sebuah perenungan dari berita duka…

sekitar 20 menit dari saya tulis kata pertama dari postingan ini(01:40), saya mendapat kabar duka dari sahabat saya seperjuangan dalam kampus, dan AIESEC. Raja Agustinus I.C.U kehilangan ayahandanya, suatu hal yang paling saya takutkan terjadi adalah kehilangan keluarga saya, apalagi orang tua, ayah, sesosok yang paling saya jadikan panutan walau kadang sering ajak debat ayah saya, walau sering saya membantah perkataan beliau dan merasakan akibat dari ke-keras kepalaan saya. walaupun sering saya tidak sopan terhadap beliau. tapi bagaimanapun, saya amat takut kehilangan beliau melebihi ketakutan saya terhadap kehilangan nyawa saya sendiri.

kabar duka ini seakan mengingatkan saya, usia tidak dapat ditebak, bisa saja besok saya yang menyusul, lebih parah lagi, bisa saja besok Ayah saya yang menyusul Naudzubillah! tapi kita harus merenungkannya! beliau-beliau tidak selamanya hidup didunia ini, dan waktu kita untuk berbhakti kepada beliau semakin sedikit, kita tidak akan pernah tau, dan saya, kita tentu tidak mau menyesal dan menyadari bahwa kita belum cukup berbhakti terhadap beliau..

ketika itu saya berkata pada Raja, sahabat saya: “semoga ini membuatmu menjadi lebih kuat ja.. ini adalah fase yang setiap anak harus menghadapinya” saya berkata demikian, namun saya menyadari, bahwa saya sampai detik ini merasa belum siap apabila saya merasakan hal yang sama apabila saya berada di posisi Raja.

Ya Allah, semoga kau tempatkan arwah Ayah-Ayah yang mendahului kami disisi-Mu yang terbaik

Ya Allah, semoga kau jadikan kami anak-anak yang berbhakti kepada orang tua kamu

11 Balasan ke sebuah perenungan dari berita duka…

  1. leah mengatakan:

    jika dipikir kita hidup hanya mengantri untuk mati saja. Tinggal apa saja yang kita lakukan saat mengantri😀

    semoga temannya dan keluarganya diberi ketabahan.

  2. Hedi mengatakan:

    jangankan besok, satu menit lagi aja kita ga tau apa yg akan terjadi🙂

  3. Anang mengatakan:

    semua sudah takdir YME. pasti ada hikmah bahwa tak semuanya abadi

  4. doelsoehono mengatakan:

    KITA HIDUP HANYALAH MENJALANKAN APA YANG MAMPU KITA JALANKAN ,DAN MENGANTRI UNTUK MENDAPATKAN PANGGILANNYA ……

    SEMOGA KLU YANG DI TINGGALKAN MENDAPATKAN KETABAHAN

  5. Zulmasri mengatakan:

    jalan terbaik adalah merenungkan kembali dan membayangkan bagaimana menjalankan kehidupan tanpa orang tua. dengan demikian rasa sayang dan berbakti akan selalu tertanam di hati.

    tanpa ada bapak, getir mas. saya sdh ngalami mulai kls 4 SD

  6. tikabanget mengatakan:

    semua bakal mati.
    lalu ngapain sayah hidup ya?😐

  7. ika mengatakan:

    turut berduka cita buat ayah temennya denny..😦

  8. Denny Eko Prasetyo mengatakan:

    @leah: yup! hal ini bener2 mengingatkan saya mbak…

    @hedi: yup kang, bener!

    @anang: yang abadi memang hanya Allah mas…

    @doelsoehono: Amiien..!

    @Zulmasri: saya masih belum siap mas, kalau saya yang kehilangan, hikz…

    @Tikabanget: untuk melakukan hal2 yang berguna mbak tika🙂

    @ika: thank’s mbak, btw kok avatarnya lain yah?

  9. bangzenk mengatakan:

    Setiap sesuatu emang ada waktunya kawan, perkaranya adalah bagaimana dengan persiapan kita menghadapi “waktu” nya.

    Dalam hal apapun itu.

    Mengomentari, aye juga cinta Papap bangets. Terkadang ada ketakutan (yang mungkin sama) seperti yang Denny rasa. Semoga Orangtua kita senantiasa dijaga oleh Allah SWT.

    Catatan: cintai sewajarnya, bencipun sewajarnya.

    Salamhangat.
    Zaskia sayang, Zaskia malang

  10. diana_bochiel mengatakan:

    mangap..ga bisa coment. bLom baca postingannya..
    soalnya lagi di tempat PKL ni..hohoho
    Lam kenal ya…makaseh dah coment postingan akooo…
    hehehehe jangan bosen2…

  11. Yari NK mengatakan:

    Mudah2an kita semua menjadi anak2 yang soleh…. dan juga menjadi orang2 dewasa yang dapat membesarkan anak2 yang soleh pula….. amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: