Kedisiplinan & kebiasaan

09 Mei, 2009

pre-post: feed link ke FaceBook untuk blog ini sudah saya remove, kenapa? well… ada beberapa hal yang tidak ingin saya expose secara langsung ke teman2 FaceBook, terkadang saya lebih comfort kalau beberapa postingan saya terdiskrit dalam blog ini, dengan alasan ini pula saya masih senang2 saja dengan reputasi blog ini yang dibawah biasa-biasa saja, dan comment yang cuman 0,1,2. karena saya masih bisa curhat tanpa banyak orang yang tau..

 

well.. to the main post!, akhir-akhir ini saya mencoba untuk menjadi disiplin, disiplin dan konsisten dalam melakukan segala sesuatunya, penerapannya saya mulai untuk merencanakan dengan detil apa-apa saja yang ingin saya kerjakan, disertai dengan timeline saya, yang saya simpan dalam program excel bajakan dan saya stick di quicklaunch di desktop laptop saya, dibantu dengan google gadget dimana saya bisa menuliskan rencana-rencana saya dan selalu muncul ketika laptop saya nyalakan, penerapannya lagi, saya berusaha menuliskan semua rencana saya di PDA saya yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk SMSan dan Telpon dan menyimpan catatan kecil saya. lebih sederhana lagi, saya mulai menggulung kabel laptop saya dengan lebih rapih setelah laptop saya yang sebelumnya sudah di tambal kabelnya 3 kali, mungkin karena menggulungnya sembarangan, dalam menyimpan peralatan tulispun lebih rapih karena saya beli tempat alat tulis tersendiri (meskipun kebiasaan saya menghilangkan pulpen tetap saja) tapi kali ini pulpen saya bisa bertahan kira2 sebulan, prestasi buat saya yang sebelumnya palingan seminggu sudah hilang. sholatpun terasa lebih khusyu karena saya berkomitmen untuk melafalkan surah2 solat dengan lebih merdu, tidak ada niat ria, namun senin kamis saya alhamdulillah sudah mulai teratur.

 

semua hal diatas adalah sebagian dari kedisiplinan pribadi saya yang sedang saya lakukan. ternyata hal itu semua tidak begitu sulit dilakukan, mungkin awalnya berat, berat dan terasa sia-sia, terasa malas dan berpikir “aaah… ga ngaruh” tapi ketika saya paksa dengan embel-embel komitmen, semua itu menjadi kebiasaan, dan ternyata tidak sesulit itu, tidak seseram itu dan tidak seberat itu… cobalah biasakan dan itu semua akan menjadi mudah, namun satu yang masih susah, disiplin untk tidur sebelum jam 12 malam, hal ini masih menjadi hal yang susah dilakukan… ada ide?

Iklan

Entrepreneur Spirit

18 Feb, 2009

ENTREPRENEUR SPIRIT…

By: Denny Eko Prasetyo

Mungkin banyak diantara anda semua yang sebenernya ingin jadi entrepreneur, hanya kemudian mundur ketika anda mengetahui bahwa ternyata anda tidak memiliki modal yang cukup, bahwa ternyata anda tidak siap menanggung resikonya, atau bahwa ternyata anda merasa tidak memiliki relasi yang cukup kuat atau juga belum siap untuk keluar dari zona aman anda. Tapi benarkah semua disebutkan diatas benar-benar hal yang menjadi modal utama untuk menjadi seorang wirausaha? Itu saja tidak cukup! Ada sebuah modal dasar yang harus dimiliki oleh anda dalam memulai langkah berwirausaha, yaitu jiwa wirausaha atau entrepreneur spirit, mungkin dengan uang yang banyak dan relasi yang kuat anda bisa mendirikan sebuah perusahaan, namun tanpa jiwa wirausaha yang kuat usaha itu akan hancur secara perlahan-lahan dan akan menjadi sia-sia, jiwa wirausaha pula lah yang menjadi hal yang membedakan antara pengusaha dan investor, apabila pengusaha dapat mengembangkan modal investor hanya mampu menyetor modal mereka dan mendapat keuntungan dari investasi mereka, resiko pengusaha mungkin lebih besar, namun kesempatan untuk suksespun juga lebih besar untuk wirausaha.

Maybe there’s a lot of you that wants to be entrepreneur, but then steps back once you know that you don’t have enough money, that you not ready to take the risk, that you feel your relation is not strong enough, or even you don’t want to get out of your save zone? But is all things mentioned above really the things you need to be a true entrepreneur? Well thats not enough! There’s a basic thing you need to have for becoming a true entrepreneur, the thing is entrepreneur spirit! Maybe you can set-up your business, build a big office with your money, but without entrepreneur spirit, your business will close down, your office slowly will collapse. Entrepreneur spirit is also thing that makes Entrepreneur different with investor. While investor can only give their money to entrepreneur, the true entrepreneur can make investor’s money multiplied twice even more! Enough to paid investor’s investments also create a bigger profit! Maybe Entrepreneur risk is bigger than investor, but their chance to success also bigger.

Maka uang & relasi bukanlah suatu hambatan bagi seseorang untuk berwiraswata, karena modal dasar untuk menjadi pengusaha justru ada didalam diri anda masing-masing, hanya mungkin belum terasah atau anda yang menghambat atau bahkan mematikan potensi kewirausahaan anda sendiri.

so… Money or Relation is not an obstacle for entrepreneur! Because the basic things to be entrepreneur is in our self. If you can’t feel it or you think you don’t have it, maybe it’s just you who make your entrepreneur spirit fading or even turn it off, or maybe you don’t have eager to develop your entrepreneur spirit.

langkah awal anda untuk menjadi pengusaha adalah mengembangkan jiwa kewirausahaan yang ada pada diri anda masing-masing. Dan jiwa kewirausahaan tidak hanya boleh dikembangkan oleh pengusaha saja, mahasiswa, organisatoris, atau mungkin karyawan sekalipun bisa menjadi pengusaha dengan mengembangkan jiwa pengusaha di bidangnya masing-masing. Jiwa Kewirausahaan dapat diterapkan dalam diri anda tanpa melihat siapa anda dan apa bidang yang anda kerjakan. Dalam Jiwa Kewirausahaan terdapat sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang pengusaha diantaranya. Take action, see oportunity, open minded, great planning, eagerness to learn & develop.

First action step to be entrepreneur is to develop your Entrepreneur spirit that (maybe you don’t realize) it is there inside of you. The good news is, that you don’t have to be entrepreneur to have and develop this spirit. if your are student, employer, organization member or whoever you are able to light this spirit. This Entrepreneur spirit can be apllied in your life, no matter who you are and what is your activities. Inside of Entrepreneur Spirit there are lay down characteristic of entrepreneur, among them are: Take action, see oportunity, open minded, great planning, eagerness to learn & develop.

Take Action, Seorang pengusaha harus berani mengambil tindakan, apapun resikonya selama tindakan tersebut membuahkan hasil yang positiv, anda dapat menerapkannya dalam keseharian anda dengan memiliki inisiatif tinggi dalam bekerja, tidak menunda pekerjaan anda dan berinisiatif untuk mengerjakannya sebaik mungkin.

Take Action, an Entrepreneur have to take action, whatever it takes, how big is the risk, they will take it, as long as it’s positive. You can apply it in your daily activities by having high initiative to do, to work, to finish your task, by not postpone your task, by strive your task for excellence.

See Opportunity, seorang pengusaha harus bisa melihat permasalahan yang ada disekitarnya dan menjadikannya sebagai peluang usaha. Anda dapat menerapkannya di kesehariaan anda dengan menjadi seorang yang memanfaatkan apa yang anda miliki sebaik-baiknya, memaksimalkan waktu kerja anda tanpa sia-sia, memanfaatkan sumber daya apapun di sekitar anda dengan sebaiknya.

See Oportunity, an Entrepreneur have to see problem and recreate it to be business opportunity. You can apply it in your daily activities by maximize every source you have to create better and more result, by utilizing your time as best as it can, and use everything you have around you as efficient as it can.

Open Minded, seorang pengusaha harus terbuka pikirannya dalam aktivitasnya, mereka harus melihat dan menyikapi setiap perubahan yang ada dalam petak catur bisnis. Dalam kesehariaan anda, anda harus membuka pikiran anda untuk setiap perubahan yang ada didunia ini sepenjang itu positiv, anda pun harus membuka pikiran dalam bergaul, ini akan membuat anda supel dan memudahkan anda untuk memperbanyak teman yang kelak akan menjadi relasi bisnis anda.

Open Minded, an entrepreneur have to keep their mind open in every activities they do, they have face every little change that happen in business field, act, and respond it. In your daily activities you also have to keep your mind open. To process and respond every change in your environment as long as it’s positive. You also have to open mind in your relationship activities, this will make you sociable and make you easy to have more friend that maybe oneday they will be your business partner.

Great planning, Seorang pengusaha harus bisa merencanakan setiap tindakan bisnisnya agar semuanya teratur, berkembang dan menekan resiko bisnisnya, begitu pula bagi anda yang tidak berwirausahaa namun mempunyai jiwa wirausaha. Anda wajib memiliki sifat ini dalam keseharian anda, anda harus pandai merencanakan segala aktivitas anda, entah dalam kampus, kantor kerja atau meja organisasi.

Great Planning, an entrepreneur have to plan every decision and strategy of their business, to make it well plan, to develop their business and to decrease risk of their business. So have you! Even tough you are not entrepreneur, you have to plan in every activities you do. Whether in your office, university, school or your organization.

Eagerness to Learn. dalam kegiatan usaha tidak semuanya bisa berjalan lancar ada kalanya pengusaha mengalami kegagalan dalam bisnisnya, disinilah pengusaha harus bisa belajar dari kesalahannya dan mengambil hikmah untuk pengembangan dirinya.

Eagerness to Learn. Not every plan that entrepreneur’s plan works, failure is also part of it, but true entrepreneur learn from their mistake. And so for you… You have to find a meaning of every consequences of your choice, and learn from it learn and develop your self for the better you!

Meskipun anda belum menjadi pengusaha, namun apabila anda melakukan sifat-sifat yang berjiwa kewirausahaa maka anda akan menciptakan atmosfir pengusaha, dan atmosfir ini bisa menjadi magnet kesempatan-kesempatan bisnis dan menjadikan anda pengusaha secara konkrit. Dengan menunjukan yang terbaik dari dalam diri anda, maka anda akan menonjol dan anda akan memiliki nilai lebih diantara orang lain dan bukan tidak mungkin apabila suatu saat ada orang yang percaya pada anda dan meminta anda untuk bekerjasama dalam membantuk sebuah perusahaan.

Although you not (yet) an entrepreneur, but you can light the entrepreneur spirit on you. You can do what entrepreneur do! You can create an atmosphere of entrepreneur, and this atmosphere can be a magnet for you to attract business opportunity and creating you to be a real entrepreneur. by giving the best in you, striving for excellence, you can show you are prominent! You can show the added value in yourself among the others, and don’t surprise is someday (not so long) there is people who have faith on you, and ask you to corporate with them to create a big business…!

Ayo tunjukan jiwa wirausahamu… (DEP)

C’mon show your Entrepreneur Spirit!!! (DEP)


Bahkan merekapun lebih perduli…

31 Agu, 2008

kira-kira hari rabu minggu kemarin di Bandung tepatnya jam 6, dari BEC mau ke arah Antapani, saya terjebak macet di terusan jalan Jakarta, Jl. Jakarta dan Jl. Terusan Jakarta adalah neraka kendaraan saudara-saudara, apalagi kalo jam berangkat dan jam pulang kerja, jangan harap bisa melalui jalan dengan jarak hanya sekitar 1-2 kilometer tersebut kurang dari setengah jam, kadang saking macetnya sampe hampir sejam saya lewati.

Pas sampe di daerah borma, berdesak-desakan dengan mobil-mobil dan motor yang menggila tidak karuan itu saya terkejut dengan kehadiran makhluk asing, wekz! Yep! Maksud saya ada bule lewat, mungkin terdengar ndeso, kok saya kaget ngeliat bule, tapi bule ini lain, dia spesial, setidaknya jiwa kepeduliannya spesial, bule itu menerabas macet begitu saja dengan sepeda-nya, yap! Sepeda! Dan dia berjalan melintasi macet dengan santainya, lebih cepat dari mobil yang terjebak macet, bahkan lebih cepat dari motor serakah yang melibas Trotoar itu,

b2w

b2w

sekilas saya melihat ada emblem dibawah jok-nya warna kuning berbentuk segitiga dan bertulisnya “bike to work” dan memang sepertinya dia bukan tourist, karena menggunakan setelah hem putih rapi berkain bahan meski menggunakan backpack, mungkin dia kerja di negara ini. bike to work adalah sebuah komunitas yang perduli dengan lingkungan pencemaran polusi dan mereka menggunakan sepeda untuk kesehariannnya ke-kantor, setau saya tidak setiap hari, hanya hari-hari tertentu saja mereka bersepeda, tujuan mereka adalah untuk menghemat BBM, mengurangi polusi, dan membina raga, jangan mengira mereka sekumpulan orang kere yang gak mampu beli mobil, rata-rata mereka memiliki jabatan di perusahaan mereka, mobilnya pun mungkin lebih dari 2, tapi mereka memiliki hobi yang positif untuk alam ini.

Saya berpikir, Kenapa warga negara asing lebih perduli sama lingkungan alam kita… Kemudian saya habiskan sisa perjalanan saya dengan merenung, “bahkan merekapun lebih perduli dengan lingkungan kita?”

ah,,, mengapa kita sendiri masih tutup mata dengan lingkungan kita?

Kurang pengetahuan kah?

Tidak perdulikah?

Tidak mampukah?

Malas kah?

Tiba-tiba terbesit keinginan untuk membeli sepeda…


Blog dimata Pemilu US

30 Agu, 2008

mungkin Jubir dari Partai Republik sangat tidak sepakat dengan pendapat Roy Suryo, saya menyimakpendapat salah satu jubir partai Republik dalam liputan di Metro TV, setangkap saya dalam liputan singkat itu Jubir itu berkata peran media sangat penting dalam konvensi Partai Republik ini, dia mengundang sekitar 15.000 wartawan internasional dari seluruh dunia, mempersilahkan TV Nasional Besar di US dan juga TV kabel di Seluruh dunia untuk meliput, dan juga mereka menyediakan tribun yang dilengkapi sambungan ke Internet untuk blogger yang ingin melakukan Live Blogging…! menurut dia peran blogger cukup berpengaruh di media Internet, untuk suatu ke-populeritas-an tentunya… cuman maaf, saya tidak bisa memberikan sumber yang bisa “intip” langsung, karena saya dengar berita ini di Metro TV malam 29 Agustus, tapi ada 2 contoh hasil live blogging yang sudah beredar, disini dan disini.

saya sedikit surprise mendengar berita itu, adalah fakta bahwa blogger sangat dipandang di negara US, dan cukup dipertimbangakan pengaruhnya, bagaimana di Indonesia? ah! anggota dewan kita punya laptop keren dan canggih cuman dipake buat nonton VCD porno saat sidang, mana tau mereka tentang blog? memang ada sih beberapa yang bikin blog, tapi paling dibikinin sama orang hehehe. yang sok tau paling Roy Suryo, itupun definisinya sangat sedikit meleset, mungkin dia belum pernah buka wikipedia dan mencari definisi blog disana.

sayang sekali masih banyak yang memandang blog dengan sebelah mata, atau bahkan memfitnah blog, mungkin ketidak tahuan mereka soal blog, mungkin sekedar iri karena tidak punya blog, atau mungkin memang ada oknum yang menggunakan blog untuk hal yang negatif, karena blog itu seperti pisau, bisa digunakan untuk kebaikan (buat masak, buat motong daging, buat motong rumput misalnya) dan juga bisa dilakukan untuk hal buruk you know lah…!

kalo roy baca kasih koment yah…! :-p


Learning By Blogging

13 Jul, 2008

jika kemarin, saya membahas dengan dasar id.wikipedia.org, sekarang saya mencoba ke en.wikipedia.org dan mengetik “learning” sebagai kata kunci, dan ternyata hasilnya sedikit berbeda (meski maksud utamanya tetap sama), penjelasan en.wikipedia lebih luas dan spesifik.


Learning is one of the most important mental function of humans, animals and artificial cognitive systems. It relies on the acquisition of different types of knowledge supported by perceived information. It leads to the development of new capacities, skills, values, understanding, and preferences. Its goal is the increasing of individual and group experience, -wikipedia,en-

menjelaskan bahwa pembelajaran adalah sebuah penerimaan dari beberapa wawasan ilmu pengetahuan yang didukung oleh informasi yang telah diakui. Pembelajaran mengarah kepada pengembangan kapasitas, keahlian, nilai, pemahaman dan preferensi. Tujuan Pembelajaran adalah peningkatan pengalaman. baik secara individual maupun sosial”. lalu bagaimana dengan Blogging? meskipun pada awalnya Blog, atau weblog diciptakan sebagai diary. dimana penulisnya bisa mengekspresikan dirinya pada sebuah log di Internet. namun kini fungsi blog telah jauh lebih luas dari sebelumnya. fungsi blog telah menjadi sarana bertukar pikiran. paling tidak blog di indonesia bisa menjadi penyelamat indeks baca yang amat parah di Indonesia. FYI: indeks baca kita adalah 0,009. atau 9 buku perseribu orang per tahun. (saya masih belum bisa memverifikasi informasi itu, sementara info itu baru saya dapat di milist dan blog ini). jadi jika orang Indonesia malas membaca buku, paling tidak membaca blog.

Ada banyak macam dan jenis blog, mulai blog yang bersifat pribadi, blog yang bersifat promosi, blog yang bersifat hiburan, blog juga bisa bermuatan politik, ada pula Blog yang bersifat artikel yang bisa memberi wawasan, seperti blog mas yang kumisan ini, atau ini, juga ini. kalau blog saya sendiri adalah perpaduan antara blog pribadi dan blog artikel. selanjutnya saya akan membahas lebih spesifik mengenai blog artikel, blog artikel ini bersifat memberi informasi, wawasan, teori, dan pencerahan (insight). disinilah Blog itu bisa memberikan sebuah ilmu yang kemudian  bisa menjadi sebuah pembelajaran yang mengarah ke pengembangan pemahaman dan preferensi, jika kita pahami lebih dalam lagi dan lebih jauh dari itu, kita praktekkan, maka bisa melangkah ke pengembangan kapasitas dan keahlian.

kemudian ada yang namanya Piramida pembelajaran, seperti dibawah ini:

piramida peembelajaran

Dalam dunia Blogging, kita mentransferkan pikiran kita kedalam sebuah tulisan digital yang dimasukan kedalam log web, dan dinamakan dengan istilah post, dalam postingan itu si penulis blog bisa memasukan ide-ide pikiran dia, atau memberikan informasi, promosi, atau hanya sekedar sharing dan berbagi kepada pembaca blog tersebut, karena kemajuan dunia Blog, Sekarang penulis sudah bisa memasukan gambar, musik, dan video ke dalam postingan kita. darisini kemudian postingan penulis dibaca oleh pelanggan blog tersebut, fasilitas pemberi komentar lengkap dengan pengumpan RSSnya pun sekarang tersedia. kemudian beberapa pembaca mungkin merespon dari tulisan si penulis blog, lebih jauh lagi, si pembaca bisa membuat postingan yang menjadi tanggapan dari blog yang dibacanya dilengkapi dengan fasilitas trackback.

darisini kita bisa lihat banyak aktifitas yang bisa saya anggap sebagai bagian dari pembelajaran blog. pertama, penulis memberikan ide yang dituangkan sebagai tulisan dalam sebuah posting blog, kedua memberikan referensi, presentasi berupa video, gambar, hingga musik. ketiga, Penulis bisa memberikan komentar balik / tanggapan terhadap postingan yang dia baca, ini bisa saya anggap sebagai diskusi, kemudian si pembaca bisa terinspirasi dari postingan yang telah dia baca dan kemudian membuat postingan yang tujuannya membagikan (sharing) insight kedalam blog dia yang kemudian bisa menginspirasi blog si pembaca. disini saya bisa sebutkan 4 dari metode diagram piramida pembelajaran diatas, mengenai daya serap ilmu dari metode ini, saya masih belum berani berbicara, karena saya malas belum jadi profesor, dan saya tidak bisa memberikan bukti secara empiris :p jadi sementara saya  hanya berpendapat saja.

dari penjelasan saya diatas, sebenarnya kegiatan blog ini bisa menjadikan pembelajaran tersendiri, yang terbalut kedalam E-Learning, dan kegiatan Blog ini akan menjadi cara belajar yang mudah, karena menyenangkan, interaktif, saya bisa tau hal-hal yang baru tiap harinnya. jika Plato pernah bilang, bacalah paling tidak 1 lembar buku tiap hari, saya juga ingin bilang, blogwalkinglah anda paling tidak 1 blog sehari, hehehehe… silahkan menanggapi tulisan saya dibawah 🙂

nb:

gambar saya ambil darisini http://siteresources.worldbank.org

insight mengenai Pyramid of learning saya baca2 dari sini: http://www.learningandteaching.info

lainnya saya nyontek dari wikipedia


dulu sekolah, kini E-Learning

11 Jul, 2008

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar wikipedia, ID

seperti kutipan wikipedia diata, yaitu pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik. ada 3 kata yang ingin saya bahas lebih lanjut disini, interaksi, peserta didik, dan pendidik.

apabila kita kembali ke beberapa dekade kebelakang, 3 kata yang sebelumnya saya jelaskan adalah sangat sempit! sangat spesifik.. Interaksi dalam artian sempit ini adalah bertatap muka secara langsung, tidak hanya bertatap muka begitu saja namun juga ada sebuah sarana dari proses tatap muka tersebut, bisa kita katakan itu Sekolah, Universitas, Madrasah dan lainnya. kata Peserta didik dalam artian sempit ini adalah seseorang yang secara resmi ingin ikut dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pelajaran, titel dari orang ini bisa kita sebut pelajar, mahasiswa, peserta, santri dan lainnya. terakhir, kata Pendidik dalam arti sempit ini adalah seseorang yang secara resmi menjadi petugas dan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mendidik, menjalankan proses belajar dan juga dalam keadaan resmi atau formal, seseorang inilah yang biasa kita sebut sebagai Guru, Dosen, Pembicara, Mentor.

Secara umum semua proses pembelajaran dalam definisi sempit ini pengakuan-nya sangat sensitif terhadap jabatan, status, jarak & tempat. dalam arti proses pembelajaran akan dianggap apabila ada jabatan yang sesuai dan diakui secara resmi seperti Guru atau Dosen, status juga cukup mempengaruhi pandangan terhadap proses pembelajaran, contoh sederhana, orang akan melihat anak yang memiliki status Mahasiswa lebih pintar dibanding anak dengan status pelajar SD. dan terakhir, Jarak & tempat juga sangat sensitif terhadap pengakuan proses pembelajaran, orang akan mengakui sebuah pembelajaran apabila proses itu berada di tempat yang diakui sebagai tempat belajar, seperti Sekolah, Universitas, Akademi, Madrasah, dan Jarak? tentu saja pembelajaran yang diakui dalam definisi sempit itu juga menghendaki jarak yang sempit, yang memungkinkan terjadinya tatap muka secara langsung, sebut saja itu kelas, laboraturium dan lainnya

Namun Semua ini telah didobrak dengan informasi yang perkembangannya sangat revolusioner seperti yang pernah ditulis Peter F. Drucker dalam tulisan singkatnya yang berjudul “Beyond the Information Revolution” yang kutipannya adalah “Almost everybody is sure …that it is proceeding with unprecedented speed; and …that its effects will be more radical than anything that has gone before” dan ini memang yang terjadi sekarang ini. perkembangan informasi ini sangat didukung oleh perkembangan alat komunikasi yang luar biasa hanya dalam rentang waktu 1 dekade kebelakang. dari perkembangan tersebut  kita bisa membagi lagi dalam 2 bagian, yaitu jaringan komunikasi seperti akses internet, jaringan GSM & CDMA dan Sarana Komunikasi seperti telepon genggam, Laptop, PDA. 2 hal ini sangat membunuh jarak dan tempat dan merubah cara berinteraksi. mengapa? karena dengan jaringan komunikasi yang ada sekarang sangat global dan jangkauannya sangat luas dan selama orang berada dalam jaringan tersebut, dalam hitungan detik mereka bisa terhubung tanpa harus hadir disana dan berinteraksi secara langsung. sekali lagi karena orang bisa terhubung dimana saja dan kapan saja, maka ini juga bisa merubah cara kita berinteraksi, dari semula  kita harus bertatap langsung di suatu tempat kini bisa dimana saja. kemudian, jaringan komunikasi sekarang sudah sangat masal, sehingga hampir semua orang bisa memanfaatkan kelebihan yang luar biasa dari  jaringan ini, dan tidak diperlukan status dan jabatan tertentu untuk masuk kedalam jaringan komunikasi ini.

Apa jadinya jika keunggulan jaringan komunikasi ini diterapkan kedalam proses pembelajaran? hasilnya adalah E-Learning atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik dalam jabarannya pada Wikipedia adalah:  “adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Pembelajaran Elektronik ini memaksa pembentukan definisi yang jauh lebih luas dari 3 kita yang sebelumnya  saya jabarkan, yaitu interaksi, peserta didik, dan pendidik. dengan Pembelajaran Elektronik. Interaksi menjadi tidak harus bertatap  muka di tempat yang sama, Peserta didik bisa menjadi siapa saja dan tidak harus pelajar, dan pendidik bisa siapa saja, tidak  perlu  memiliki titel dosen atau guru. misalnya didalam aktifitas Blog, bisa kita jelaskan interaksi & tempatnya adalah wordpress.com, peserta didiknya  adalah komentator 😀 dan pendidiknya  adalah blogger (poster) itu sendiri. atau jika kita ingin mempelajari mengenai sesuatu, kita bisa peserta didik dengan dalam kampus wikipedia. mungkin juga kita ingin kuiah mengenai Teori Relativitas di YouTube seperi ini:

kuliah gratis di YouTube

Pembelajaran Elektronik ini sangat efisien. bagaimana tidak? Pembelajaran Elektronik ini sudah tentu tidak memerlukan biaya tempat, tidak memerlukan biaya transportasi untuk mencapai tempat fisik untuk proses pembelajaran, tidak memerlukan sumber fisik seperti buku, LKS yang berbiaya tinggi. kita bisa melakukannya dimana saja, kapan saja…

Negara Indonesia saya rasa mampu dan harus menerapkan pembelajaran elektronik ini apabila berniat mensejajarkan dirinya dengan Negara-Negara maju lainnya, kembali lagi saya tegaskan INDONESIA MAMPU dalam menjalankan proses E-Learning ini, sebagai contoh, fakta bahwa user Friendster Indonesia adalah teraktif ke-3 di Dunia dan orang Inonesia adalah urutan ke 2 dalam penggunaan Browser Opera, Hacker & Carder kita menjadi buronan, orang Indonesia juga menjadi 10 besar pengakses situs porno teraktif, hal ini menunjukan aktifitas dunia Internet yang luar biasa. perkembangan Informasi dan Komunikasi sudah pesat di Indonesua hanya kembali lagi ke pengguna itu  sendiri, karena Informasi komunikasi ini seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk hal buruk dan hal baik.

Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak?


I Love Apple?

11 Jul, 2008

Yup!  aku suka apel malang, nampol men! dibanding apel Fuji, apel Wasington, di lidah aku masih lebih pas apel malang!

but in this case aku ga ngebahas soal apel yang itu, aku membahas “Apple Computer Company”, Mac, iPod, iPhone, you name it lah!, kemarin Raja, nanya ke aku pas liat Laptop ACER Alat CEpat Rusak ku ini.

Acer rasa apel

Acer rasa apel

Raja: lho! Laptopmu ini Apple tho den?

Denny: engga, Windows kok! aku benci sama Macintosh

Raja: ini stikernya nempel gitu, kok malah benci sama Mac?

Denny: Aku kagum sama Apple company, tapi engga sama produknya

Raja: sama aja kali den! dasar aneh!

Denny: aku suka sama cara Steve Jobs memasarkan produknya, Mac Air, iPhone, iPod, gimana cara dia bisa membuat anak2 muda jaman sekarang cinta setengah mati sama iPod, Mac, iPhone itu, aku kagum tapi aku engga sama Macintosh, selain gak ngerti, programnya banyak pernak-pernik, tapi performancenya payah!

Raja: dasar!

Yup! aku benci-benci cinta sama Apple memang,

yang aku kagumi dari Apple:

cara Steve Jobs memasarkan produknya ini, begitu ciamik, begitu mantap, begitu menggairahkan, sehingga berhasil, Apple sukses = Steve Job, bagaimana tidak?! dulu Apple pernah mendepak Steve Jobs setelah sahamnya dijual, tapi begitu Steve Jobs keluar, Apple langsung jatuh, brandnya gak worth, kalah jauh sama rivalnya… perusahaan ini pun sadar dan memanggil kembali jiwa dari perusahaan ini, ditangannya Apple melejit!,

seperti inilah cara steve memasarkan produknya

Apple is creating Trend! meski kadang fiturnya gak mumpuni secara performance, lebih bling-bling, lebih gemerlap! dan anak muda menyukainya! padahal secara performance? biasa aja tuh! tapi Apple bisa menciptakan trend! yang kadang gak dibutuhkan banget sama penggunanya,

emotionally Apple! Apple bisa membangun brandnya secara Emosional dan berujung pada prestise! aku mengkoleksi iklan2 Mac dari Youtube, dan iklan2 dia? beeeh, menyentil secara emosional, sehingga bisa membuat si empunya Apple bangga setengah mati! dia lebih menonjolkan sisi tersier dan sekunder. bukan pada produk, dalam arti  lain, yang dia tonjolkan adalah Apple, trend, proudness, thin, stylish, freedom, simplycity. dia tidak menonjolkan produk primernya semisal proceccor, Ram, Hardiskbut it works however!

yang aku benci dari Apple:

Operating System Macintosh: Gosh C’mon! aku benci sama OS itu! gak programmer friendly, susah diapa-apain, mungkin gak salah karena tujuan mereka lebih ke easy computer user dan bukan advance computer user. selain itu OS ini sangat  eksklusif, kurang bisa menerima program dari program lain, selain itu, game? program Design? susah nyari yang versi Mac. dan yang aku benci  lagi, gak ada klik kanan!, mungkin aku terbiasa dengan Windows yang punya 2 button pada mousepad!

performance & Durability: aku make Mac Temenku, aku lupa Mac apa, tapi beeeuh, menyebalkan, gak cepet2 amat, biasa2 aja, apalagi sempet ngehank! lumayan sering crash! dan banyak feature yang gak guna buat aku, kemarin sempet CDnya macet, dan gak mau keluar, karena gak ada dealernya di Semarang, dia keJakata, ribet!. udah gitu aku tanya, “Ramnya gak di-upgrade aja nih?” dia bilang, “wah, males keJakarta den, gak berani bongkar sendiri, dealernya cuman dijakarta doang, lagian partnya lumayan mahal bro..!” begitu dia bilang

MacAir? C’mon! Laptop Setipis itu? ngapain? buat  aku yang sering dudukin laptop aku malah takut patah! meski kata orang Optical Drive jarang kepake tapi buat gue itu esensial! gimana bisa transfer bokep data2 penting yang sering gue backup lewat CD coba? belum kalo mau nginstall program yang kebanyakan lewat CD Drive! belum kalo mau nonton VCD bokep drama? gimana coba? make USB drive? iya sih sekarang lebih general dan lebih berkembang USB ketimbang Optical Drive, tapi MacAir cuman ngasih 2 slot! itu gak cukup buat aku!

yup! that’s what i adore and hate in Aplle! however memang semua ada baik buruknya tapi untuk mu Apple:

“kuakui tubuhku melunglai sempat kumemuji dalam hatiku jangan pikir aku kan mencinta ku hanya kagumi, hanya memuji” … – sebuah lirik dari Marcell & Shanty