dulu sekolah, kini E-Learning

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar wikipedia, ID

seperti kutipan wikipedia diata, yaitu pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik. ada 3 kata yang ingin saya bahas lebih lanjut disini, interaksi, peserta didik, dan pendidik.

apabila kita kembali ke beberapa dekade kebelakang, 3 kata yang sebelumnya saya jelaskan adalah sangat sempit! sangat spesifik.. Interaksi dalam artian sempit ini adalah bertatap muka secara langsung, tidak hanya bertatap muka begitu saja namun juga ada sebuah sarana dari proses tatap muka tersebut, bisa kita katakan itu Sekolah, Universitas, Madrasah dan lainnya. kata Peserta didik dalam artian sempit ini adalah seseorang yang secara resmi ingin ikut dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pelajaran, titel dari orang ini bisa kita sebut pelajar, mahasiswa, peserta, santri dan lainnya. terakhir, kata Pendidik dalam arti sempit ini adalah seseorang yang secara resmi menjadi petugas dan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mendidik, menjalankan proses belajar dan juga dalam keadaan resmi atau formal, seseorang inilah yang biasa kita sebut sebagai Guru, Dosen, Pembicara, Mentor.

Secara umum semua proses pembelajaran dalam definisi sempit ini pengakuan-nya sangat sensitif terhadap jabatan, status, jarak & tempat. dalam arti proses pembelajaran akan dianggap apabila ada jabatan yang sesuai dan diakui secara resmi seperti Guru atau Dosen, status juga cukup mempengaruhi pandangan terhadap proses pembelajaran, contoh sederhana, orang akan melihat anak yang memiliki status Mahasiswa lebih pintar dibanding anak dengan status pelajar SD. dan terakhir, Jarak & tempat juga sangat sensitif terhadap pengakuan proses pembelajaran, orang akan mengakui sebuah pembelajaran apabila proses itu berada di tempat yang diakui sebagai tempat belajar, seperti Sekolah, Universitas, Akademi, Madrasah, dan Jarak? tentu saja pembelajaran yang diakui dalam definisi sempit itu juga menghendaki jarak yang sempit, yang memungkinkan terjadinya tatap muka secara langsung, sebut saja itu kelas, laboraturium dan lainnya

Namun Semua ini telah didobrak dengan informasi yang perkembangannya sangat revolusioner seperti yang pernah ditulis Peter F. Drucker dalam tulisan singkatnya yang berjudul “Beyond the Information Revolution” yang kutipannya adalah “Almost everybody is sure …that it is proceeding with unprecedented speed; and …that its effects will be more radical than anything that has gone before” dan ini memang yang terjadi sekarang ini. perkembangan informasi ini sangat didukung oleh perkembangan alat komunikasi yang luar biasa hanya dalam rentang waktu 1 dekade kebelakang. dari perkembangan tersebut  kita bisa membagi lagi dalam 2 bagian, yaitu jaringan komunikasi seperti akses internet, jaringan GSM & CDMA dan Sarana Komunikasi seperti telepon genggam, Laptop, PDA. 2 hal ini sangat membunuh jarak dan tempat dan merubah cara berinteraksi. mengapa? karena dengan jaringan komunikasi yang ada sekarang sangat global dan jangkauannya sangat luas dan selama orang berada dalam jaringan tersebut, dalam hitungan detik mereka bisa terhubung tanpa harus hadir disana dan berinteraksi secara langsung. sekali lagi karena orang bisa terhubung dimana saja dan kapan saja, maka ini juga bisa merubah cara kita berinteraksi, dari semula  kita harus bertatap langsung di suatu tempat kini bisa dimana saja. kemudian, jaringan komunikasi sekarang sudah sangat masal, sehingga hampir semua orang bisa memanfaatkan kelebihan yang luar biasa dari  jaringan ini, dan tidak diperlukan status dan jabatan tertentu untuk masuk kedalam jaringan komunikasi ini.

Apa jadinya jika keunggulan jaringan komunikasi ini diterapkan kedalam proses pembelajaran? hasilnya adalah E-Learning atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik dalam jabarannya pada Wikipedia adalah:  “adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Pembelajaran Elektronik ini memaksa pembentukan definisi yang jauh lebih luas dari 3 kita yang sebelumnya  saya jabarkan, yaitu interaksi, peserta didik, dan pendidik. dengan Pembelajaran Elektronik. Interaksi menjadi tidak harus bertatap  muka di tempat yang sama, Peserta didik bisa menjadi siapa saja dan tidak harus pelajar, dan pendidik bisa siapa saja, tidak  perlu  memiliki titel dosen atau guru. misalnya didalam aktifitas Blog, bisa kita jelaskan interaksi & tempatnya adalah wordpress.com, peserta didiknya  adalah komentator😀 dan pendidiknya  adalah blogger (poster) itu sendiri. atau jika kita ingin mempelajari mengenai sesuatu, kita bisa peserta didik dengan dalam kampus wikipedia. mungkin juga kita ingin kuiah mengenai Teori Relativitas di YouTube seperi ini:

kuliah gratis di YouTube

Pembelajaran Elektronik ini sangat efisien. bagaimana tidak? Pembelajaran Elektronik ini sudah tentu tidak memerlukan biaya tempat, tidak memerlukan biaya transportasi untuk mencapai tempat fisik untuk proses pembelajaran, tidak memerlukan sumber fisik seperti buku, LKS yang berbiaya tinggi. kita bisa melakukannya dimana saja, kapan saja…

Negara Indonesia saya rasa mampu dan harus menerapkan pembelajaran elektronik ini apabila berniat mensejajarkan dirinya dengan Negara-Negara maju lainnya, kembali lagi saya tegaskan INDONESIA MAMPU dalam menjalankan proses E-Learning ini, sebagai contoh, fakta bahwa user Friendster Indonesia adalah teraktif ke-3 di Dunia dan orang Inonesia adalah urutan ke 2 dalam penggunaan Browser Opera, Hacker & Carder kita menjadi buronan, orang Indonesia juga menjadi 10 besar pengakses situs porno teraktif, hal ini menunjukan aktifitas dunia Internet yang luar biasa. perkembangan Informasi dan Komunikasi sudah pesat di Indonesua hanya kembali lagi ke pengguna itu  sendiri, karena Informasi komunikasi ini seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk hal buruk dan hal baik.

Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak?

31 Balasan ke dulu sekolah, kini E-Learning

  1. dyan mengatakan:

    Emg belajar itu ga mesti dari sekolah atau dari universitas aja.
    Kita juga perlu mempelajari sesuatu bukan hanya dari suatu institusi, tapi juga dari media lain.
    Aku rasa E-Learning manfaatnya besar untuk semua orang.
    Apalagi tu contohnya kuliah gratis di YouTube, bisa di download. Kita bisa berulangkali liat.
    Beda kalo di sekolah atau di kampus [ruang kelas].

  2. Yari NK mengatakan:

    Karena cara belajar tradisional dan e-learning masing2 punya kelebihan dan kelemahan sendiri2, maka yang paling baik adalah menggabungkan kekuatan keduanya, dan tidak hanya bergantung pada salah satu metode saja…..🙂

  3. Sir Arthur Moerz mengatakan:

    makin canggih aja teknologi…

  4. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @dian: YUP! itulah yang aku sebut dengan perluasan arti dari belajar, belajar dalam arti luas tidak hanya di Universitas, Sekolah. tapi lebih luas, dimana saja😀

    @yari, seperti biasa, mas Yari selalu memilih keseimbangan, benar mas! memang kedua sistem memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri2😀

    @Moerz, perkembangan informasi hanya satu kata unstopable!😀

  5. bener juga tapi
    bagi yang pelosok
    desa gi mananiiih

  6. purna mengatakan:

    ” Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak? ”
    — Dan malas atau tidak… Anyway, seberapa mudahpun fasilitas dibuat kalau warganya low-motivated untuk belajar, payah juga ya😀 .

  7. Raffaell mengatakan:

    Orang Indonesia kayakna si pengenya main main, jadi elearning nya kalo bisa sambil main main..

  8. Meekaela mengatakan:

    Memang tambah canggih ya dunia ini, tinggal saya yang keponthal – ponthal ngikutin, padahal kapasitas isi kepala pas – pasan. Saya juga miris sekarang kalo banyak – banyak pake kertas, ingat pohon yang ditebang buat dijadiin bubur kertas. Jadi E-Learning kek nya cocok tuh sama saya.
    -Mee-

  9. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @Ronggo, itulah peran pemerintah mas, untuk mengembangkan infrastruktur di daerah2 yang masih belum terjamah

    @Raff, ini nih yang repot bro… ahahaha

    @mee, disitulah mbak, kita harus lebih cepat lagi dalam menyerap informasi yang berkembang kian pesat…

  10. ika mengatakan:

    wow pengakses situs porno teraktif? hmm ndak heran juga sih..😀

  11. Laporan mengatakan:

    Bener, lebih bagus lagi dikombinasikan maka akan manjadi lebih baik

  12. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @ika, gak heran mbak? tapi bukan pelakunya kan? ehehehe

    @Aryo, mungkin yang dimaksud Mas Yari dan Mas Aryo benar, kita harus menyeimbangkan dan mengkombinasikan antara kedua metode itu agar lebih baik, tapi sekarang yang terjadi adalah ke-kurang tahuan dan kurang gunaan manfaat dari E-learning yang secara gamblang kita gunakan fasilitas dasar dari E-Learning itu. ini yang harus lebih ditingkatkan agar menjadi lebih seimbang😀

  13. zoel chaniago mengatakan:

    yang penting berlajarnya😀

  14. Harjo mengatakan:

    Sebagaimana definisi dari wikipedia di atas, bahwa lingkungan juga penting, yaitu lingkungan pendidikan. Menurut saya e-learning justru akan mereduksi fungsi pembelajaran itu sendiri, karena minus lingkungan yang kondusif dalam membangun budaya kampus. Cuma sekedar berpendapat saja he he he… salam kenal

  15. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @Zoel, yup! esensi belajarnya memang harus tetap dipegang teguh mas, hanya metodenya yang kita kembangkan dalam e-learning, melihat kegiatan belajar dalam sudut pandang yang lebih luas…

    @harjo, wah, menarik mas, memang kembali lagi seperti yang dibilang mas Yari & Aryo, semua ada positif dan negatifnya, hanya untuk beberapa orang yang mobile, E-Learning sangat bermanfaat, karena tak terbatas ruang dan waktu. namun untuk akademik secara formal seperti profesi ilmuwan, Profesor, tentu unsur Conventional Learning masih sangat diperlukan, memang setiap metode memiliki porsi sendiri-sendiri sih😀 thanks pendapatnya

  16. aRuL mengatakan:

    sekarang bagaimana e-learning itu bisa memberikan kemudahan bagi penggunanya. oia jangan lupa juga bahwa e-learning itu bagi yang familiar dengan internet lho😀

  17. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    tidak selalu mas arul, kalau menurut definisi saya didukung definisi wiki, E-Learning tidak selalu menggunakan Internet, tapi teknologi Informasi, yang memang sampai saat ini perkembangannya jauh pesat Internet dibanding teknologi informasi lain seperti telpon. dulu saya pernah waktu SMP (tahun 2000an)dibandung saya pernah pesantren kilat di pondokan AA gym, dia punya jadwal ceramah mingguan, dan kebetulan waktu saya ikut jadwal ceramah beliau, beliau sedang menunaikan Ibadah Haji, namun yang terjadi bukannya tidak ada ceramah, tapi AA gym melakukan conference call, dia menelpon dari Mekkah dan didengarkan seluruh santri beliau melalui sambungan telepon, lebih hebat lagi beliau membuka sesi tanya jawab melalui konferensi telpon tersebut, hal ini sudah bisa dikatakan E-Learning kan?, kemudahan E-Learning langsung bisa dilihat disini, agenda ceramah bisa tetap berjalan, meskipun penceramah berada ribuan kilo dari para peserta ceramah, menghilangkan batas jarak dan tempat😀

  18. aRuL mengatakan:

    iyah kalo itu sih memang benar, e-learning bisa dalam berbagai bentuk. yang saya maksud adalah e-learning yang pengaksesannya lewat internet🙂

  19. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    e-leraning memang terobosan yang bagus dan visioner, mas. meski demikian penerapannya dalam dunia pendidikan perlu mempertimbangkan kondoiso di setiap daerah yang tdk sama akses net-nya. pemerintah perlu terus dirangsang utk secepatnya membangun jaringan infrastruktur secara merata hingga ke pelosok2 daerah.

  20. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @Arul, oh i see, thank’s for the comment mas Arul, Good Luck!😀

    @Sawali, disinilah peran pemerintah sebagai inisiator & fasilitator E-Learning ini, saya rasa ini penting sebagai Investasi SDM, kenapa? karena kemajuan SDM di sebuah daerah sangat dipengaruhi arus informasi(informasi adalah faktor yang kedua setelah transportasi menurut guru Antropologi saya dulu), jika arus informasinya saja sudah seret bagaimana mau belajar dan berkembang dari Informasi tersebut? bener gak?

  21. carra mengatakan:

    belajar emang ga cuma dari bangku sekolah aja sih🙂 sekarnag banyak alternatifnya…

  22. Yari NK mengatakan:

    seperti biasa, mas Yari selalu memilih keseimbangan, benar mas! memang kedua sistem memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri2

    Benar sekali… hal tersebut karena pada kenyataannya memang e-learning masih punya banyak kelemahan2. Kelemahan2 utama dari e-learning yang paling canggihpun adalah karena artificial intelligence belum bisa menyaingi natural intelligence dalam judgment dan reasoning, sehingga peran natural intelligence tentu masih sangat dibutuhkan. Hal itu karena judgement dan reasoning merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran….

    …jadi kesimpulannya jangan cepat terpesona dengan teknologinya, yang lebih penting adalah orang dibalik teknologi tersebut yang harus canggih!😀

  23. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @Carra, yup! it’s yours to choice!

    @Yari,

    artificial intelligence belum bisa menyaingi natural intelligence dalam judgment dan reasoning, sehingga peran natural intelligence tentu masih sangat dibutuhkan

    hmmmm… sampean bener mas, sebelum E-learning ini terjadi orang dibalik teknologi ini harus segera dibenahi! thanks for your comment mas Yari😀

  24. yovita mengatakan:

    emang di jaman yang serba canggih ni, definisi belajar semakin luas, gak hanya terbatas di sekolah atau di universitas aja. menurut saya, e-learning cukup efektif karena dapat mempersempit dunia sehingga kita bisa belajar ke belahan dunia manapun. tapi perlu diingat juga, model pembelajaran seperti ini akan semakin menimbulkan individualilsme dalam diri pesertanya. selama ni di institusi pendidikan formal kan kita diajarkan untuk berbagi dengan sesama. dengan e-learning, meskipun kita bisa berbagi dengan orang lain tapi kan esensinya tetep beda.
    soal indonesia menuju e-learning, saya bilang si maunya mungkin mau. tapi kayanya belum siap de.. jadi sekarang pertanyaannya bukan lagi bisa atau tidak, mau atau tidak tapi siap atau tidak.

  25. gunawanwe mengatakan:

    Jaman sudah canggih, namun apakah infrastruktur di negeri ini sudah siap utk e-learning? tidak hanya buat masyarakat kota tapi juga sampai ke pelosok2 yang merupakan sasaran ideal bagi pelaksanaan e-learning..

    yupp.. setuju, bukan masalah bisa apa gak.. tapi tinggal kemauan saja..

  26. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @yov, wah, emang beda kalo orang psikologi yang bilang, ehehehe memang benar, E-Learning bisa menimbulkan individualisme, tapi disini saya jelaskan bahwa konsep E-Learning ini hanya berupa sebuah pilihan metode.. bukan keharusan, jadi bener kata mas Yari, harus ada keseimbangan antara metode E-Learning dan metode conventional Learning, E-Learning hanya sebuah pilihan yang bersifat mempermudah, dan bisa mempercepat penyerapan ilmu jika bisa dipadukan dengan Conventional Learning😀

    @Gunawan, secara general belum siap, secara spesifik sudah! meskipun masih sedikit, tapi dari yang sedikit itu bisa berkembang menjadi banyak bukan? kalau pemerintah ikut menyokong bakalan ciamik mas…😀

  27. ramadhanchan mengatakan:

    E-learning memang sangat bisa diterapkan di Indonesia, akan tetapi hanya di kota besar saja yang jejaring internetnya sudah cukup baik…kalau di pedalaman? ah, mungkin pengajaran konvensional lebih praktis. E-learning sangat membutuhkan dana yang besar dan integritas para pengajar!

  28. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @ramadhanchan, memang sementara hanya bisa dilakukan di kota berkembang dan kota maju, menyangkut masalah infrastruktur dan perkembangannya kita serahkan saja kepada kebijakan pemerintah, kalau dibilang dana yang besar tidak juga mas, karena apa yang kita miliki sekarang saja sudah cukup mumpuni kok kalau berniat mau mengembangkan, kita mulai dari yang kita punya saja dulu lah😀

    mengenai integritas pengajar itu sudah pasti. seperti yang dibilang mas Yari, sebuah alat dan fasilitas bagus tanpa SDM yang baik tetap saja tidak dapat berjalan😀

  29. sgk mengatakan:

    topiknya menarik nih … e-learning..
    di jaman sekarang yang “ongkos” buat sekolah udah ga kejangkau ama wong cilik, e-learning bisa jadi salah satu solusinya, tapi muncul pertanyaan lagi semisal: bisa ga yang mau belajar ngegunain e-learning? contoh: wong kemaren aja sistem buat daftar sekolah dibuat online para ortu murid pada kebingungan karena ga baru pertama kali liat komputer? butuh proses sosialisasi buat segala sesuatu yang baru … termasuk dalam memakai teknologi e-learning ini …
    dan sekarang lagi tren ama yang namanya “home schooling” … sistem baru ini bakal lebih efektif karena satu guru, satu murid alias private … alhasil banyak ortu (yg mampu) beralih ke sistem pembelajaran ini … jadi takut … banyak anak yang anti-sosial … karena di rumah … yang kemungkinan mengakibatkan si anak jadi jarang gaul/ga punya temen … tapi segala sesuatunya pasti ada kelebihan+kekurangannya … tinggal kita maksimalin kelebihannya dan minimalin kekurangannya

    nb: solusi yang ada di otak saya sekarang ini cuman ngeblog … sharing pengetahuan yang saya punya(walaupun masih cetek/dasar banget ilmunya :p)

    nb2(versi pembajak): saya setuju ama purna … kalo kita mau sekarang kita ga usah masuk sekolah kalo mau belajar … tinggal ke glodok/pusat cd/dvd bajakan setempat dan beli tutorial topik yang kita mauin atau search di google … tinggal masalah kemauan … melawan kemalasan

    CMIIW,
    kanabies.wordpress.com

  30. ade mengatakan:

    Contoh elearning untuk PT:
    http://elearning.gunadarma.ac.id/
    Untuk bahan ajar:
    http://ocw.gunadarma.ac.id/
    Untuk paper:
    http://repository.gunadarma.ac.id/

    Semoga bermanfaat

  31. ata lakuary mengatakan:

    hallow mas.denny salam kenal..
    wat nambahin informasi pembaca situs ini bisa menambah pengetahuan belajarnya melalui elearning kampus saya Universitas Gunadarma pada alamat :
    http://elearning.gunadarma.ac.id

    Penelitian
    Ada beberapa topik penelitian yang mungkin dapat menjadi ide penelitian anda
    http://repository.gunadarma.ac.id

    Penelitian Kecil (Level PI)
    http://library.gunadarma.ac.id/penulisan.html

    Materi Ajar (bentuk tayangan pdf)
    http://ocw.gunadarma.ac.id

    semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan🙂
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: