Indonesia di aku

Indonesia…

Kadang aku tidak habis pikir mengapa aku ada disini, di negara ini,,, bisa merasa sial, mengapa tidak aku lahir di Amerika saja, atau Negara kaya lainnya, dimana aku bisa merasakan glamor dan megahnya gemerlap lampu dimalam hari, merasakan sorotan dunia, mengekspos luas negeriku, setiap orang menggunakan bahasa negaraku, termasuk mendapatkan hasil yang banyak di google ketika mengetikan nama negaraku di mesin pencari itu.

Atau mengapa tidak saja aku lahir di Negara miskin semacam Zimbabwe, atau merasakan kerasnya Negara semacam irak, mungkin aku bisa menjadi pejuang disana, mungkin juga aku bisa tertindas tergilas terlibas oleh Negara macam Amerika, lalu membencinya dan mengebomnya, merasakan bagaimana negaraku diceriterakan oleh media sana, kali ini tentang naasnya.

Mungkin terlalu bodoh mempertanyakannya, di Indonesia ya di Indonesia saja, tak usah mikir keliling dunia, aku sedang tidak mau main monopoli, hanya ingin sedikit ber-kontemplasi. Lalu tiba-tiba aku menjadi dua, ada aku dan ada aku Lalu jika kutanya padaku,

bangga lu jadi warga di negeri Indonesiamu?

Aku menjawab bangga!

Naif! Takdir saja bisa kamu berkata,

Aku menjawab tidak!

Apa mau kau bangga? Gegana yang bekerja mencoba berkata bom dimana-mana?

Memang mungkin bom dimana-mana karena mereka tau ini surga dunia, mereka iri dan ingin mengebiri

Ah, naif! Bisa kau bangga sama orangnya yang di kursi sana yang tertawa gembira diatas luka mengaga negerinya?

Heh! Kata siapa mereka wakilku? Aku tak merasa, mereka yang hanya berbicara untuk perutnya, tak ada hubungannya dengan saya, pernah kau mendengar sejarah Indonesia terjajah? Sekarang mereka kembali, hanya mereka menjajah tidak dengan bendera 3 warna itu, tidak lagi bendera matahari, kali ini seperti kuda Trojan, kali ini kudanya mengunggang orang, sialnya mereka menggunakan bendera merah putih, jadi kita buta siapa mereka, benderanya saja sama. Sepertinya mereka juga menunggangi bendera-bendera lain yang ikut mengeruk kerut wajah kriput Negara ini dan membuatnya carut marut, bisa-bisanya emas dijual seharga kapas di barat sana dan dikuras habis. Atau bakul yang dijual ke negara lain lalu mereka membual merasa unggul, padahal mereka terpukul, memukul bakul sendiri.

Hahahaha, buka mata nyalakan kotak berkaca berantena, kamu bisa mengaca mereka, mereka yang berkata “aku saja membawa Indonesia!”, mereka berebut menuntut kursi urut satu, sambil menyikut, lalu dimana banggamu?

Ahahaha, kamu tertawa aku tertawa, jadi mereka berparodi, tidak kah kamu sadar, mereka kabaret, kaya burung perkutut ribut, padahal tidak bisa mengatasi perut! ya, mungkin tertawa bisa membuat sengsara menjadi bahagia, jadi tertawa saja…. Ahahahahaha….

Hanya pandainya anda bicara, apalagi mau kau bela? Extrimisnya? Frontalisnya?

Kau pendainya mencari perkara. Orang – orang tidak sabaran itu ingin menyelesaikan dengan caranya sendiri, aku tidak tau, niat mereka, tapi cara mereka salah, sok gagah padahal mereka gundah. Seharusnya energi mereka di lipat ganda dan berbalik marka kearah mereka teroris yang lebih sadis lebih bengis dengan dalih kapitalis, tidak dengan cara sadis, tapi lebih logis realistis jenius dan manis

Ah, aneh kau, seaneh Negara nyeleneh ini

Kau bilang aneh aku bilang unik, mana yang lebih unik dari suku beribu di pangku satu ibu? Atau Negara yang mampu tetap bertumpu di hampas krisis sadis yang katanya krisis ekonomi, kamu liat di Negara sana, mereka terlunta kita biasa. Suatu ketika om berceritera, Negara ini selayak truk, besar berjalan pelan tapi langkahnya tidak terhenti sekalipun pohon mati menghalangi, tidak seperti sedan sok beken berjalan kencang tertabrak terbang kena pembatas jalan.

Sok baik kau! Apa kau tidak tau lagi apa itu buruk? Buta kau?

Kau timpalkan sejuta bualan buruk, aku balas dengan semilyar kabar baik, Indonesia ini baik,

Banggamu wagu? Apa itu? Apanya malumu?

Banggaku karena aku, aku untuk indonesiaku, Malu-ku karena aku tau, karena aku tau maka aku malu, bukannya tidak punya malu, tapi malu aku karena aku tau dan malu aku buat aku maju, maju biar tidak malu

dan asal kamu tau, mengapa aku, kamu aku disini, karena kamu tau Indonesia ini lagi malu, kalau kamu malu, kembalikan Indonesia satu, yang tau yang bersatu. Simpan pikiran negatifmu ini jadi ilmu dan buat jadi positifmu, simpan energi dan taji mu untuk Indonesia nomer siji, kamu ada disini untuk membuat Indonesiamu indonesiaku jadi nomer satu

Diam kau, beliau umurnya tambah satu, simpan malumu, iya aku tau kamu malu karena tau, tapi aku tau kamu bangganya nomer satu. Untukku, ada satu yakin aku, ada satu adegan dalam hidupku seperti begini:

Kek, kek, Tanyanya kepadaku, coba kakek cerita dong, memang Indonesia pernah tidak nomer satu? kok bisa sih Indonesia pernah terpuruk, cerita dong kek,

Lalu aku menjawab: iya cucuku, Indonesia PERNAH (eng: was) miskin terpuruk, ketika itu………………………. (dan cerita berlanjut di cucu lucuku yang menikmati indonesiaku yang nomer satu)

4 Balasan ke Indonesia di aku

  1. Roberfel mengatakan:

    apapun yg terjadi..gw ttp cinta Indonesia…

    merdeka!

  2. Made Dwipa mengatakan:

    Indonesia adalah masa kini dan masa depan

  3. yolla flesha mengatakan:

    aku sudah membaca, dan akan sedikit berkata :

    “Dengan menyebut angkasa raya memuja, pahlawan negara..disaat itulah roh ku datang, mengisi keheningan jiwamu wahai hamba-hamba penerus bangsa. Aku tegak berdiri disampingmu menemani setiap perjuanganmu demi menggapai cita ibu pertiwi. SEMANGATLAH!! ”

    aku pikir itulah kalimat dari para pahlawan.
    itu sudah =)

  4. Agus Suhanto mengatakan:

    posting yang menarik sy Agus Suhanto, nemu situs ini dr mbah yahoo. Salam kenal ya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: