Bahkan merekapun lebih perduli…

kira-kira hari rabu minggu kemarin di Bandung tepatnya jam 6, dari BEC mau ke arah Antapani, saya terjebak macet di terusan jalan Jakarta, Jl. Jakarta dan Jl. Terusan Jakarta adalah neraka kendaraan saudara-saudara, apalagi kalo jam berangkat dan jam pulang kerja, jangan harap bisa melalui jalan dengan jarak hanya sekitar 1-2 kilometer tersebut kurang dari setengah jam, kadang saking macetnya sampe hampir sejam saya lewati.

Pas sampe di daerah borma, berdesak-desakan dengan mobil-mobil dan motor yang menggila tidak karuan itu saya terkejut dengan kehadiran makhluk asing, wekz! Yep! Maksud saya ada bule lewat, mungkin terdengar ndeso, kok saya kaget ngeliat bule, tapi bule ini lain, dia spesial, setidaknya jiwa kepeduliannya spesial, bule itu menerabas macet begitu saja dengan sepeda-nya, yap! Sepeda! Dan dia berjalan melintasi macet dengan santainya, lebih cepat dari mobil yang terjebak macet, bahkan lebih cepat dari motor serakah yang melibas Trotoar itu,

b2w

b2w

sekilas saya melihat ada emblem dibawah jok-nya warna kuning berbentuk segitiga dan bertulisnya “bike to work” dan memang sepertinya dia bukan tourist, karena menggunakan setelah hem putih rapi berkain bahan meski menggunakan backpack, mungkin dia kerja di negara ini. bike to work adalah sebuah komunitas yang perduli dengan lingkungan pencemaran polusi dan mereka menggunakan sepeda untuk kesehariannnya ke-kantor, setau saya tidak setiap hari, hanya hari-hari tertentu saja mereka bersepeda, tujuan mereka adalah untuk menghemat BBM, mengurangi polusi, dan membina raga, jangan mengira mereka sekumpulan orang kere yang gak mampu beli mobil, rata-rata mereka memiliki jabatan di perusahaan mereka, mobilnya pun mungkin lebih dari 2, tapi mereka memiliki hobi yang positif untuk alam ini.

Saya berpikir, Kenapa warga negara asing lebih perduli sama lingkungan alam kita… Kemudian saya habiskan sisa perjalanan saya dengan merenung, “bahkan merekapun lebih perduli dengan lingkungan kita?”

ah,,, mengapa kita sendiri masih tutup mata dengan lingkungan kita?

Kurang pengetahuan kah?

Tidak perdulikah?

Tidak mampukah?

Malas kah?

Tiba-tiba terbesit keinginan untuk membeli sepeda…

21 Balasan ke Bahkan merekapun lebih perduli…

  1. didut mengatakan:

    MULAILAH DR DIRI KITA SENDIRI!

  2. Mudabentara mengatakan:

    kurang *SADAR* klo menurut saya…..

  3. ario saja mengatakan:

    kurang sadar kali bozz… karena sejak kecil tidak di tanamkan rasa itu

  4. Yari NK mengatakan:

    Memang betul kebanyakan hanya di mulut saja. Apalagi pemerintah juga ‘kurang mendukung’ dengan tidak mengeluarkan peraturan yang mendukung hijaunya lingkungan hidup….. *sigh*

  5. erin a.k.a Rei mengatakan:

    setuju ma Om yari NK… buktinya pelarangan becak. Pelarangan bajaj sech OK lah…tapi becak?bukannya justru becak tu transportasi yang ga menimbulkan polusi??/hanya perlu dibina aja mungkin.

    Btw,about comment mas Denny di blogku. well…aku mantan perokok…tapi aku tetap ga setuju kalo rokok diharamkan,coz setahuku dalam agama sendiri (islam) rokok tuh hukumnya cuma makruh…jadi kalo tiba-tiba diharamkan…kesannya yang bikin “agama” tu MUI… kalo menurut mas gimana?

  6. erin a.k.a Rei mengatakan:

    eh iya..aku juga gi mo beli sepeda…undip dah penuh ma mobil and motor…

  7. zoel mengatakan:

    nendang banget postingannya

  8. ma2nn-smile mengatakan:

    hu’uh kalo ingin berubah mulai dari sekarang…
    met menunaikan ibadah di bulan ramadhan…

  9. aRuL mengatakan:

    saya masih jalan kaki ke kampus😀
    apa itu bisa dibilang juga peduli lingkungan yakz😀

  10. Yari NK mengatakan:

    @aRuL

    Itu sih karena terpaksa…. karena belum mampu beli mobil. Wekekekekekz….:mrgreen:

  11. laporan mengatakan:

    @ Yari
    Kalau naik angkot gak punya duit wekek.

  12. aRuL mengatakan:

    @ Yari : kayaknya pak Yari tertarik membelikan saya mobil:mrgreen:😛

  13. erin a.k.a Rei mengatakan:

    mengutip “semacam perenungan” mas *pertanyaannya bukan
    “bisa apa tidak”? tapi “mau apa tidak?”* hehehe…

    karena sebuah janji…janji ke Tuhan. Aku waktu itu sakit…sesak napas berasa kaya’ mo mati di kamar…trus “ngobrol” ma TUhan “Tuhan…kalau Engkau berkenan menyembuhkanku dari siksaan malam ini…aku janji bakalan ngejauhin rokok…” trus paginya aku bangun dengan napas yang jauh lebih lega dari sebelumnya and…voila…janji adalah janji…

  14. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @erin, ntar kalo aku dah beli sepeda, kita bikin komunitas “Bike to campus” aja rin… terkesan plagiat, tapi kalo tujuannya baik kenapa engga :-p

  15. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @yari&arul: walah2… jangan2 tujuan arul memasang spot iklan di blognya buat nabung beli mobil, wakakakaz😀

  16. erin a.k.a Rei mengatakan:

    Bukan…!!!!si “R” bukan aku… hadoh…. aku kan si “K”. Lho??????bukan aku pokoknya…aku jadi pencerita aja…

    bike to campus…boleh…boleh…itu masuk bike to work juga sebenarnya coz kata orang2 B2W “Work” tu bisa kerja,ngampus…ato kemana aja…

  17. yulism mengatakan:

    Pengalaman pribadi saya ketika tinggal di Toronto dan beberapa minggu di NY. Hampir semua orang yang bekerja di Downtown menggunakan kendaraan transportasi umum, subway dan wetelah itu berjalan kaki walaupun harus menempuh beberapa blog. Tidak terasa capek karena semua orang berjalan dan justru nikmat. thanks

  18. Yari NK mengatakan:

    @laporan

    Iiih..sadiz amat…. moso si aRuL dibilang nggak punya duit buat naik angkot…. ngga geto2 amat seh…. wakakakak….😆

  19. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @yulism, jadi pingin ke toronto deh, hehehe :-p

    @yari, weleh-weleh… ini bukan termasuk menggunjingkan orang kan? pahala puasa berkurang tuh…! hehe

  20. angga "eSpaNas" mengatakan:

    naik cepida??? gak mau.. gak mau..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: