Bandung, The Spending City

menyambung postingan saya sebelumnya, kota Bandung…

tidak seperti dulu, kota ini boros sekali, sungguh berbeda dengan dulu, apa mungkin saya kelamaan di Semarang yah? apa karena perbedaan budaya dan perbedaan ekonomi? atau perbedaan masa, inflasi mungkin…

dalam semalam kota ini bisa membuat saya bangkrut, karena males masak sendiri saya beli Nasgor didepan rumah, pas mau bayar, “seberaha a?” 9000 sep, jawab si mang nasgor, sedikit kaget saya bayar nasgor itu. karena merasa mahal saya mencoba ke rumah makan yang lebih sederhana dengan berharap sesuatu yang lebih ramah biaya, nasi rames Hati Ayam harganya 7000, well, sudahlah… sorenya saya ke Paris Van Java, try to have some pleasure, mobil saya parkir dan mobil Twincam saya serasa paling oldies…! paling butut, ada yang bawa Ferarri, ada Mercy SL, paling engga mobil keluaran 2000 keatas semua, main ke  coffeeshop, saya bayar segelas kopi yang rasanya kok masih enak punya DeZone bagi saya seharga 25.000, asem! kalo gue buka kafe di Bandung pasti cepet kaya nih….! setelah itu ke blitz megaplex untuk nonton The Mummy, bayar 25.000 untuk tiket menonton, sepulangnya bayar parkir 9000! yup! disini parkir sudah perjam semua hitungannya, jadi kalo parkir lama nongkrong gitu, bayarnyapun nauzubillah… beli pulsa, beli rokok, beli Es buah, Angkot, Parkir, semuanya  serasa mahal disini,

mungkin kalo orang bandung baca bakal bilang “kunaon kitu? da biasa wae atuh”

tapi berhubung saya sekarang orang semarang saya bilang “utekke…! luarangmen dez!”

5 Balasan ke Bandung, The Spending City

  1. yovita mengatakan:

    makanya cepet balik semarang mas. di semarang tu apa2 murah meskipun masih kalah murah ma jogja si..

  2. dian mengatakan:

    eleuh eleuh… si akang, mun ti bandung teh sakitu teu mahal-mahal teing kang…
    cobi si akang ka jakarta atawa ka kalimantan…
    hehehe
    jadi? semakin cinta sama semarang nih, judulnya?

  3. Daniel Mahendra mengatakan:

    Nggak Mas. Aku orang Bandung, dan sudah puluhan tahun tinggal di Bandung. Tapi membaca cerita di atas dan mengalami semua hal itu, tetap saja sependapat kok: memang menyebalkan! Hehe. Jangan khawatir…🙂

  4. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @yov, ntarlagi balik kok :-p
    @dian, iya nih, jadi tambah kangen dan cinta sama semarang :-p
    @Daniel, semakin lama Biaya hidup di Bandung semakin eduun euy, bisa bangkrut saya lama2 disini :-p

  5. ipied mengatakan:

    saya geli baca tulisanmu, itu juga saya alami, perbedaan juga terjadi di jakarta dan surabaya. 6 tahun saya di surabaya bisa makan enak dengan harga murah, sampai di jakarta saya jetlag! kaget dengan apa2 yang mahal.

    sumpah saya jadi pengin balik ke surabaya, rindu….

    tulisanmu menginspirasi saya, boleh kopi idenyakah?
    saya minta ijin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: