berseri dalam memori

18 Sep, 2009

aku sudah bilang “andaikan saja ini semudah menghapus hardisk” ternyata tidak semudah itu, sudah kubilang juga dalam pikirku “suatu yang indah ada bukan untuk dilupakan, tapi untuk dikenang”, kadang aku tak mengerti, ceritera seindah ini kok Ingin diingkari, ingin di tiri disimpan dikiri dan disisikan dalam hati. kadang satu keadaan yang lebih realistis memaksa kita untuk membuat suatu yang terasa benar menjadi tidak benar, dan membuat suatu yang nyaman seakan tidak nyaman, sehingga membisu,buta,tulikan suatu yang ingin dilakukan menjadi enggan dilakukan, terkadang gengsi berbicara menahan, atau si realistis mencoba ambil kendali, sehingga aplikasi lirik lagu grup musik balad ceria yang terdengar naif dan jujur polos itu seperti susah dilakukan, katanya “do what you wanna do, say what you wanna say don’t be afraid” so what’s scare you? Prestige!? Reality!? Kadang lucu, mem-faktai keadaan yang ambigu, sehingga kamu harus mengambil konklusi sendiri? Seperti anomali paradox dari penjual beras ketan yang kelaparan… Ya, sama anehnya dengan ahli komunikasi yang tak bisa berkata “mari”, akhirnya konklusi diri pun berinisiatif sendiri…

Hey, mengapa tak ada yang menegurku kalau aku berliku, kembali ke tadi, memori memang sisi dikenang, tidak untuk dibuang. Mungkin lebih mudah mencari jam genggam yang hilang digelang, meski tampak basi, aku bisa melihat seri yang sembunyi dan rapi kau simpan dalam hati, sehingga kau sembunyikan sisi seri dari sikapmu dan kau hilangkan jam penggirang itu, si perfeksionis geulis yang kehilangan kesempurnaanya, sama si pelupa ini yang suka lupa kalau dia pelupa kala mengingat cerita bahagia itu. Setiap jengkal kota banjir ini ada saja yang bisa kuceriterakan, memori indah memang untuk diceriterakan, beberapanya mungkin telah dan akan aku ceriterakan disini, dalam bentuk cerpen mungkin, tulisan acak mungkin, dan mungkin menjadi suatu yang terdengar indah untuk dibaca, biarlah terbaca abstrak karena naskah aslinya biar si mpunya blog dan Tuhannya yang paling mengerti. Seperti bajay, yang hanya mpunya bajay dan Tuhan yang tau kemana dia berliku…
Memori indah juga tidak bisa menjadi sampah, se sumpah serampah apapun kamu sumpahi itu akan tetap indah, kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri, kadang aku juga bingung, betapa hobinya orang-orang itu membohongi dan menyiksa diri mengingkari yang baik itu, seperti aku bingung, mengapa pula aku melakukannya…
Jadi ceritera indah akan tetap indah, yang membuatnya tidak indah adalah sudut pandangnya, dan sedikit realita, realita bisa membungkam kenyataan dihati, paradox memang tapi itu yang terjadi. Ceritera indah memang indah, meski terpentok realistik yang membuat harus kau ingkari keindahan itu dan kau simpan sendiri dalam hati, tapi dia tetap indah tak teringkari.. Sehingga di dalam hati ini, aku buat ceritera indah ini berseri-seri dan aku tokoh utama yang selalu menang, dan mungkin kubawa dalam mimpi, dan aku menari berseri di sisi mimpi ini.
Ceritera memori Indah selalu indah, jangan diingkari…

Hey, mengapa tak ada yang menegurku kalau aku berliku, kembali ke tadi, memori memang sisi dikenang, tidak untuk dibuang. Mungkin lebih mudah mencari jam genggam yang hilang digelang, meski tampak basi, aku bisa melihat seri yang sembunyi dan rapi kau simpan dalam hati, sehingga kau sembunyikan sisi seri dari sikapmu dan kau hilangkan jam penggirang itu, si perfeksionis geulis yang kehilangan kesempurnaanya, sama si pelupa ini yang suka lupa kalau dia pelupa kala mengingat cerita bahagia itu. Setiap jengkal kota banjir ini ada saja yang bisa kuceriterakan, memori indah memang untuk diceriterakan, beberapanya mungkin telah dan akan aku ceriterakan disini, dalam bentuk cerpen mungkin, tulisan acak mungkin, dan mungkin menjadi suatu yang terdengar indah untuk dibaca, biarlah terbaca abstrak karena naskah aslinya biar si mpunya blog dan Tuhannya yang paling mengerti. Seperti bajay, yang hanya mpunya bajay dan Tuhan yang tau kemana dia berliku…

Memori indah juga tidak bisa menjadi sampah, se sumpah serampah apapun kamu sumpahi itu akan tetap indah, kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri, kadang aku juga bingung, betapa hobinya orang-orang itu membohongi dan menyiksa diri mengingkari yang baik itu, seperti aku bingung, mengapa pula aku melakukannya…

Jadi ceritera indah akan tetap indah, yang membuatnya tidak indah adalah sudut pandangnya, dan sedikit realita, realita bisa membungkam kenyataan dihati, paradox memang tapi itu yang terjadi. Ceritera indah memang indah, meski terpentok realistik yang membuat harus kau ingkari keindahan itu dan kau simpan sendiri dalam hati, tapi dia tetap indah tak teringkari.. Sehingga di dalam hati ini, aku buat ceritera indah ini berseri-seri dan aku tokoh utama yang selalu menang, dan mungkin kubawa dalam mimpi, dan aku menari berseri di sisi mimpi ini.

Ceritera memori Indah selalu indah, jangan diingkari…

Iklan

Free-Man Entrepreneurship

28 Nov, 2008

Kalau Menurut saya, Entrepreneurship itu adalah seni, ada  yang bilang seni mengelola uang agar uang bisa mencari temannya, didalamnya juga ada seni mengelola manusia agar bisa melipatgandakan uang yang kita tanamkan. ada juga yang bilang Entrepreneurship itu adalah seni merampok uang orang dengan sukarela mereka….

 

jadi aku lebih setuju menyebut Entrepreneur itu sebagai seniman, Seniman yang baik bekerja berdasarkan intuisi mereka, dia tidak tergantung, independen, dan menolak ketergantungan, menolak kemapanan. dia bekerja berdasarkan karya mereka secara riil, dan bayaran dari apresiasi hasil karya mereka, bukan upah, bukan pula gaji. Seniman itu menolak berada di SafeZone terlalu lama, karena itu akan menghambat kreatifitas mereka, maka, mereka cenderung membuat terobosan, meski pasar belum tentu menerimananya, kata mereka bodo amat, yang penting saya berkarya…

 

Menarik yah? kalo seniman itu orang bebas, bisakah kita mengartikan mereka free-man?  freeman itu kata dasar dan kata mula dari Preman, nah, ada cara unik dalam ber free-man entrepreneurship ini, baik buruk silahkan anda yang menghakimi…

di Surabaya, ada Preman yang memiliki lahan banyak, saking banyaknnya pendapatan dia udah ga bisa lagi dipandang sebelah  mata:

http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=5373

cara dia ber-entrepreneurship adalah dengan pengaruh, dan dengan kepercayaan, dan leadership tentunya, hanya pake plus-plus, plus otot, plus golok dan plus dekeng atau beking. cara menginvestasikan pada setiap lahan usaha mereka adalah dengan cara perebutan kekuasaan, dengan perang dulu pasti, dan kalau menang, lahan investpun didapat, setelah memiliki lahan investasi, penghasilanpun bisa dikumpulkan, dengan gertakan tentunya… untuk beberapa free-man ambisi menguasai lahan lain sudah pasti ada, expansi usahapun bisa mereka lakukan, bukan diversifikasi, bukan extensifikasi, bukan pula inovasi,  tapi dengan agresi, kalau sudah begini, modal darah hingga nyawapun bisa dipertaruhkan.

 

menarik kuadrat bukan? kira-kira bisa disamakan gak antara konventional entrepreneurship dengan freeman entrepreneurship? sama-sama keluar dari comfort Zone, (especially freeman), diperlukan managemenship dan leadership (terutama lagi freeman, pengaruhnya harus tinggi), sama-sama berusaha ber-ekspansi untuk menambah income mereka, yang satu make inovasi dan yang satu make agresi….

 

mau pilih yang mana?


22nd Lap of my life

14 Nov, 2008

udah lama ga ngeblog… mungkin dah hampir sebulan kali yah, sekali lagi, bukan tanpa alasan kulupakan blog ini, bukan kulupakan sebenarnya, kutinggalkan sejenak karena ada sesuatu yang harus diurusin, just a side post aku buka usahaku kedua, sebuah warung bakso di Jl. Atmodirono No.3-A, it is Sedep Roso, and Sedep Roso was Apadoeloe! nerusin usaha mas Bram…

diluar prediksi sebenarnya aku bisa buka usaha keduaku, dibanding DeZone aku lebih enjoy dalam ngediriin usaha  ini… mampir yah kesana hehehe…  yup! cukup menyimpang dalam judul post, then back again, 22nd lap of my life, what did i achieve, what did i fail… so much to review so much to thanked also so much to regret…!  my 22nd year is great! the milestone is Sedep  Roso! aku buka Sedep roso tepat pas tanggal ulangtahunku which is 4 November 2008 YEAAAH….!!!! 

kenapa? dengan harapan aku bisa menghargai usahaku yang ini seperti aku menghargai hidupku!


Seorang Dosen & Kelasnya, Seorang Teman, ibu & anaknya

22 Sep, 2008

pada sebuah kuliah di Kampus saya, seorang dosen mengatakan hal yang mungkin kerap diucapkan dosen-dosen berkapasitas standart lainnya, kira-kira seperti ini:

kelas ini payah! bagaimana sih? masa teori ini tidak ada yang mengerti?, bukankah saya sudah sering menjelaskan ke kalian semua? -seraya menyalahkan mahasiswa yang diajarkannya-

 

ada perkataan bijak begini:

“sebenarnya ketika kita menunjuk ke sesuatu, mungkin jari telunjuk mengarah kedepan, tapi lebih banyak jari yang menunjuk ke anda sendiri”

kira-kira tafsirannya adalah sebelum menunjuk ke sesuatu (blame & execuse) coba koreksi diri sendiri dulu, untuk kasus seorang dosen & kelasnya itu kira-kira siapa yang salah? mungkin bisa dibandingkan dengan cerita ini:

suatu hari ada teman mengeluh, dia merasa sering dijauhi sama orang dan menanyakan kepadaku, apa & siapa yang salah? lantas dijawab: “yang  tau cuman kamu, coba perhatikan, jika hanya 1-2 orang menjauhimu, biarkan saja dia, mungkin dia iri sama kamu, tapi jika banyak orang yang menjauhimu, kira-kira siapa yang salah? kamu apa mereka?” sebuah pertanyaan yang bisa dimengerti tanpa dijawab…

lantas siapa yang salah dalam cerita dosen dan kelasnya tersebut? kalau tidak ada satupun mahasiswanya yang mengerti, -semoga bukan excuse saya sebagai mahasiswa- mungkin cara mengajarnya yang kurang baik, atau komunikasi beliau kurang dapat diterima sama mahasiswa kebanyakan, atau frekuensi beliau terlalu tinggi untuk dicerna pemikiran mahasiswa, kalau begini siapa yang sebaiknya beradaptasi? seluruh kelas pada satu dosen? atau seorang dosen yang mengadaptasi kepada suatu kelas? seorang dosen bijak tentu bisa mengerti jalan terbaik.

 

jadi ingat iklan tentang percakapan seorang ibu dan anaknya yang baru pulang sekolah: 

si anak: mah, tau gak ma, di kelas ade ada anak yang nakal mah, masa dia tuh cerewet, udah gitu comel lagi mah, udah gitu dia sering nakalin temen cewe lagi mah, kan nakal ya mah, udah gitu dia tuh curang mah, trus dia kalo ngomong suka dilebih-lebihin, suka menceritakan kejelekan orang lagi mah, padahal kan ngomongin kejelekan orang lain itu dosa kan mah ya? kok ada sih ma orang kayak dia? gak tahan ade sama dia…

ibunya hanya tersenyum kecil dan menjawab: ada orang kayak gitu, ini dia orangnya “seraya memberikan cermin ke si anak”


Cara Pemerintah berkerja

22 Mei, 2008
Dahulu kala di disebuah negeri antah berantah. Diriwayatkan sebuah konglomerat kaya memiliki sebidang tanah yang sangat luas dan dibiarkan kosong. Sang pemilik takut jika tanah tersebut diambil oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Dan demi menjaga tanah tersebut, sang pemilik menyewa seorang satpam untuk menjaganya.
Tapi kemudian sang pemilik berpikir ”kita menyewa seorang satpam, dia disana menjaga tanah kita, sedangkan kita disini. Siapa yang menjamin satpam itu bekerja menjaga tanah kita?” kemudian sang pemilik membentuk devisi pengawasan sebanyak 4 orang yang bertugas mengawasi sang satpam tersebut.
Kemudian pemilik tanah berpikir lagi, ”bagaimana devisi pengawas tersebut dapat bekerja maksimal jika tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan tugasnya?” maka dibangunlah sebuah rumah disekitar tanah kosong tersebut sebagai kantor devisi pengawas, lengkap dengan fasilitasnya, prabotan, listrik, air, telepon. Agar kapan saja dapat melaporkan hasil pengawasannya kepada pemilik lahan.
Karena banyaknya pengeluaran-pengeluaran yang harus dibayar, sang pemilik tanah merasa kerepotan dalam mengurus biaya-biaya yang harus dibayar. Maka dibentuklah devisi administrasi yang tugasnya mengurus semua keuangan, mulai dari membayar tagihan listrik, air, telepon maupun gaji pegawainya.
Enam bulan berlalu, dan ternyata sang pemilik tanah merasa pengeluaran yang ada sangatlah besar, sehingga perlu dilakukan perampingan biaya untuk menghemat pengeluaran. Dan dalam rangka penghematan itu maka dipecatlah sang satpam.
moral of the story:
yah.. memang ga se-dramatis ini kondisinya, tapi kadang pemerintah kita aneh, kok hobi sama ke-birokratifan, yang seharusnya bisa dikerjakan sendiri kenapa harus dibentuk departemen sendiri? yang bisa diselesaikan sebentar kenapa harus dilakukan peninjauan berkali-kali. ah… ada-ada saja. jangan ikut-ikutan pemerintah yak! ntar kasian negara kita, apa nanti kata dunia?
PostBlog:
thank’s angga atas meteri-nya 🙂

Manusia dan ketergantungannya dengan teknologi

20 Apr, 2008

gue inget banget persis kejadiannya. tanggal 13, waktu itu hari sebelum acara YesTourday gawean Dedet sama miko, anak-anak Indie Semarang, pas itu hujan deras, gue lagi nongkrong sambil dengerin MP3 dikantor belakang DeZone dengan A*Note gue yang selalu gue banggakan. laptop Korea bisa bertahan 2 tahun dengan kelakuan binal pemiliknya, jatuh dari mobil pernah, kedudukin Pernah, terbanting karena kemarahan pemiliknya juga pernah, dan yang paling tragis, LCD kemasukanb AIR dan berusaha menghilangkan air tersebut dengan Korek api juga pernah, laptop itu selamat. tapi hari itu… dia tidak tahan lagi…

waktu itu aku lagi denger MP3 Jazz, as usual, sambil iseng-iseng bikin gambar di X-3 bajakan. pas itu Dedet ada di DeZone ngajak meeting soal persiapan Yestourday, langsung aja aku mengiyakan, dan kubiarkan A*Note ku tergeletak di lantai sambil memainkan lagu Jazz dengan Winamp, Hujan masih deras dan tambah Deras… Dedet mengajak ngobrol, dari persiapan Event sampe masalah cewe, selama 1 jam-an kira-kira, hujan belum berhenti, tiba-tiba ada hal yang aku ingat. fakta bahwa atap kantor belakang itu BOCOR! sekejap aku minta izin kekantor belakang, dan benar saja, kantor belakang telah tergenangi air setinggi 1.5 cm, kondisi laptopku tercolok ke Simbbada speaker dan sedang dalam keadaan charging di LANTAI YANG SEDANG TERGENANGI AIR 1.5 Cm!!! ajaibnya laptopku masih menyala dengan gagahnya, lebih dari itu, alunan Jazz tetap terdengar manis, padahal disebelah kiri laptopku, letak fan A*Note berada sudah kayak kapal speedboat, fan berputar terkena air, dan ada gemericik dari sana…

sekejap A*Note gue angkat, batere gue lepas! dengan sedikit panik namun berusaha terlihat biasa aku ke toko HandPhone tetangga diseberang jalan -IndeeCell- dan aku pinjam obeng kecil. segera aku bongkar laptop dan membuka semuanya, kulepaskan semuanya. ini bukan yang pertama, karena hobiku (baca: gratil -jawa) yang sering penasaran. jadi pernah laptopku kubongkar dan masih selamat, itu salah satu kelebihan laptopku lagi. sempat takjub karena ketika aku bongkar air sudah sampai pada hardisk bagian atas. gue mengumpat “mampus gue data gue ancur”. sejam aku membedah laptopku dan melapinya satu persatu, kupasang kembali dan ketika kunyalakan ada suara “syyiiip” dan akupun hanya terduduk pasrah… hari itu juga kubawa A*Note ku ke FRComp untuk menyelamatkannya, FRComp di daerah Semawis sangat saya rekomendasikan karena berhasil me-rebuild laptop teman saya yang kebakaran. dan voila! kembali seperti semula… tapi untuk kasus ini dia pesimis pak Ferry pemiliknya hanya berkata “kesempatan buat hidup 40% mas denny” kalaupun bisa nyala, ntar bisa konslet ditangah jalan, karena mungkin ada yang karatan. kalau udah gini mending beli baru… tapi saya coba dulu saja yah… tapi agak lama, hasilnya 2 minggu, biar selama 2 minggu saya blow dulu biar benar2 kering…

2 minggu kemudian kabar buruk mengabari saya dan menyatakan A*Note saya GameOver! jadilah saya manusia tak berlaptop terhitung dari tanggal 13 Maret hingga tanggal 16 April kemarin.

sebenarnya kisah laptop saya diatas baru sekedar intermezo dari postingan saya dengan judul diatas, hanya karena saya pelan-pelan curhat. huhuhu…

itulah manusia, kadang kalau sudah memiliki kadang kita akan merasa aneh kalau kehilangannya, example seperti ketila saya tulis “jadilah saya manusia tak berlaptop” seakan-akan menusia itu harus punya laptop dan kalo engga, ga bisa kerja, padahal bukankah dulu saya memang ga punya laptop? tapi ketika saya kehilangan laptop saya seakan saya kehilangan setengah dari otak saya, sungguh kita dimanjakan dengan teknologi, dan dibuat tergantung dengan teknologi. lantas masalah itu sering menjadi alasan kita tidak bekerja. entah itu ngerekap penjualan, update blog, jarang cek e-mail. argh…! padahal itu semua tidak harus pake laptop kan? pernah suatu ketika ada teman yang minta bikinkan design ke aku, aku bilang, “duh, aku lagi ga ada laptop nih, sini deh aku pinjem laptopmu dulu, atau ntar yah nunggu aku beli laptop baru” padahal kalo dipikir lagi, itu cuman alasan! di DeZone ada komputer, kalau mau update blog kan bisa kewarnet atau make komputer DeZone, tapi rasanya ugh! males banget, udah biasa duduk disofa dan nyenderin setengah tidur ke sofa sambil ngetik atau ngerjain tugas sambil dengerin “how Insensitive”nya astrud gilberto. kalo make desktop kan ga bisa kaya gitu, yang ada malah kita ketiban monitor kalo desktop dipegangin, dipangku dipaha. sungguh manja!

sama seperti bokap gue yang kelimpungan ketika ketinggalan hendpon ketika sudah didepan carefour untuk belanja bulanan, dia bisa memilih kembali kerumah yang jarak-nya 10 KM untuk mengambil handphone daripada merelakan ketinggalannya. kita semua sungguh dimanjakan dengan teknologi, dan dibikin tergantung olehnya… miss u my A*Note!

postingan tambahan:

dugaan kalo hardisk saya konslet ternyata salah, in the end laptopnya tetep rusak, dan akhirnya saya pretelin satu-satu, ini gambarnya:

laptop

dan juga otak dia sudah saya selamatkan, hardisk ATA 40 GB berisi file2 DeZone, AIESEC, dokumen pribadi, foto narsis dan alunan lagu2 Slipknot hingga Diana Krall sudah saya amankan dan disulap menjadi external hardisk yang dulu sempat saya saya impikan. (tak disangka impian tersebut terwujud dengan cara yang tidak saya sangka hikz-hikz)

Anote dan external hardisk