia saja, tak usah mikir keliling dunia, aku sedang tidak mau main monopoli, hanya ingin sedikit ber-kontemplasi. Lalu tiba-tiba aku menjadi dua, ada aku dan ada aku Lalu jika kutanya padaku,

bangga lu jadi warga di negeri Indonesiamu?

Aku menjawab bangga!

Naif! Takdir saja bisa kamu berkata,

Aku menjawab tidak!

Apa mau kau bangga? Gegana yang bekerja mencoba berkata bom dimana-mana?

Memang mungkin bom dimana-mana karena mereka tau ini surga dunia, mereka iri dan ingin mengebiri

Ah, naif! Bisa kau bangga sama orangnya yang di kursi sana yang tertawa gembira diatas luka mengaga negerinya?

Heh! Kata siapa mereka wakilku? Aku tak merasa, mereka yang hanya berbicara untuk perutnya, tak ada hubungannya dengan saya, pernah kau mendengar sejarah Indonesia terjajah? Sekarang mereka kembali, hanya mereka menjajah tidak dengan bendera 3 warna itu, tidak lagi bendera matahari, kali ini seperti kuda Trojan, kali ini kudanya mengunggang orang, sialnya mereka menggunakan bendera merah putih, jadi kita buta siapa mereka, benderanya saja sama. Sepertinya mereka juga menunggangi bendera-bendera lain yang ikut mengeruk kerut wajah kriput Negara ini dan membuatnya carut marut, bisa-bisanya emas dijual seharga kapas di barat sana dan dikuras habis. Atau bakul yang dijual ke negara lain lalu mereka membual merasa unggul, padahal mereka terpukul, memukul bakul sendiri.

Hahahaha, buka mata nyalakan kotak berkaca berantena, kamu bisa mengaca mereka, mereka yang berkata “aku saja membawa Indonesia!”, mereka berebut menuntut kursi urut satu, sambil menyikut, lalu dimana banggamu?

Ahahaha, kamu tertawa aku tertawa, jadi mereka berparodi, tidak kah kamu sadar, mereka kabaret, kaya burung perkutut ribut, padahal tidak bisa mengatasi perut! ya, mungkin tertawa bisa membuat sengsara menjadi bahagia, jadi tertawa saja…. Ahahahahaha….

Hanya pandainya anda bicara, apalagi mau kau bela? Extrimisnya? Frontalisnya?

Kau pendainya mencari perkara. Orang – orang tidak sabaran itu ingin menyelesaikan dengan caranya sendiri, aku tidak tau, niat mereka, tapi cara mereka salah, sok gagah padahal mereka gundah. Seharusnya energi mereka di lipat ganda dan berbalik marka kearah mereka teroris yang lebih sadis lebih bengis dengan dalih kapitalis, tidak dengan cara sadis, tapi lebih logis realistis jenius dan manis

Ah, aneh kau, seaneh Negara nyeleneh ini

Kau bilang aneh aku bilang unik, mana yang lebih unik dari suku beribu di pangku satu ibu? Atau Negara yang mampu tetap bertumpu di hampas krisis sadis yang katanya krisis ekonomi, kamu liat di Negara sana, mereka terlunta kita biasa. Suatu ketika om berceritera, Negara ini selayak truk, besar berjalan pelan tapi langkahnya tidak terhenti sekalipun pohon mati menghalangi, tidak seperti sedan sok beken berjalan kencang tertabrak terbang kena pembatas jalan.

Sok baik kau! Apa kau tidak tau lagi apa itu buruk? Buta kau?

Kau timpalkan sejuta bualan buruk, aku balas dengan semilyar kabar baik, Indonesia ini baik,

Banggamu wagu? Apa itu? Apanya malumu?

Banggaku karena aku, aku untuk indonesiaku, Malu-ku karena aku tau, karena aku tau maka aku malu, bukannya tidak punya malu, tapi malu aku karena aku tau dan malu aku buat aku maju, maju biar tidak malu

dan asal kamu tau, mengapa aku, kamu aku disini, karena kamu tau Indonesia ini lagi malu, kalau kamu malu, kembalikan Indonesia satu, yang tau yang bersatu. Simpan pikiran negatifmu ini jadi ilmu dan buat jadi positifmu, simpan energi dan taji mu untuk Indonesia nomer siji, kamu ada disini untuk membuat Indonesiamu indonesiaku jadi nomer satu

Diam kau, beliau umurnya tambah satu, simpan malumu, iya aku tau kamu malu karena tau, tapi aku tau kamu bangganya nomer satu. Untukku, ada satu yakin aku, ada satu adegan dalam hidupku seperti begini:

Kek, kek, Tanyanya kepadaku, coba kakek cerita dong, memang Indonesia pernah tidak nomer satu? kok bisa sih Indonesia pernah terpuruk, cerita dong kek,

Lalu aku menjawab: iya cucuku, Indonesia PERNAH (eng: was) miskin terpuruk, ketika itu………………………. (dan cerita berlanjut di cucu lucuku yang menikmati indonesiaku yang nomer satu)


Free-Man Entrepreneurship

28 Nov, 2008

Kalau Menurut saya, Entrepreneurship itu adalah seni, ada  yang bilang seni mengelola uang agar uang bisa mencari temannya, didalamnya juga ada seni mengelola manusia agar bisa melipatgandakan uang yang kita tanamkan. ada juga yang bilang Entrepreneurship itu adalah seni merampok uang orang dengan sukarela mereka….

 

jadi aku lebih setuju menyebut Entrepreneur itu sebagai seniman, Seniman yang baik bekerja berdasarkan intuisi mereka, dia tidak tergantung, independen, dan menolak ketergantungan, menolak kemapanan. dia bekerja berdasarkan karya mereka secara riil, dan bayaran dari apresiasi hasil karya mereka, bukan upah, bukan pula gaji. Seniman itu menolak berada di SafeZone terlalu lama, karena itu akan menghambat kreatifitas mereka, maka, mereka cenderung membuat terobosan, meski pasar belum tentu menerimananya, kata mereka bodo amat, yang penting saya berkarya…

 

Menarik yah? kalo seniman itu orang bebas, bisakah kita mengartikan mereka free-man?  freeman itu kata dasar dan kata mula dari Preman, nah, ada cara unik dalam ber free-man entrepreneurship ini, baik buruk silahkan anda yang menghakimi…

di Surabaya, ada Preman yang memiliki lahan banyak, saking banyaknnya pendapatan dia udah ga bisa lagi dipandang sebelah  mata:

http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=5373

cara dia ber-entrepreneurship adalah dengan pengaruh, dan dengan kepercayaan, dan leadership tentunya, hanya pake plus-plus, plus otot, plus golok dan plus dekeng atau beking. cara menginvestasikan pada setiap lahan usaha mereka adalah dengan cara perebutan kekuasaan, dengan perang dulu pasti, dan kalau menang, lahan investpun didapat, setelah memiliki lahan investasi, penghasilanpun bisa dikumpulkan, dengan gertakan tentunya… untuk beberapa free-man ambisi menguasai lahan lain sudah pasti ada, expansi usahapun bisa mereka lakukan, bukan diversifikasi, bukan extensifikasi, bukan pula inovasi,  tapi dengan agresi, kalau sudah begini, modal darah hingga nyawapun bisa dipertaruhkan.

 

menarik kuadrat bukan? kira-kira bisa disamakan gak antara konventional entrepreneurship dengan freeman entrepreneurship? sama-sama keluar dari comfort Zone, (especially freeman), diperlukan managemenship dan leadership (terutama lagi freeman, pengaruhnya harus tinggi), sama-sama berusaha ber-ekspansi untuk menambah income mereka, yang satu make inovasi dan yang satu make agresi….

 

mau pilih yang mana?


promosi negeri orang

02 Agu, 2008

saya bukan orang yang hobi ke mall, juga bukan orang yang belanja di Mall kecuali CareFour buat kulakan bahan2 DeZone..

cuman kemarin saya nyari game UNO, katanya di Lavender JavaMall ada yang jua, ya udah saya kesana, mampir juga ke Hypermart sekalian buat liat2 harga membandingkan dengan harga di Carefour, ternyata masih murah di carefour, hehehe…

keluar dari HyperMart, aku mau ke lantai atas ke toko aksesoris lavender, ditengah Hall JavaMall, tempat biasanya dijadikan display buat pameran mobil sampe komputer saya lihat ada stand besar bertuliskan diatasnya “Uniquely Singapore” mereka mempromosikan negara Singapore dan seperti apa standnya, disana mereka mendisplay maket kota singapore, mempamerkan daerah2 seperti orchard road dsb, mengiming-imingi pengunjung dengan kehingar bingaran Negeri Singapore, yang meramaikan stand itu bisa ditebak, orang2 borjuis, necis, dompet mereka hanya bersisi beberapa lembar cash namun puluhan Credit Card terselip di dompet mereka, atau diselipkan ke dompet khusus. orang2 kecil yang lewat mungkin akan mengira “wah, produk apa ini, Hanphone baru merek Singapore, Travel Agent, atau apa ini?”

promosi negeri orang

promosi negeri orang

yang menjaga stand tersebut orang Lokal, mungkin EO yang dibayar untuk mempersiapkan dan mengatur acara dan stand ini, aku tidak akan menuduh mereka penghianat negara, dan aku tidak meragukan nasionalisme mereka, anak bangsa yang mempromosikan keindahan negeri tetangganya, tidak… itu mungkin hanya mekansime Ekonomi, dimana ada peluang berkerja pada Pihak Pemerintah negara lain untuk mempromosikan negaranya.. tidak munafik, kalau saya yang ditawari jadi EO untuk membuat Stand mempromosikan Negara lain mungkin saya berpikir 2 kali untuk tidak menerima tawaran itu, meski jiwa nasionalis saya tentu tidak semudah itu berkata “ya”..

bagaimanapun saya menilai pemerintah kita kecolongan dalam hal ini, saya tidak menyalahkkan pemerintah, tidak, mungkin itu hanya konsekuensi dari kita yang memilih orang2 yang tidak mencintai negara ini untuk mengatur negara ini, atau mungkin itu hanya apesnya kita, karena tidak ada pilihan yang lebih baik.. balik lagi, Pemerintah kecolongan.. punya potensi wisata yang bagus kok tidak di promosikan, punya Kota Lama, area konservasi tata kota kolonial kok tidak dikembangkan, punya Lawang Sewun peninggalan kolonial kok dijadikan tempat uji nyali, punya Zamrud kok tidak di gosok dan dipromosikan..

hanya orang bodoh yang berani melepaskan barang bagus yang didapatnya, meski itu merampok, itulah alasan Belanda mempertahankan Negara ini mati-matian melebihi tanah asalnya, itulah mengapa Belanda tidak melepaskan Negara ini selama 350 tahun, 350 tahun… tidak terbayangkan, ada generasi dimana dia lahir dalam keadaan terjajah dan mati juga dalam keadaan terjajah.. Negara lain menyadari Keindahan Negara ini, Negara lain menginginkan Negaranya berada di posisi ini, dengan kondisi geografis dan kekayaan alam seindah ini, namun rupanya kita belum cukup mengerti untuk menyadari keindahan negara kita sendiri, kita belum cukup menang untuk membiarkan rakyat kita menikmati keindahan alam negara lain dibanding meng-eksplorasi keindahan negeri sendiri, belum cukup cerdik untuk melihat ini sebagai peluang untuk menghasilkan devisa negara..

Pemerintah Singapore juga tidak salah mempromosikan Negaranya, bukankah itu wajar bangga terhadap negeri sendiri, saking bangganya hingga berkoar2 ke negeri lain untuk mengumbar keindahan negerinya, untuk mampir sejenak barang menghabiskan 5000-10000 Dollar di Negara mereka dan meningkatkan sektor pariwisata negaranya, wajar bukan? tapi mungkin kita masih belum cukup bangga untuk mengumbar keindahan negeri kita, untuk mengajak orang menghadiri negeri ini… atau mungkin kita masih malu mengajak orang mampir ke negeri ini? seperti saya yang malu untuk mengajak teman ke kostan saya karena berantakan tidak karuan?

ada yang mau mampir ke Singapore? coba  baca promosi ini, mungkin tertarik:

sipo

sipo

kalau mau temen2 di Semarang mungkin bisa mampir ke JavaMall untuk melihat stand mereka, tertarik, dan menghabiskan uang disana…

ah… tidak papa.. memberi rezeki ke negeri orang itu juga pahala kan? meski kita masih punya banyak hutang.. tapi ah,, tidak papa… kita kan negara dermawan yang terus menyumbangkan kekayaan kita ke negeri lain tanpa kadang tidak memperhatikan kondisi negara sendiri…


dulu sekolah, kini E-Learning

11 Jul, 2008

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar wikipedia, ID

seperti kutipan wikipedia diata, yaitu pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik. ada 3 kata yang ingin saya bahas lebih lanjut disini, interaksi, peserta didik, dan pendidik.

apabila kita kembali ke beberapa dekade kebelakang, 3 kata yang sebelumnya saya jelaskan adalah sangat sempit! sangat spesifik.. Interaksi dalam artian sempit ini adalah bertatap muka secara langsung, tidak hanya bertatap muka begitu saja namun juga ada sebuah sarana dari proses tatap muka tersebut, bisa kita katakan itu Sekolah, Universitas, Madrasah dan lainnya. kata Peserta didik dalam artian sempit ini adalah seseorang yang secara resmi ingin ikut dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pelajaran, titel dari orang ini bisa kita sebut pelajar, mahasiswa, peserta, santri dan lainnya. terakhir, kata Pendidik dalam arti sempit ini adalah seseorang yang secara resmi menjadi petugas dan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mendidik, menjalankan proses belajar dan juga dalam keadaan resmi atau formal, seseorang inilah yang biasa kita sebut sebagai Guru, Dosen, Pembicara, Mentor.

Secara umum semua proses pembelajaran dalam definisi sempit ini pengakuan-nya sangat sensitif terhadap jabatan, status, jarak & tempat. dalam arti proses pembelajaran akan dianggap apabila ada jabatan yang sesuai dan diakui secara resmi seperti Guru atau Dosen, status juga cukup mempengaruhi pandangan terhadap proses pembelajaran, contoh sederhana, orang akan melihat anak yang memiliki status Mahasiswa lebih pintar dibanding anak dengan status pelajar SD. dan terakhir, Jarak & tempat juga sangat sensitif terhadap pengakuan proses pembelajaran, orang akan mengakui sebuah pembelajaran apabila proses itu berada di tempat yang diakui sebagai tempat belajar, seperti Sekolah, Universitas, Akademi, Madrasah, dan Jarak? tentu saja pembelajaran yang diakui dalam definisi sempit itu juga menghendaki jarak yang sempit, yang memungkinkan terjadinya tatap muka secara langsung, sebut saja itu kelas, laboraturium dan lainnya

Namun Semua ini telah didobrak dengan informasi yang perkembangannya sangat revolusioner seperti yang pernah ditulis Peter F. Drucker dalam tulisan singkatnya yang berjudul “Beyond the Information Revolution” yang kutipannya adalah “Almost everybody is sure …that it is proceeding with unprecedented speed; and …that its effects will be more radical than anything that has gone before” dan ini memang yang terjadi sekarang ini. perkembangan informasi ini sangat didukung oleh perkembangan alat komunikasi yang luar biasa hanya dalam rentang waktu 1 dekade kebelakang. dari perkembangan tersebut  kita bisa membagi lagi dalam 2 bagian, yaitu jaringan komunikasi seperti akses internet, jaringan GSM & CDMA dan Sarana Komunikasi seperti telepon genggam, Laptop, PDA. 2 hal ini sangat membunuh jarak dan tempat dan merubah cara berinteraksi. mengapa? karena dengan jaringan komunikasi yang ada sekarang sangat global dan jangkauannya sangat luas dan selama orang berada dalam jaringan tersebut, dalam hitungan detik mereka bisa terhubung tanpa harus hadir disana dan berinteraksi secara langsung. sekali lagi karena orang bisa terhubung dimana saja dan kapan saja, maka ini juga bisa merubah cara kita berinteraksi, dari semula  kita harus bertatap langsung di suatu tempat kini bisa dimana saja. kemudian, jaringan komunikasi sekarang sudah sangat masal, sehingga hampir semua orang bisa memanfaatkan kelebihan yang luar biasa dari  jaringan ini, dan tidak diperlukan status dan jabatan tertentu untuk masuk kedalam jaringan komunikasi ini.

Apa jadinya jika keunggulan jaringan komunikasi ini diterapkan kedalam proses pembelajaran? hasilnya adalah E-Learning atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik dalam jabarannya pada Wikipedia adalah:  “adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Pembelajaran Elektronik ini memaksa pembentukan definisi yang jauh lebih luas dari 3 kita yang sebelumnya  saya jabarkan, yaitu interaksi, peserta didik, dan pendidik. dengan Pembelajaran Elektronik. Interaksi menjadi tidak harus bertatap  muka di tempat yang sama, Peserta didik bisa menjadi siapa saja dan tidak harus pelajar, dan pendidik bisa siapa saja, tidak  perlu  memiliki titel dosen atau guru. misalnya didalam aktifitas Blog, bisa kita jelaskan interaksi & tempatnya adalah wordpress.com, peserta didiknya  adalah komentator 😀 dan pendidiknya  adalah blogger (poster) itu sendiri. atau jika kita ingin mempelajari mengenai sesuatu, kita bisa peserta didik dengan dalam kampus wikipedia. mungkin juga kita ingin kuiah mengenai Teori Relativitas di YouTube seperi ini:

kuliah gratis di YouTube

Pembelajaran Elektronik ini sangat efisien. bagaimana tidak? Pembelajaran Elektronik ini sudah tentu tidak memerlukan biaya tempat, tidak memerlukan biaya transportasi untuk mencapai tempat fisik untuk proses pembelajaran, tidak memerlukan sumber fisik seperti buku, LKS yang berbiaya tinggi. kita bisa melakukannya dimana saja, kapan saja…

Negara Indonesia saya rasa mampu dan harus menerapkan pembelajaran elektronik ini apabila berniat mensejajarkan dirinya dengan Negara-Negara maju lainnya, kembali lagi saya tegaskan INDONESIA MAMPU dalam menjalankan proses E-Learning ini, sebagai contoh, fakta bahwa user Friendster Indonesia adalah teraktif ke-3 di Dunia dan orang Inonesia adalah urutan ke 2 dalam penggunaan Browser Opera, Hacker & Carder kita menjadi buronan, orang Indonesia juga menjadi 10 besar pengakses situs porno teraktif, hal ini menunjukan aktifitas dunia Internet yang luar biasa. perkembangan Informasi dan Komunikasi sudah pesat di Indonesua hanya kembali lagi ke pengguna itu  sendiri, karena Informasi komunikasi ini seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk hal buruk dan hal baik.

Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak?


Bertindak dulu, baru berpikir

09 Jun, 2008

*Postingan ini seharusnya dipost beberapa hari yang lalu,  karena ga ada internet aku tulis di word dan aku save, dan begonya aku lupa disave kemana, baru kemarin aku nemu di  flashdisk adikku, here it is:

p

pemerintah: BBM akan kita naikkan..!

Masyarakat: (panik) aaaaaah aaaah aaaah…

Mbok Yu dipasar: wah kepriye kie, wis ah, rego tak mundaki, kandani wae nek bensine meh mundak (lha opo hubungane?) yo wis ngono lah! Pokoke mundak, spekulasi wae

pakde: leeee… kao kamu isi bensin tangkinya fullke wae yo!

Pabrik: wah, bensin mau naik, cepetan beli 2truk bensin, simpen digudang!

Pengecer: wah iki kie, bensin angel, tak mundaki wae regone… lumayan mbati hehehe

pemerintah: bensin benar-benar baik…!

Rakyat Miskin: kami kelaparan!! kami minta uang!

pemerintah: ini BLT buat kamu…!

Rakyat Miskin: —— senyap untuk sementara

Mahasiswa: turunkan SBY, kenaikan BBM menyengsarrakan rakyat…! [berdemo]

pemerintah: ini BLT buat kamu…!

Mahasiswa: bukan ini  yang kita minta! tapi ya sudahlah kami terima BLTnya, tapi tetap turunkan harga BBM! [Back to Demo]

pengamat: hal ini hanya akan membuat bangsa kita jadi pengemis!

Pemerintah: saya terhina! Ini namanya Shodakoh!

Masyarakat: kartu BLT saya mana? Kok BLT saya disunat? Lho pak saipul kan orang kaya? Kok dapet BLT? Lho. Pak RW kok malah beli HP baru setelah dapet BLT?

pemerintah: welatalah! belum cukup toh? Trus maunya apa?

Kwik: pemerintah tidak perlu mengurangi subsidi, BBM itu bukan subsidi, tapi sudah menguntungkan pemerintah, harga pokoknya saja cuman 600/liter! Ini hitungan saya!

pemerintah: diam kamu! Tidak tau apa2, itu kan dulu, bukan sekarang

Pengusaha & Investor: kami sudah tidak kuat dengan harga BBM sekarang, kita akan PHK sebelum kita bangkrut

Pekerja: wakz…! gawat… terpaksa kita berdemo, turunkan harga BBM atau kamu diberi BLT juga!

pemerintah: aduhduhduh… ndasku mumet, eh btw pilrpes tahun depan gimana? Eh maksudnya, bagaimana cara men-sejahterakan rakyat sampe tahun depan?

Supir angkutan umum: kami minta BBM bersubsidi..! kalau tidak, akan kami naikkan tarif sepihak!

pemerintah pun saling membahas sesama pemerintah dan terjadi pembahasan:

pemerintah1: *oh iya ya, harusnya kita kasih mereka BBM bersubsidi, tapi gimana?*

pemerintah2: *dulu kan kita pernah bikin smart card? masak lupa?*

pemerintah3: *ah…! nanti dulu smart card-nya, orang kita kan suka yang meriah-meriah, munculkan saja alternatif BBM baru, BBM tenaga AIR…! kita kasih aja “Blue Energy”

kemudian merekapun sepakat:

pemerintah: INI DIA…! BLUE ENERGY…! “JENG JENG JENG…!’

Masyarakat: WHOAAAAAAA—- (terpana beberapa saat)

pemerintah: inilah kemenangan bangsa Indonesia…!

Masyarakat: hebaaat…! kapan jadinya?

pemerintah1: duuh, gimana nih jawabnya? (tanya pemerintah 1 kepada pemerintah lain)

pemerintah2: bilang aja ini perlu proses

pemerintah3: bilang aja pencetusnya hilang, mungkin diculik amerika

Lumpur Lapindo: AAAAAAAAAARRRGHHHH, Aku udah bosan meletup terus…!
Masyarakat: aku jadi gubrak!
Perasaan, sebelum pemerintah membahas kenaikan BBM pemerintah berniat mengurangi pemakaian BBM perhari dengan menggunakan SmartCard, kini dimana cara itu? Pemerintah juga bilang kenaikan tidak akan terjadi sebelum 2009? tapi yang terjadi?
Oke oke BBM memang harus naik, tapi kenapa masyarakat harus dibuat panik, sudah tau masyarakat Indonesia itu hobinya panik, masih aja dibuat panik, kalau memutuskan BBM, putuskan segera, jangan mengambang! Berikan tanggal yang jelas, disini terlihat ketidaktegasan pemerintah, kemudian kenapa setelah pemerintah memutuskan BBM naik pemerintah malah bingung, ini pertanda pemerintah tidak melakukan decision Feasibility. Atau studi kelayakan keputusan, kalau di kuliah saya ada yang namanya Business Feasibility Study, atau Studi Kelayakan Bisnis dimana bisnis itu dikalkulasi mengenai kelayakannya dan memperkirakan apa yang terjadi setelahnya. Sehingga ketika keputusan dibuat, pengusaha tidak bingung dengan pertanyaan “what to do next?” tapi langsung tek, tek, tek… to the point of plan.
Disini tidak terlihat rencana jelas pemerintah, kalau memang BBM harus naik, harusnya pemerintah terlebih dahulu menjaga dan mengantisipasi dampak dari keputusan tersebut, secara ekonomis, sudah tentu BBM naik samadengan tarif angkutan naik, sudah tau pasti akan ada Demo, sudah tau Pengusaha akan kesulitan dengan harga yang ditetapkan pemerintah, yang berakibat penghematan operasional, salah satunya PHK! Lantas kenapa pemerintah tidak langsung menetapkan tarif angkutan berbarengan dengan harga BBM, kenapa malah setelah BBM naik baru dipikirkan, dimana Plan dari keputusan ini? Harusnya sudah dihitung jauh sebelum BBM naik. Terhadap harga juga harusnya pemerintah sudah terlebih dahulu menetapkan batas atas harga untuk semua kebutuhan agar tidak terjadi kenaikan yang tidak terkendali. Dan itu dihitung sebelum BBM naik, dan ditetapkan ketika BBM, naik, soal Demo ssudah pasti itu! Itu kan tindakan reaktif mahasiswa, harusnya pemerintah sudah mempersiapkan segalanya, termasuk penjelasan dan pengamanan! Bukannya memberi aksi yang lebih reaktif dengan memberikan BLT mahasiwa, itu tindakan reaktif counter-attack yang kurang cerdas, Mahasiswa tentu saja akan berdemo tambah parah dan menganggap itu sebagai sogokan…! Pemerintah tidak bisa menjadi pemimpin! Ini bukan soal kenaikan harga BBM, tapi cara memimpin pemerintah yang salah pada negeri ini!

Soal Blue Energy, saya tidak mau komentar, saya juga tidak menyamakan ini dengan kasus harta karun dan kasus bayi jejadian pada pemerintahan sebelumnya.
Pemerintah bertindak dulu baru berpikir, seperti menimpuk singa, tanpa tau habis itu mau ngapain, mau lari, mau bertahan, mau membujuk singa itu biar ga marah, atau pasrah dimakan singa. Pemerintah sangat tidak terencana dalam memberi keputusan ini, konklusi saya adalah:

  1. pemerintah memang tidak punya Planning skill yang jelas
  2. pemerintah mendapat tekanan dari luar sehingga memutuskan tanpa rencana
  3. pemerintah emang ga punya rencana sama sekali
  4. pemerintah tau itu akan terjadi tapi tetep aja ndablek!

Saya tak mau komentar dan ambil pusing ah… cuman pingin nulis blog :-p yang mau komentar silahkan dibawah


Cara Pemerintah berkerja

22 Mei, 2008
Dahulu kala di disebuah negeri antah berantah. Diriwayatkan sebuah konglomerat kaya memiliki sebidang tanah yang sangat luas dan dibiarkan kosong. Sang pemilik takut jika tanah tersebut diambil oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Dan demi menjaga tanah tersebut, sang pemilik menyewa seorang satpam untuk menjaganya.
Tapi kemudian sang pemilik berpikir ”kita menyewa seorang satpam, dia disana menjaga tanah kita, sedangkan kita disini. Siapa yang menjamin satpam itu bekerja menjaga tanah kita?” kemudian sang pemilik membentuk devisi pengawasan sebanyak 4 orang yang bertugas mengawasi sang satpam tersebut.
Kemudian pemilik tanah berpikir lagi, ”bagaimana devisi pengawas tersebut dapat bekerja maksimal jika tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan tugasnya?” maka dibangunlah sebuah rumah disekitar tanah kosong tersebut sebagai kantor devisi pengawas, lengkap dengan fasilitasnya, prabotan, listrik, air, telepon. Agar kapan saja dapat melaporkan hasil pengawasannya kepada pemilik lahan.
Karena banyaknya pengeluaran-pengeluaran yang harus dibayar, sang pemilik tanah merasa kerepotan dalam mengurus biaya-biaya yang harus dibayar. Maka dibentuklah devisi administrasi yang tugasnya mengurus semua keuangan, mulai dari membayar tagihan listrik, air, telepon maupun gaji pegawainya.
Enam bulan berlalu, dan ternyata sang pemilik tanah merasa pengeluaran yang ada sangatlah besar, sehingga perlu dilakukan perampingan biaya untuk menghemat pengeluaran. Dan dalam rangka penghematan itu maka dipecatlah sang satpam.
moral of the story:
yah.. memang ga se-dramatis ini kondisinya, tapi kadang pemerintah kita aneh, kok hobi sama ke-birokratifan, yang seharusnya bisa dikerjakan sendiri kenapa harus dibentuk departemen sendiri? yang bisa diselesaikan sebentar kenapa harus dilakukan peninjauan berkali-kali. ah… ada-ada saja. jangan ikut-ikutan pemerintah yak! ntar kasian negara kita, apa nanti kata dunia?
PostBlog:
thank’s angga atas meteri-nya 🙂