Diversity, but…

which way are you?

“Living in diversity” is a kinda living i want to live, i really love being in diverse…

dan di AIESEC dulu, saya tambah belajar banyak lagi mengenai hidup dalam kebersamaan. being Diverse is great! very great, ga seru juga kalo kita hanya hidup dalam satu komunitas yang satu type, satu kelakuan, satu sikap, it’s too monoton, ga ada variasinya, keberagaman itu sangat wajar, karena kita semua sangat beragam, tidak ada salah satu dari kitapun yang persis sama, Kelamin, kulit, tempat lahir, sifat, wajah, you name it… kita semua berbeda, even itu anak kembar siam sekalipun…! di Indonesia? Bhineka Tunggal Ika… berbeda-beda tapi tetap satu jua, disana kita tau kalo di negara kita pun menghargai yang namanya perbedaan, pun kita memang terdiri dari berbagai suku dan ras…

so… no doubt about Diversity… i enjoy it, really enjoy it, even i accept people who “i wish i never meet them” my tolerance can still accept them, yes! my tolerance, tapi toleransi ada batasnya man..! ok dalam yang namanya keragaman pasti ada perbedaan prinsip, pendapat, dan sudut pandang, dalam keragaman yang satu hal ini diperbolehkan dalam keragaman lainnya dilarang, hal demikian bisa dilebur dengan yang namanya TOLERANSI, tapi kembali toleransi ada batasnya, di tempatku lagi kedatangan tamu-tamu spesial sekaligus unik dibanding yang lain, terlebih karena gaya hidupnya yang mungkin dihujat oleh orang lain, tidak hanya orang lain, tapi juga Agama… hmmm… ok to the point, they are Gay, Homo, Queers atau istilah2 lain yang mewakili kelompok mereka, did i accept them? yes! why? is that business side? quite right coz i’m selling here… but that not a hunder percent correct, jauh lebih besar dari sekedar bisnis saya ingin menambah teman dari berbagai kalangan, mereka salah satunya, pada awalnya aku simpatik sama mereka, hingga suatu titik aku mengerti kenapa society kurang bisa mengerti mereka…

hari pertama ga ada masalah, mereka datang berdua, tidak ada yang salah, mereka datang propose tempatku buat dijadikan launching buku mereka, bukunya tentang Gay, saya sangat senang karena saya juga suka baca, it’s kinda bit cool karena topiknya kontroversial, disepakati launching book pertengahan januari, ok no problempo. tidak ada yang salah, kemudian mereka mulai bergerombol… gerombolannya awalnya sekitar 4 orangan, hmmm they came in couples, and they are man… kemudian lagi mereka datang dengan gerombolan yang lebih banyak, disini keanehan dan keajaiban terjadi, salah satu dari mereka yang aku kenal kalem banget orangnya, tiba-tiba menggila!!! they going wild, tiba2 aja menjadi seperti gerombolan yang menyebalkan, mereka berkicau, entah apa yang mereka bicarakan, mereka seperti perempuan, kalo bahasa merekanya sih istilahnya “ngondek” atau yang kita kenal Banci boooo… sampe2 saya hanya bisa meringis mendengar gelagak tawa mereka yang membuat aku merinding ketakutan… ok mereka ngerumpi waktu itu jam 23, tak ada konsumen lain, i still can tolerate them… kemudian, kesekian hari kedepan, keajaiban yang lebih lagi terjadi, mereka datang lebih banyak ada yang dari luar kota segala mungkin karena hari-H Launching buku mereka dah dekat, tapi keajaiban mereka semakin menggila! salah satu dari mereka yang banci abis tiba2 bilang, “kamu manis deh” ke aku…! GOD…! kenapa tidak Dian Sastro aja yang bilang gitu kegue…! aku cuekin aja, mungkin cuman seduce ngedoda yang biasa aja, standart banci laah… tapi kemudian harinya waktu aku menyuguhkan segelas kopi ke meja mereka aku digodain lagi, ketika itu banyak gay yang datang dan banyak dari mereka yang ngepriwitin gue dan banci yang pernah bilang gue manis bilang dengan kerasnya “Heyy…! He’s Mine!!!!” sambil sinis ke gay lainnya anjrit…!!!! pingin rasanya gue geplak pake nampan gue! i’m your’s? not even in your wet dream! males banget!

oke gue masih tolerate, meskipun sambil ngepalin tangan gue dibalik meja bar dan berkata dalam hati (awas yah, coba kalo mereka bukan konsumen gue…) ok, aku berusaha menenangkan diri… sabaaar… kemudian malamnya tampat gue rame banget, banyak orang datang ke tempat gue, dari banyak banget kalangan, dan mereka semua pada straight alias normal, dan keajaiban terjadi, Mereka (baca: para gay) berkicau…! mereka ngerumpi sampe teriak2 ga jelas, ok rame ga papa asal tau tempat gue nyantai sampe konsumen gue yang lain komplain ke gue dan dia bertanya dengan nada nyindir, “ini ada apa den, kok dibelakang rame banget?” (dibelakang mereka Gay club) “ada event yah?” gue tau banget itu pertanyaan nyindir, karena jelas2 hari itu gue ga bikin event di tempatku tapi emang ramenya udah kaya ada event duel gigs make sound 3000 watt… toleransiku pun konslet, udah batas maksimal toleransi gue, aku pun bilang sama temenku yang straight yang emang deket sama GayClub mereka dan bilang untuk Lower down Their Voice, ok it works… tapi tiba2 10 menit kemudian… HAHAHAHAHA, mereka kembali bersorak sorai ga tau apa yang mereka rumpikan… anjrit! kemudian semakin rame ternyata semakin banyak pelanggan, ada temen lamaku yang bawa temen sekantor mereka ke cafeku, it’s getting crowd dan ada satu orang yang cukup ganteng muka indo-jerman gitu, disini keajaiban yang paling ajaib terjadi… mereka segerombolan tiba2 mendekati tamu gue yang ganteng itu dan seduce them, sampe (kata temenku yang dari jakarta) dia freak out, ya iya lah…! digangguin banci masa kaga freakout… damn! gue didapur cuman bisa give a f**k finger to them tentu aja dibalik dapur… jam 24 pas lagi closing, temenku yang dari jakarta masih mau nyantai ditempatku dan dia cerita kalo dia keganggu banget sama gay-club karena selain ribut, mereka juga seducing alias ngegodain mereka, anjrit…! gue cuman geleng2 kepala, ok, toleransiku habis…! ok perbedaan adalah hak, tapi juga ada kewajiban yaitu menjaga hak orang lain, disini mereka telah merampas hak orang lain, konsumen gue yang lain, aku dah ga bisa toleransi lagi, gue ga ngusir mereka tapi aku cuekin mereka, terlalu capek gue ngehadepin mereka, ok selling mereka gede, belanja mereka juga udah contribute ke Kas gue tapi Brand gue gimana? gue ga mau memiliki imej tempat nongkrong gay, mampus gue..! it’s not about they are gay tapi behave mereka yang ga tau tempat… ada temen gue yang gay, tapi dia cuku bijak untuk “tau tempat dan waktu” dan menjaga hak orang lain, dan dia cukup dewasa, tidak se-childish gay ditempat gue, apa mereka baru keluar “parah”nya kalo dah bergerombol yah? karena kalo mereka dateng sendiri atau berdua nyantai aja ga gila…

pas hari-H launching buku dimulai, dan gerombolan gay yang jumlahnya lebih massiv lagi datang, aku ada janji sama temenku dan dia mau ke Dezone, tapi dia tiba2 bilang ditelpon “kamu keluar aja yah, didalem ada mereka (Gay) to? males aku ik” gue cuman bilang “…………” speechless. 2 hari ini merka ga nongol and i hope not…! again aku terima diversity, tapi kalau itu mengganggu hak orang lain no thank’s deh, ok mereka pelanggan gue juga, tapi kehadiran mereka mengganggu pelanggan gue yang lain, sorry to say i don’t accept you guy’s again… not you, not your society, but your behave, please behave more when you are in public room, kalo di Hotel silahkan aja menggila!

Diversity is cool, but don’t disturb others right… Sorry kalo ada temen2 Gay yang baca, mostly Sorry kalo “BR” dan kawan2 baca blog ini, you still welcome in my place…. with better behave…

dan terakhir, Har… i’m bloody hell straight!!! don’t you dare to say “he’s mine” again or else…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: