Kedisiplinan & kebiasaan

pre-post: feed link ke FaceBook untuk blog ini sudah saya remove, kenapa? well… ada beberapa hal yang tidak ingin saya expose secara langsung ke teman2 FaceBook, terkadang saya lebih comfort kalau beberapa postingan saya terdiskrit dalam blog ini, dengan alasan ini pula saya masih senang2 saja dengan reputasi blog ini yang dibawah biasa-biasa saja, dan comment yang cuman 0,1,2. karena saya masih bisa curhat tanpa banyak orang yang tau..

 

well.. to the main post!, akhir-akhir ini saya mencoba untuk menjadi disiplin, disiplin dan konsisten dalam melakukan segala sesuatunya, penerapannya saya mulai untuk merencanakan dengan detil apa-apa saja yang ingin saya kerjakan, disertai dengan timeline saya, yang saya simpan dalam program excel bajakan dan saya stick di quicklaunch di desktop laptop saya, dibantu dengan google gadget dimana saya bisa menuliskan rencana-rencana saya dan selalu muncul ketika laptop saya nyalakan, penerapannya lagi, saya berusaha menuliskan semua rencana saya di PDA saya yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk SMSan dan Telpon dan menyimpan catatan kecil saya. lebih sederhana lagi, saya mulai menggulung kabel laptop saya dengan lebih rapih setelah laptop saya yang sebelumnya sudah di tambal kabelnya 3 kali, mungkin karena menggulungnya sembarangan, dalam menyimpan peralatan tulispun lebih rapih karena saya beli tempat alat tulis tersendiri (meskipun kebiasaan saya menghilangkan pulpen tetap saja) tapi kali ini pulpen saya bisa bertahan kira2 sebulan, prestasi buat saya yang sebelumnya palingan seminggu sudah hilang. sholatpun terasa lebih khusyu karena saya berkomitmen untuk melafalkan surah2 solat dengan lebih merdu, tidak ada niat ria, namun senin kamis saya alhamdulillah sudah mulai teratur.

 

semua hal diatas adalah sebagian dari kedisiplinan pribadi saya yang sedang saya lakukan. ternyata hal itu semua tidak begitu sulit dilakukan, mungkin awalnya berat, berat dan terasa sia-sia, terasa malas dan berpikir “aaah… ga ngaruh” tapi ketika saya paksa dengan embel-embel komitmen, semua itu menjadi kebiasaan, dan ternyata tidak sesulit itu, tidak seseram itu dan tidak seberat itu… cobalah biasakan dan itu semua akan menjadi mudah, namun satu yang masih susah, disiplin untk tidur sebelum jam 12 malam, hal ini masih menjadi hal yang susah dilakukan… ada ide?

Satu Balasan ke Kedisiplinan & kebiasaan

  1. ipied mengatakan:

    ternyata hal itu semua tidak begitu sulit dilakukan, mungkin awalnya berat, berat dan terasa sia-sia, terasa malas dan berpikir “aaah… ga ngaruh” tapi ketika saya paksa dengan embel-embel komitmen, semua itu menjadi kebiasaan, dan ternyata tidak sesulit itu, tidak seseram itu dan tidak seberat itu…——>

    bisakah di terapkan dalam hubungan? kuharap bisa… komitmen yang menjadi kebiasaan apa mungkin ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: