angkot Super! -sebuah potret transportasi kita-

26 Apr, 2008

Akhirnya Semarang masuk koran Nasional! dan headline pula! tapi!!!! look at this picture: dari jawapos.com jumat ini, ya oloh! tuh supir angkot…!

to be honest gue ga tau harus simpatik apa ketawa, yang jelas sambil ngetik postingan ini gue ketawa gyahahaha! apa mungkin karena selama ini aku dendam banget yah sama supir angkot yang bahave nyetir mereka nggilani banget, ini nih akibatnya!, tapi itulah indonesia… kurang mementingkan keamanan dan keselamatan, kalau kata dosen saya Pak Idris, orang Indonesia itu DARWIS moDAR yo WIS! dasar orang Indonesia, kapan kita mau berubah…

tapi sisi simpatiknya adalah, si supir angkot ini berhenti sejenak untuk membantu menurunnkan penumpang yangb hendak berhenti, tapi gebleknya dia ceroboh dan lupa tidak menarik tuas rem tangan, akhirnya meluncur bebas lah si angkot, nothing can stop the angkot! hingga terjun bebasĀ  dan nyungslep ke dapur sebuah rumah di kawasan candisari Semarang. bayangin coba apa yang dirasakan penumpang-penumpang yang ada didalam angkot itu, mungkin jauh lebih menegangkan daripada naik jetcoaster di Wonderia (yang konon peralatannya udah berusia 15 tahun dan tak layak pakai) ada 5 orang yang berada di angkot itu ketika kejadian naas tersebut. alhamdullilahnya semuanya selamat. padahal ada kakek2 didalam sana…

self reflectionnya, ini adalah early warning system buat kita-kita yang ceroboh, karena kejadian ini gara-gara supir angkotnya ceroboh lupa menarik handle rem tangan ketika berhenti di turunan. kecerobohan kita orang lain yang kena so bad so bad…! jangan sampai deh kita mencelakakan orang lain.

lagi Denny menasehati diri sendiri agar lebih berhati-hati dan tidak ceroboh, promosi blog lagi aaah

cheers



Manusia dan ketergantungannya dengan teknologi

20 Apr, 2008

gue inget banget persis kejadiannya. tanggal 13, waktu itu hari sebelum acara YesTourday gawean Dedet sama miko, anak-anak Indie Semarang, pas itu hujan deras, gue lagi nongkrong sambil dengerin MP3 dikantor belakang DeZone dengan A*Note gue yang selalu gue banggakan. laptop Korea bisa bertahan 2 tahun dengan kelakuan binal pemiliknya, jatuh dari mobil pernah, kedudukin Pernah, terbanting karena kemarahan pemiliknya juga pernah, dan yang paling tragis, LCD kemasukanb AIR dan berusaha menghilangkan air tersebut dengan Korek api juga pernah, laptop itu selamat. tapi hari itu… dia tidak tahan lagi…

waktu itu aku lagi denger MP3 Jazz, as usual, sambil iseng-iseng bikin gambar di X-3 bajakan. pas itu Dedet ada di DeZone ngajak meeting soal persiapan Yestourday, langsung aja aku mengiyakan, dan kubiarkan A*Note ku tergeletak di lantai sambil memainkan lagu Jazz dengan Winamp, Hujan masih deras dan tambah Deras… Dedet mengajak ngobrol, dari persiapan Event sampe masalah cewe, selama 1 jam-an kira-kira, hujan belum berhenti, tiba-tiba ada hal yang aku ingat. fakta bahwa atap kantor belakang itu BOCOR! sekejap aku minta izin kekantor belakang, dan benar saja, kantor belakang telah tergenangi air setinggi 1.5 cm, kondisi laptopku tercolok ke Simbbada speaker dan sedang dalam keadaan charging di LANTAI YANG SEDANG TERGENANGI AIR 1.5 Cm!!! ajaibnya laptopku masih menyala dengan gagahnya, lebih dari itu, alunan Jazz tetap terdengar manis, padahal disebelah kiri laptopku, letak fan A*Note berada sudah kayak kapal speedboat, fan berputar terkena air, dan ada gemericik dari sana…

sekejap A*Note gue angkat, batere gue lepas! dengan sedikit panik namun berusaha terlihat biasa aku ke toko HandPhone tetangga diseberang jalan -IndeeCell- dan aku pinjam obeng kecil. segera aku bongkar laptop dan membuka semuanya, kulepaskan semuanya. ini bukan yang pertama, karena hobiku (baca: gratil -jawa) yang sering penasaran. jadi pernah laptopku kubongkar dan masih selamat, itu salah satu kelebihan laptopku lagi. sempat takjub karena ketika aku bongkar air sudah sampai pada hardisk bagian atas. gue mengumpat “mampus gue data gue ancur”. sejam aku membedah laptopku dan melapinya satu persatu, kupasang kembali dan ketika kunyalakan ada suara “syyiiip” dan akupun hanya terduduk pasrah… hari itu juga kubawa A*Note ku ke FRComp untuk menyelamatkannya, FRComp di daerah Semawis sangat saya rekomendasikan karena berhasil me-rebuild laptop teman saya yang kebakaran. dan voila! kembali seperti semula… tapi untuk kasus ini dia pesimis pak Ferry pemiliknya hanya berkata “kesempatan buat hidup 40% mas denny” kalaupun bisa nyala, ntar bisa konslet ditangah jalan, karena mungkin ada yang karatan. kalau udah gini mending beli baru… tapi saya coba dulu saja yah… tapi agak lama, hasilnya 2 minggu, biar selama 2 minggu saya blow dulu biar benar2 kering…

2 minggu kemudian kabar buruk mengabari saya dan menyatakan A*Note saya GameOver! jadilah saya manusia tak berlaptop terhitung dari tanggal 13 Maret hingga tanggal 16 April kemarin.

sebenarnya kisah laptop saya diatas baru sekedar intermezo dari postingan saya dengan judul diatas, hanya karena saya pelan-pelan curhat. huhuhu…

itulah manusia, kadang kalau sudah memiliki kadang kita akan merasa aneh kalau kehilangannya, example seperti ketila saya tulis “jadilah saya manusia tak berlaptop” seakan-akan menusia itu harus punya laptop dan kalo engga, ga bisa kerja, padahal bukankah dulu saya memang ga punya laptop? tapi ketika saya kehilangan laptop saya seakan saya kehilangan setengah dari otak saya, sungguh kita dimanjakan dengan teknologi, dan dibuat tergantung dengan teknologi. lantas masalah itu sering menjadi alasan kita tidak bekerja. entah itu ngerekap penjualan, update blog, jarang cek e-mail. argh…! padahal itu semua tidak harus pake laptop kan? pernah suatu ketika ada teman yang minta bikinkan design ke aku, aku bilang, “duh, aku lagi ga ada laptop nih, sini deh aku pinjem laptopmu dulu, atau ntar yah nunggu aku beli laptop baru” padahal kalo dipikir lagi, itu cuman alasan! di DeZone ada komputer, kalau mau update blog kan bisa kewarnet atau make komputer DeZone, tapi rasanya ugh! males banget, udah biasa duduk disofa dan nyenderin setengah tidur ke sofa sambil ngetik atau ngerjain tugas sambil dengerin “how Insensitive”nya astrud gilberto. kalo make desktop kan ga bisa kaya gitu, yang ada malah kita ketiban monitor kalo desktop dipegangin, dipangku dipaha. sungguh manja!

sama seperti bokap gue yang kelimpungan ketika ketinggalan hendpon ketika sudah didepan carefour untuk belanja bulanan, dia bisa memilih kembali kerumah yang jarak-nya 10 KM untuk mengambil handphone daripada merelakan ketinggalannya. kita semua sungguh dimanjakan dengan teknologi, dan dibikin tergantung olehnya… miss u my A*Note!

postingan tambahan:

dugaan kalo hardisk saya konslet ternyata salah, in the end laptopnya tetep rusak, dan akhirnya saya pretelin satu-satu, ini gambarnya:

laptop

dan juga otak dia sudah saya selamatkan, hardisk ATA 40 GB berisi file2 DeZone, AIESEC, dokumen pribadi, foto narsis dan alunan lagu2 Slipknot hingga Diana Krall sudah saya amankan dan disulap menjadi external hardisk yang dulu sempat saya saya impikan. (tak disangka impian tersebut terwujud dengan cara yang tidak saya sangka hikz-hikz)

Anote dan external hardisk


Diversity, but…

14 Jan, 2008

which way are you?

“Living in diversity” is a kinda living i want to live, i really love being in diverse…

dan di AIESEC dulu, saya tambah belajar banyak lagi mengenai hidup dalam kebersamaan. being Diverse is great! very great, ga seru juga kalo kita hanya hidup dalam satu komunitas yang satu type, satu kelakuan, satu sikap, it’s too monoton, ga ada variasinya, keberagaman itu sangat wajar, karena kita semua sangat beragam, tidak ada salah satu dari kitapun yang persis sama, Kelamin, kulit, tempat lahir, sifat, wajah, you name it… kita semua berbeda, even itu anak kembar siam sekalipun…! di Indonesia? Bhineka Tunggal Ika… berbeda-beda tapi tetap satu jua, disana kita tau kalo di negara kita pun menghargai yang namanya perbedaan, pun kita memang terdiri dari berbagai suku dan ras…

so… no doubt about Diversity… i enjoy it, really enjoy it, even i accept people who “i wish i never meet them” my tolerance can still accept them, yes! my tolerance, tapi toleransi ada batasnya man..! ok dalam yang namanya keragaman pasti ada perbedaan prinsip, pendapat, dan sudut pandang, dalam keragaman yang satu hal ini diperbolehkan dalam keragaman lainnya dilarang, hal demikian bisa dilebur dengan yang namanya TOLERANSI, tapi kembali toleransi ada batasnya, di tempatku lagi kedatangan tamu-tamu spesial sekaligus unik dibanding yang lain, terlebih karena gaya hidupnya yang mungkin dihujat oleh orang lain, tidak hanya orang lain, tapi juga Agama… hmmm… ok to the point, they are Gay, Homo, Queers atau istilah2 lain yang mewakili kelompok mereka, did i accept them? yes! why? is that business side? quite right coz i’m selling here… but that not a hunder percent correct, jauh lebih besar dari sekedar bisnis saya ingin menambah teman dari berbagai kalangan, mereka salah satunya, pada awalnya aku simpatik sama mereka, hingga suatu titik aku mengerti kenapa society kurang bisa mengerti mereka…

hari pertama ga ada masalah, mereka datang berdua, tidak ada yang salah, mereka datang propose tempatku buat dijadikan launching buku mereka, bukunya tentang Gay, saya sangat senang karena saya juga suka baca, it’s kinda bit cool karena topiknya kontroversial, disepakati launching book pertengahan januari, ok no problempo. tidak ada yang salah, kemudian mereka mulai bergerombol… gerombolannya awalnya sekitar 4 orangan, hmmm they came in couples, and they are man… kemudian lagi mereka datang dengan gerombolan yang lebih banyak, disini keanehan dan keajaiban terjadi, salah satu dari mereka yang aku kenal kalem banget orangnya, tiba-tiba menggila!!! they going wild, tiba2 aja menjadi seperti gerombolan yang menyebalkan, mereka berkicau, entah apa yang mereka bicarakan, mereka seperti perempuan, kalo bahasa merekanya sih istilahnya “ngondek” atau yang kita kenal Banci boooo… sampe2 saya hanya bisa meringis mendengar gelagak tawa mereka yang membuat aku merinding ketakutan… ok mereka ngerumpi waktu itu jam 23, tak ada konsumen lain, i still can tolerate them… kemudian, kesekian hari kedepan, keajaiban yang lebih lagi terjadi, mereka datang lebih banyak ada yang dari luar kota segala mungkin karena hari-H Launching buku mereka dah dekat, tapi keajaiban mereka semakin menggila! salah satu dari mereka yang banci abis tiba2 bilang, “kamu manis deh” ke aku…! GOD…! kenapa tidak Dian Sastro aja yang bilang gitu kegue…! aku cuekin aja, mungkin cuman seduce ngedoda yang biasa aja, standart banci laah… tapi kemudian harinya waktu aku menyuguhkan segelas kopi ke meja mereka aku digodain lagi, ketika itu banyak gay yang datang dan banyak dari mereka yang ngepriwitin gue dan banci yang pernah bilang gue manis bilang dengan kerasnya “Heyy…! He’s Mine!!!!” sambil sinis ke gay lainnya anjrit…!!!! pingin rasanya gue geplak pake nampan gue! i’m your’s? not even in your wet dream! males banget!

oke gue masih tolerate, meskipun sambil ngepalin tangan gue dibalik meja bar dan berkata dalam hati (awas yah, coba kalo mereka bukan konsumen gue…) ok, aku berusaha menenangkan diri… sabaaar… kemudian malamnya tampat gue rame banget, banyak orang datang ke tempat gue, dari banyak banget kalangan, dan mereka semua pada straight alias normal, dan keajaiban terjadi, Mereka (baca: para gay) berkicau…! mereka ngerumpi sampe teriak2 ga jelas, ok rame ga papa asal tau tempat gue nyantai sampe konsumen gue yang lain komplain ke gue dan dia bertanya dengan nada nyindir, “ini ada apa den, kok dibelakang rame banget?” (dibelakang mereka Gay club) “ada event yah?” gue tau banget itu pertanyaan nyindir, karena jelas2 hari itu gue ga bikin event di tempatku tapi emang ramenya udah kaya ada event duel gigs make sound 3000 watt… toleransiku pun konslet, udah batas maksimal toleransi gue, aku pun bilang sama temenku yang straight yang emang deket sama GayClub mereka dan bilang untuk Lower down Their Voice, ok it works… tapi tiba2 10 menit kemudian… HAHAHAHAHA, mereka kembali bersorak sorai ga tau apa yang mereka rumpikan… anjrit! kemudian semakin rame ternyata semakin banyak pelanggan, ada temen lamaku yang bawa temen sekantor mereka ke cafeku, it’s getting crowd dan ada satu orang yang cukup ganteng muka indo-jerman gitu, disini keajaiban yang paling ajaib terjadi… mereka segerombolan tiba2 mendekati tamu gue yang ganteng itu dan seduce them, sampe (kata temenku yang dari jakarta) dia freak out, ya iya lah…! digangguin banci masa kaga freakout… damn! gue didapur cuman bisa give a f**k finger to them tentu aja dibalik dapur… jam 24 pas lagi closing, temenku yang dari jakarta masih mau nyantai ditempatku dan dia cerita kalo dia keganggu banget sama gay-club karena selain ribut, mereka juga seducing alias ngegodain mereka, anjrit…! gue cuman geleng2 kepala, ok, toleransiku habis…! ok perbedaan adalah hak, tapi juga ada kewajiban yaitu menjaga hak orang lain, disini mereka telah merampas hak orang lain, konsumen gue yang lain, aku dah ga bisa toleransi lagi, gue ga ngusir mereka tapi aku cuekin mereka, terlalu capek gue ngehadepin mereka, ok selling mereka gede, belanja mereka juga udah contribute ke Kas gue tapi Brand gue gimana? gue ga mau memiliki imej tempat nongkrong gay, mampus gue..! it’s not about they are gay tapi behave mereka yang ga tau tempat… ada temen gue yang gay, tapi dia cuku bijak untuk “tau tempat dan waktu” dan menjaga hak orang lain, dan dia cukup dewasa, tidak se-childish gay ditempat gue, apa mereka baru keluar “parah”nya kalo dah bergerombol yah? karena kalo mereka dateng sendiri atau berdua nyantai aja ga gila…

pas hari-H launching buku dimulai, dan gerombolan gay yang jumlahnya lebih massiv lagi datang, aku ada janji sama temenku dan dia mau ke Dezone, tapi dia tiba2 bilang ditelpon “kamu keluar aja yah, didalem ada mereka (Gay) to? males aku ik” gue cuman bilang “…………” speechless. 2 hari ini merka ga nongol and i hope not…! again aku terima diversity, tapi kalau itu mengganggu hak orang lain no thank’s deh, ok mereka pelanggan gue juga, tapi kehadiran mereka mengganggu pelanggan gue yang lain, sorry to say i don’t accept you guy’s again… not you, not your society, but your behave, please behave more when you are in public room, kalo di Hotel silahkan aja menggila!

Diversity is cool, but don’t disturb others right… Sorry kalo ada temen2 Gay yang baca, mostly Sorry kalo “BR” dan kawan2 baca blog ini, you still welcome in my place…. with better behave…

dan terakhir, Har… i’m bloody hell straight!!! don’t you dare to say “he’s mine” again or else…!