Cara Pemerintah berkerja

Dahulu kala di disebuah negeri antah berantah. Diriwayatkan sebuah konglomerat kaya memiliki sebidang tanah yang sangat luas dan dibiarkan kosong. Sang pemilik takut jika tanah tersebut diambil oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Dan demi menjaga tanah tersebut, sang pemilik menyewa seorang satpam untuk menjaganya.
Tapi kemudian sang pemilik berpikir ”kita menyewa seorang satpam, dia disana menjaga tanah kita, sedangkan kita disini. Siapa yang menjamin satpam itu bekerja menjaga tanah kita?” kemudian sang pemilik membentuk devisi pengawasan sebanyak 4 orang yang bertugas mengawasi sang satpam tersebut.
Kemudian pemilik tanah berpikir lagi, ”bagaimana devisi pengawas tersebut dapat bekerja maksimal jika tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan tugasnya?” maka dibangunlah sebuah rumah disekitar tanah kosong tersebut sebagai kantor devisi pengawas, lengkap dengan fasilitasnya, prabotan, listrik, air, telepon. Agar kapan saja dapat melaporkan hasil pengawasannya kepada pemilik lahan.
Karena banyaknya pengeluaran-pengeluaran yang harus dibayar, sang pemilik tanah merasa kerepotan dalam mengurus biaya-biaya yang harus dibayar. Maka dibentuklah devisi administrasi yang tugasnya mengurus semua keuangan, mulai dari membayar tagihan listrik, air, telepon maupun gaji pegawainya.
Enam bulan berlalu, dan ternyata sang pemilik tanah merasa pengeluaran yang ada sangatlah besar, sehingga perlu dilakukan perampingan biaya untuk menghemat pengeluaran. Dan dalam rangka penghematan itu maka dipecatlah sang satpam.
moral of the story:
yah.. memang ga se-dramatis ini kondisinya, tapi kadang pemerintah kita aneh, kok hobi sama ke-birokratifan, yang seharusnya bisa dikerjakan sendiri kenapa harus dibentuk departemen sendiri? yang bisa diselesaikan sebentar kenapa harus dilakukan peninjauan berkali-kali. ah… ada-ada saja. jangan ikut-ikutan pemerintah yak! ntar kasian negara kita, apa nanti kata dunia?
PostBlog:
thank’s angga atas meteri-nya🙂

3 Balasan ke Cara Pemerintah berkerja

  1. nad anak aneh mengatakan:

    #1 makasi mas dah sering banget ngunjungn blogkuh, hehe, lama-lama blogkuh keberaten nih mas, isinya berat-berat semuah, padahal dulu puisi ga penting, heheu..

    #2 ngmg” tentang peninjauan nih mas, aku jadi inget jaman aku sma, tiap ada walikota ngdain kunjungan ke sma atau ke lingkungan rmhku gitu ya, pasti sehari sblmnya ada kerja bakti gede-gedean, trus rame bgd dah, ada umbul-umbul segala. trus jadi bersih bgd! trus lama-lama aku mikir, biar kotaku dan sekolah” di daerahku bersih terus, dijadwal aja datengnya tuh walikota. muter-muterin aja dah dia sekeliling kota, ntar kan bersih semua ya, hehe😀 (emg walikota = tukang sampah keliling??)

  2. Raffaell mengatakan:

    bwakakakaka, analogi yang keren…

  3. nad mengatakan:

    mas, ko dah lama ga nulis lagih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: