tidak jatuh, tidak juga tinggi…

Penjualan menurun, sistem menejemen tidak bekerja dengan optimal, banyak tagihan belum terselesaikan, masalah datang silih berganti seakan tiada kapoknya menyeretku kedalam stress yang dalam… banyak alasan yang bisa bikin aku mengeluh betapa buruknya dunia ini bersikap terhadapku, pernah juga beberapa kali aku merasa sebagai manusia paling sial di-dunia. mungkin bukan aku satu-satunya yang merasa demikian ketika bermasalah, bisa dibilang manusiawi. tapi betapa ironisnya kita, manusia (paling tidak saya) yang ketika terlepas dari masalah, kemudian sekejap merasa menjadi dewa, merasa merasa paling ahli, merasa hebat… sombong! ketika gagal mengeluh, namun ketika berhasil sombong!

thats us, manusiawi… tapi beberapa waktu terakhir ini saya mendapat pembelajaran berarti mengenai hal itu, mengapa ketika gagal aku mengeluh? selalu menyalahkan keadaan, mencari alasan untuk kegagalanku dan kadang merasa menjadi makhluk paling sial di dunia… seorang sahabat dekat pernah menasehatiku dengan kalimat bijaknya “jika jatuh lihat kebawah, namun ketika berhasil lihat keatas” artinya ketika kita jatuh, ketika gagal, lihatlah dibawah kita, pantaskah kita mengeluh dengan keadaan kita, benarkah kita orang yang paling bermasalah di dunia ini? dengan melihat kebawah kita bisa sadar bahwa kita masih beruntung dengan kondisi kita sekarang, kita tidak pantas untuk mengeluh, masih bisa membaca blog ini berarti kita masih mengerti teknologi, masih ada uang untuk pergi kewarnet, isi bensin, atau membeli sebungkus rokok… masih ada dibawah kita yang benar-benar strugling for life, wondering wheter she can still have her dine tommorow… kita masih belum pantas untuk mengeluh kawan… saya belum pantas mengeluh…

ketika kita berhasil lihatlah keatas, sudah pantaskah kita untuk sombong? seberapa kaya kah kita? seberapa hebatkah kita? apa kita manusia yang paling hebat di dunia ini? lihatlah keatas… diatas langit masih ada langit. sudah pantaskah kita untuk ber-sombong ria? seberhasil apapun saya, saya masih belum pantas untuk sombong. perkataan teman saya benar2 membuat saya berpikir dan merenungi mengenai semua ini… janganlah mengeluh dan janganlah sombong!

dalam agama saya dijelaskan bahwa manusia diuji dengan kesusahan dan kesenangan. being balance however is not so easy… did i realy apply thing that my friend told me? nah… i’m not sure, i’m nat that hypocrit to say yes. saya masih mengeluh dalam menghadapi kegagalan dan masih merasa sombong ketika saya berhasil, penyakit manusia! on my way to cure them…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: