aku, dia, orang lain dan hatiku…

17 Jun, 2009

Ketika aku sayang dia dan aku cinta dia tapi aku tidak suka apa yang ada pada dirinya.. Egois? Atau aku tidak menerima dia apa adanya? Ketika kekurangan itu bersifat tangible, aku ga masalah, namun ini intangible, sesuatu yang mengakar, sifat, watak, yang mungkin, Banyak orang memang ga suka..

Ketika aku melihat apa yang tidak ada pada dirinya ada pada orang lain.. Ketika aku bersama orang lain tersebut.. orang lain itu bercerita dan dia menunjukan bahwa dia bercita-cita persis seperti apa yang ingin aku menjadi. Dia beride sama seperti ide seperti aku pikirkan.. Dia menunjukan sifat-sifat wanita yang mana sifat itu yang aku butuhkan… Lantas apakah aku menaruh hati padanya? Aku tertarik padanya? Secara normal dan secara logika harusnya aku menjawab iya, tapi kali ini tidak…

Ketika itu yang aku pikirkan adalah dia… Dan tiap kali dia menunjukan kelebihannya itu aku berandai melalui mata si orang lain tersebut, andaiku berangan, seandainya dia memiliki sifat orang lain itu, seandainya dia bisa berpola pikir seperti orang lain tersebut itu, seandainya orang lain itu berwujud dia, bukan aku menyayangi hanya fisik dia, namun bukan pula jika aku mengatakan aku senang dengan sifat dia. Aku tidak mengerti, mungkin yang aku sayangi adalah jiwanya…

Ketika hal ini seharusnya normal, aku akan menaruh harapan, harapan kepada si orang lain itu, harapan yang persis ketika orang lain itu berujar “den, kamu tuh harusnya nyari pendamping yang bisa mengatur hidupmu” dia berujar seakan dialah orang yang bisa membantuku menata hidup, dan memberikanku sepercik harapan, bahwa orang seperti itu ada, ada didepanmu sekarang ini… Ketika itu normal, aku memberi harapan pada si orang lain itu, harapan dimana aku bisa belajar banyak dari dia dan belajar banyak tentang hidup, yang saling mendukung dan saling menopang… yang saling tergantukng antara satu dan lainya…

Namun apa yang terjadi kali itu.. Aku menaruh harapan, bukan kepada si oranglain itu, bukan kepada orang yang senormalnya itu yang aku beri harapan, bukan! Tapi harapan dimana dia bisa menjadi orang lain itu. Harapan dimana dia bisa berkata-kata bertutur, berpikir dan be-ride seperti si orang lain itu.. Harapan dimana dia bisa menjadi si orang lain itu…

Ketika itu aku berpikir aku bisa menunggumu selamanya lebih sehari untuk melihatmu berubah… Ketika itu aku berpikir akan melakukan apa saja untuk dia menjadi si orang lain itu.. Aku berpikiran itu semua persis dimata si orang lain itu.. Ketika aku menatap mata si orang lain itu… ketika Aku berkelakar, aku lepas bercerita dengan si orang lain itu dengan bayang-bayang dia dibalik si orang lain itu.. Berharap bayangan itu menjelma menjadi sesuatu yang nyata dan terjadi.

Aku tidak normal…

Aku selalu punya alasan untuk tidak sakit hati, seberapapun eksplisitnya perlakuan yang dia beri kepadaku, pun tidak eksplisit, itu terasa nyata dibalik hati ini. Paling tidak aku merasakannya sehingga aku tau bahwa aku mengerti aku merasakannya, aku jujur dan aku tidak sedang membohongi diriku sendiri…

Alasan itu berkata, dia masih muda, masih belum siap berpola seperti itu, alasan itu berkata, dia memang bukan orang yang berpikir seperti itu, manusia diciptakan berbeda bukan? Alasan itu berkata, pengalaman dia belum cukup.. Alasan itu juga menuduhku, bahwa aku yang salah, bahwa aku yang seharusnya membuat dia lebih baik, bukan hanya diam saja melihatnya seperti ini.

Alasan itu terlalu banyak, aku bisa saja menciptanya beberapa lagi. Namun yang paling sering membuatku banyak tak beralasan adalah.. Alasan itu berkata, aku sayang padanya, sayang yang sepatutnya aku terima dia apa adanya, aku memaklumi semua kekurangannya, meski kadang logika ini sering berkilah, apa dia memaklumi kekuranganku? Apa dia menyayangku kembali? Apa dia mau perduli sama aku, apa iya perasaan kita sebanding, pun tidak, rela lah aku mengejar dia.. Melumatkan ambisiku dan cita citaku untuk dia? Logikaku berkata aku bodoh, tapi alasan itu berkata kamu sayang dia…
Aku sedang tidak mengenal siapa aku, karena aku tidak tau apa yang terjadi, apa yang sedang aku alami dan apa yang sebenarnya aku butuhkan. Sering logika ini berkata, dia bukan yang aku butuhkan, orang lain itu yang ada diadapanmu ini mungkin yang sebenarnya aku butuhkan, orang lain itu yang seharusnya aku sayangi, aku sayangi dan menyayangku kembali, yang aku sayangi dan kita sama-sama menyayangi cita-cita kita, yang aku sayangi dan membutuhkan aku, membutuhkan untuk aku sayangi, membutuhkan untuk ada di pundaknya selalu, membutuhkan seperti halnya aku membutuhkan dia

secara tertulis apabila aku bikin dua bagan dimana aku membandingkan antara dia dan orang lain itu, banyak alasan-alasan manfaat yang bisa aku tuliskan dalam daftar si orang lain itu, alasan-alasan itu tidak sebanyak alasan yang bisa aku tuliskan dalam daftar dia.. Tapi kalau boleh aku berikan bobot, aku berikan bobot 1-2 pada alasan alasan bermanfaat itu… Dan akan kuberikan bobot 1000 pada satu alasan yang juga aku berikan kepada dia, alasan itu adalah “sayang” dan sekejap, kembali dia yang memenangkan hati ini.. aku rasa ini bukan perkara kuantitas dan kualitas. Ini adalah perasaan…

Seperti aku bilang, aku sedang tidak mengenali diriku sendiri, aku sedang tidak mengerti apa yang dibutuhkan olehku, kebutuhan yang secara normal aku butuhkan ada di orang lain itu, kali ini yang aku butuhkan adalah dia, bukan orang lain itu, bukan pilihan secara yang jelas-jelas, secara eksplisit ada di alasan-alasan manfaat yang ada di orang lain itu…

Aku bingung bimbang
Yang ada membutuhkan dia, bukan orang lain itu, aku melihat dia di mata si orang lain itu, Aku membutuhkan sesuatu yang jelas tidak aku butuhkan, secara manfaat. Dan aku merasa tidak membutuhkan sesuatu yang jelas jelas aku butuhkan. Seketika aku merasa bodoh, merasa salah, merasa dungu, namun ini terasa benar, dan baik-baik saja…

Jadi salah aku? Salah hatiku? Salah perasaanku? Jika dicari yang salah, Salahkan mereka semua… Yang ku tau aku merasakannya, sehingga aku tau aku tidak membohingi diriku sendiri..

Apa yang aku harus lakukan ketika ada dia dan ada orang lain itu? haruskah aku memilih orang lain itu dan mencoba mengelabuhi rasa sayangku untuk kebutuhan jasmaniku? Atau aku membunuh jasmaniku dan memeberikan perasaanku? perasaan yang aku butuhkan? Semuanya tidak benar aku tau itu.. Tapi aku tidak mau abu-abu, aku tidak mau tidak memilih dan tidak menjadi orang..

Seperti yang aku bilang, aku tidak mengenali siapa aku sekarang…

Iklan

cinta, tai, dan cokelat

16 Mei, 2009

apa itu cinta? well… aku tak tau pasti, dulu waktu di bandung, sering aku berkelakar dengan teman pria-pria tak laku semasa itu “mending miceun-tai daripada mencintai” miceun itu artinya membuang.

mungkin karena ada unsur “tai” setelah “mencin”, sehingga rasa dari kata cinta yang kata orang-orang indah menjadi seperti tai, sudah cukup banyak bukti-bukti ke-tai an mencin, alah…! paling itu mah cuman loe aja den, well… berarti aku orang yang cukup beruntung bisa sial selama pengalaman gue bercinta, karena cinta dan mencinta terkadang terasa seperti tai. ya… mendingan micen tai daripada mencintai.

kalau ada kata orang yang berusaha bijak, mereka berkata, mencintai is about memberi, memberi dan memberi, tidak berharap kembali, kalo kata dia, “jangan terlalu banyak berharap, nanti sakit hati sendiri”, mungkin dia tidak mau saya sakit hati karena dia tidak mau saya berharap dari dia, agar dia selalu bebas tidak ada komitmen dan ya.. saya makan hati. ya.. paling tidak setingkat lebih baik daripada orang yang bermain-main hati, kata orang baik lagi, mencintai itu tulus dan ikhlas… apa itu ikhlas? kalau si raja berteori, ikhlas itu kayak lu boker, lu punya tai yang harus lu keluarin, setelah lu keluarin lu ikhlas… ga berharap tai itu kembali ke perutlu, dan lu segera melupakan tai itu…

ada orang yang iri dengan hubungan seseorang yang merasa dunia sudah milik berdua, orang sirik itu menjuluki pasangan itu “tai dan kentut”, tidak terpisahkan, cacian? atau karena cuman iri saja?, karena mereka bercinta dan kamu nelangsa? karena cinta? karena tidak pastian? katanya kamu eksak? katanya eksak itu pasti? dan sosial itu abstrak? cinta itu kan sosial? tapi jiwa ini menuntut eksakta dalam bercinta, eksakta yang berkata 1+1=2 bukan 1+1=0, bukan giving adalah hope, tapi giving adalah respon.

jadi cinta itu tai? perlu tersampaikan, tapi lu harus ikhlas, dan harus segera dilupakan? well… aku tidak se rigid itu, alasan “STD”-nya, saya juga manusia yang punya rasa..

jadi cinta itu tai? ga tau cukup mewakilkan atau tidak, tapi kebanyakan temen saya yang berhubungan dengan mencin, selalu berkata “tai” entah tai itu dibahasakan dengan mellow, dengan melankolis, dengan puitis, atau dengan jujurnya “TAI…!”, bahasa-bahasa tai itu tertulis menghiasi status YM, status Facebook, curhatan curhatan di sms, telpon, atau milist. bisa juga di blog, atau notes, seperti yang anda baca ini…

jadi cinta itu tai? lantas mengapa film-film itu bercerita tentang ke-tai an? mengapa novel, cerpen, dan puisi itu menulis tai? mengapa lagu-lagu itu menyanyikan ke-tai an? atau karena tai itu terasa indah karena cinta? karena lagu patah hati bisa menjadi indah, apa karena tai? mengapa mereka mengumbar ke-tai-tai-an yang ada dalam mencin? apa mereka tidak terpisahkan?

sialnya lagi, orang-orang pada bilang “kalo lu jatuh cinta mah, tai kotok juga bisa jadi cokelat” dan akhirnya bias lah semua ini, kabur lah semua ini, inikah tai rasa cokelat, atau tai yang kau ucapkan dengan lantang? “TAI..!!” atau mungkin tai itu cokelat? cuman karena patah hati, cokelat itu berasa seperti tai, bagaimana jika “kalo lu patah hati mah, cokelat juga bisa jadi tai?!?” cuman di luar, banyak orang yang berkata “TAI…!” dibanding berkata “COKELAT…!”

jadi cinta itu cokelat apa tai?


Jealousy does burn…

14 Mei, 2009

 On the day that you were born 

 The angels got together and decided 

 To create a dream comes true 

 So they sprinkled moondust in your hair 

 Of gold and starlight in your eyes of blue 

 That is why all the boys in town 

 Follow you all around 

 Just like me 

 They long to be 

 Close to you 

 yeah sometimes beauty killing me… 

 

 somehow i wish i could wish that only me could see your beauty, so no body wanting you, nobody adore you, no body obsessed with you. 

 is it is? or it’s just me to say? i don’t know… i’m just jealous! 

 jealousy that burns me…

 

ps: this post will be erased in 7 days… happy reading my curhat….


Sedikit rangsangan menulis…

09 Mei, 2009

entah kenapa, akhir-akhir ini tiba2 tidak ada ide niat untuk menulis, padahal insiprasi sering melintas, mungkin saya sudah lupa menulis, terakhir saya menulis adalah pada sebuah rubik di majalah AIESECly Yours, saya menulis yang juga melengkapi tugas saya sebagai Editor-In-Chief wannabe.

mungkin saya perlu sedikit merancau dalam sebuah postingan dalam blog saya, untuk sekedar rangsangan menulis, aha…! sekarang saja saya sudah tau ingin menulis apa, ternyata sebuah postingan  asal absurd ini cukup membantu :-D.

ya mungkin membantu untuk saya, tapi mungkin menggangu buat orang yang membaca tersasar di blog saya ini.

terimakasih telah sedikit meluangkan waktunya untuk membaca postingan tidak jelas ini…


A Hard Day’s Night

12 Feb, 2009

Jemu

Ku jemu dengan hidupku yang penuh liku-liku
Bekerja di malam hari tidur di siang hari
Kurasa berat kurasa berat beban hidupku
Ku tak tahu ku tak tahu ooo ku jemu

Kerja keras bagai kuda dicambuk dan di dera
Semua tak kurasakan untuk mencari uang
Kurasa berat kurasa berat beban hidupku
Ku tak tahu ku tak tahu ooo ku jemu

Kurasa berat kurasa berat beban hidupku
Ku tak tahu ku tak tahu ooo ku jemu
heee ku jemu

 

judul beatless lirik koe plus… 2 lagu yang sama, dari band yang me-legenda pada porsinya masing masing..

 

akhir-akhir ini aku ngerasa payah banget, capek, badan rasanya terkuras habis… ngurusin 3 tanggung jawab memang tidak gampang, warung bakso, Cafe, dan majalah. seperti banyak nasehat yang saya terima sebelumnya, be FOCUS den…! yup gue harus fokus, tapi kadang terlalu fokus pada satu hal membuat saya bosan, yes! i’m a moody person, gampang bosen dengan keadaan yang terlalu statis, jadi ketika ada kesempatan, hajar bleh! i’ll grab that opportunity and make it something! it’s ok kalo semuanya berjalan baik2 saja, tapi apa yang terjadi apabila 3 tanggung jawab itu  menuntut secara bersamaan? gampang ditebak, KACAU!!! menjadi owner&operator di Cafe The Crowd dan di warung bakso Sedep Roso bukan hal yang mudah, ditambah  tugas Pemimpin Redaksi dari Majalah AIESEC, fyuuuh..! complicated! when it;s cames to the peak, it’s really a hard day’s night! dan kujemu!!!

 

rasanya mau mati saja… (up’s i did whining again, gosh!!) untuk orang se moody aku hal pribadi  bisa mengkontaminasi profesi, dan ini ada masalah pribadi lagi ikut2an… sebenernya ga begitu masalah, hanya saya yang mempermasalahkan, masalah apa? well… ada temen saya yang bilang, kalo masalah pria itu cuman 2, UANG dan CINTA, well…. if bussiness haunted me and i have others to haunt me, then you know what it is… but i’m on my way to fix it, well i think it’s already fixed!

jangan mengira aku sudah hidup enak, tidak tidak, aku belum merasakan hasilnya, coz i’ve been working like a dog, hasilnya kadang masih belum bisa memuaskanku, tapi aku lihat titik terang, suatu checkpoint yang akan aku langkahi, dimana aku akan menikmati hasilnya, tinggal sedikit lagi den…!!!

and you know what? most people are give up just a step away from they success…! so??? why give up??? i’m straight forward…!!!


i have no reason to…

21 Nov, 2008

one day i found myself bewailing, mourning on myself, whined on me…

think of lotta thing, problem, debt, my personal problem. the “why” always haunted me, and i found a thousand reason to complaing, to whining, something to mourned to.

feeling guilty, feeling unlucky, feeling all my effort has nothing to worth…

then suddenlly, a beggar came to me, begging for my money, begging for my pittyness… feeling disturbed i spontaneously reject her, she walked away and begging for the same thing to people around me. just a second after it, regret come to me for rejected her, it made me think…

 

Hey Den…! man up!, look at you! look at yourself!, look what you wear?, what you just dine?, what you drive?, where your study? what is on your pocket? what is in your wallet? look what you achive?

you have income! you have mother who you complained to, you have father who you can asked to, you have brother where you can shared joy to, you can sleep well, life properly!

 

then i found myself in great thanked

coz i have no reason to complain, to whine, to bewailing…


Bandung, The Spending City

28 Agu, 2008

menyambung postingan saya sebelumnya, kota Bandung…

tidak seperti dulu, kota ini boros sekali, sungguh berbeda dengan dulu, apa mungkin saya kelamaan di Semarang yah? apa karena perbedaan budaya dan perbedaan ekonomi? atau perbedaan masa, inflasi mungkin…

dalam semalam kota ini bisa membuat saya bangkrut, karena males masak sendiri saya beli Nasgor didepan rumah, pas mau bayar, “seberaha a?” 9000 sep, jawab si mang nasgor, sedikit kaget saya bayar nasgor itu. karena merasa mahal saya mencoba ke rumah makan yang lebih sederhana dengan berharap sesuatu yang lebih ramah biaya, nasi rames Hati Ayam harganya 7000, well, sudahlah… sorenya saya ke Paris Van Java, try to have some pleasure, mobil saya parkir dan mobil Twincam saya serasa paling oldies…! paling butut, ada yang bawa Ferarri, ada Mercy SL, paling engga mobil keluaran 2000 keatas semua, main ke  coffeeshop, saya bayar segelas kopi yang rasanya kok masih enak punya DeZone bagi saya seharga 25.000, asem! kalo gue buka kafe di Bandung pasti cepet kaya nih….! setelah itu ke blitz megaplex untuk nonton The Mummy, bayar 25.000 untuk tiket menonton, sepulangnya bayar parkir 9000! yup! disini parkir sudah perjam semua hitungannya, jadi kalo parkir lama nongkrong gitu, bayarnyapun nauzubillah… beli pulsa, beli rokok, beli Es buah, Angkot, Parkir, semuanya  serasa mahal disini,

mungkin kalo orang bandung baca bakal bilang “kunaon kitu? da biasa wae atuh”

tapi berhubung saya sekarang orang semarang saya bilang “utekke…! luarangmen dez!”