The Batak

09 Okt, 2009

Pre-post

Ide untuk membuat tulisan-tulisan scrap di laptop dan PDA-ku ternyata merupakan ide brillian yang bsia mengalihkan pikiran-pikiran negatifku, sekarang aku punya kegiatan baru, ketika rasa jengah, rasa suntuk, rasa kecewa datang ke aku, sebelumnya yang kulakukan adalah menyalakan Ipod dan mendengarkan lagu Jazzm sekarang kegiatan itu ditambah dengan aku menulis jurnal pribadi, sangat personal, seperti menulis diary, namun kali ini agak berbeda, laptop aku buka, aplikasi word bajakan aku nyalakan, dan aku mulai menulis ocehan-ocehan dikepalaku apapun itu, seliar dan sebinal apapun itu, tidak tersusun, tidak ter gramatisasi, tidak terstruktur, dan persetan dengan Ejaan Yang Disempurnakan… yang kulakukan adalah menulis apa yang ada dikepala, tanpa dicerna, dadakan saja. Dan baru sehari ternyata aku sudah membuat 4 entry jurnal, total sekitar 15 halaman normal di file .doc A4 dengan font standart. Dan hal ini ternyata bisa memberi stimulasi rangsangan untuk menulis, hasilnya postingan ini. Alhamdulillah aku memilki PDA, jadi tanpa laptop aku bisa menuslis scrap journalku dimana saja,,, Aku sekarang mulai senang menulis lagi… here I come!

The Batakers…

Saya tinggal di Semarang ini adalah karena kebaikan dari teman-teman komunikasi undip yang membiarkan saya ikut bersemayam di sebuak kontrakan di daerah Kertanegara. Dan ditempat saya tinggal, tepat didepan Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestant) alhasil, kegiatan mereka bisa saya pantau tanpa halangan ketika saya nangkring di balkon kontrakan oreny itu, misaa pagi, misa malam, pernikahan, kegiatan keagamaan lainnya.

Saya tidak mau menulis banyak soal Batak dan budayanya, karena memang saya tidak tau dan tidak mau disebut sok tau, saya punya banyak teman batak, dari batak yang keras sesuai imej standart orang lain terhadap batak yang punya pribadi yang keras-keras, sampe batak yang lembut, malah kata orang-orang lebay, ahahaha. Namun satu hal yang saya perhatikan disini adalah. Betapa orang batak itu sangat cinta sama tanah mereka, mungkin mereka adalah orang-orang perantauan, dan sepengetahuan saya (CMIIM) orang batak, padang, medan, itu adalah suku-suku yang memang hobi merantau, dan vice versa, orang jawa pun kadang ada yang senang merantau ke tanah sumatera dan Kalimantan. Namun secara umum mereka yang saya sebut diatas (batak, padang, medan, cina) itu terkenal dengan perantaun mereka.

Sebelumnya, postingan ini no flaming yah, no sara, hanya mencoba mengangkat sisi terang dari salah satu suku dari keragaman negaran ini, I’m no batak anyway :D

Oke, balik lagi, kegiatan di gereja depan kontrakan oreny ini sering banget anak muda genjreng-genjreng gitaran di pelataran gereja, dan mereka bernyanyi dengan lagu-lagu yang aku tidak mengerti artinya, cuman bisa saya tarik garis merahnya, seperti lagu-lagu yang membanggakan tanah batak, menceritakan tentang tanah batak, mungkin kalo mereka nyanyi make bahasa keren bisa gini kali yah “ALL HAIL BATAK” hehehe… satu hal yang aku perhatikan, mereka anak-anak muda, yang mungkin bisa memilih untuk bergaul di club atau di tempat nongkrong asik lainnya mungkin. Tapi mereka memilih bernyanyi dengan lagu tanah mereka, disini aku melihat ada pemelihataan budaya yang baik sekali, yang jarang aku lihat di suku-suku lainnya, ini yang kita kurang terapkan di budaya-budaya lainnya, saya tidak berusaha mempersaingkan antara satu dan lainnya. We are one!

Orang batak ini menjaga budaya-budaya tanah mereka, paling tidak, at least, dengan tidak malu mendendangkan lagu daerah mereka, tidak malu… kebanggan hal dan kegiatan yang kurang saya lihat di suku dan budaya lainnya, sekali lagi, no flaming, tidak bermaksud menunjukan siapa yang lebih baik dari siapa. Namun untuk mem-panuti sesuatu harus dengan sesuatu yang baik bukan? Bukan berarti lebih baik dari, namun hal baik ini sebaiknya ditiru… most of our people are not proud YET to speak ourself, termasuk saya mungkin dengan menggunakan bahasa inggris barusan :-p

kalau begini terang aja budaya kita banyak dicuri, mungkin kita ga akan sebangga ini menggunakan batik setelah batik ramai di klaim Negara tetangga dan terakhir2 ini ada hari batik nasional dan menjadi hari batik sedunia, semuanya jadi pada bangga. Yeah, kita semua kadang baru merasa memiliki setelah mulai merasa kehilangan, like I did with she L… but hell with that! Back to the topic. Langkah pertama untuk bangga adalah rasa memiliki, dan tidak hanya merasa, tapi aplikasinya juga, saya bicara soal idealism, jadinya saya sendiri juga belum sebegitunya. Masih di bab niat :-p

Orang-orang batak ini juga memiliki persaudaraan yang cukup kental, terlihat dari komunitas mereka dan kegiatan komunitas mereka di pelataran gereja yang sedang gue perhatikan sekarang. Meski tidak semua seperti itu, teman2 saya dikampus juga banyak yang batak dan banyak juga yang individualis, mungkin karena sudah bergaul di ibu kota? Atau sudah bercampur dengan budaya lainnya, bersama keragaman budaya Negara ini.

To the conclusion ada satu sisi terang yang harus kita pelajari dari orang-orang batak ini, yaitu rasa memiliki, aplikasi dari rasa memiliki itu sendiri, dan akhirnya kebanggaan atas budaya itu, dan otomatis kalau sudah seperti itu, rasa menjaga budaya itu sudah pasti terjadi, dan pencurian budaya mungkin tidak se-santer ini… mari memulai!


Aku ingin…

02 Okt, 2009
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatimu
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Satu lagu, satu pencipta lagu, terdapat 2 aransemen yang saya ketahui, musisi jazz favorite saya, Indra Lesmana, musisi idealis yang nampol, dalam aransemen pertama, kurang jazzy, tapi tetap berdenyut Jazz,
dimata saya lagu ini bercerita tentang seorang (seorang disini berarti adalah orang lain yang diluar dirinya sendiri) memiliki pola pikir diluar dunianya, diluar orang sekelilingnya, berbeda liar dan unacceptable,
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
penuh ambisi, penuh dengan impian dan cita-cita, once I’ve heard semakin besar target dan ambisi kita, semakin mudah kita kecewa, jadi kecewa??? Let’s see the Brightside, disappointed means you have a high dream to catch. Jadi kecewa? Ya, semua orang yang berambisi dia akan kecewa, karena ambisinya besar! Bit of more than you could chew. This part motivates me when I’m down… orang-orang besar itu mereka kuat bukan karena mereka tidak pernah kecewa, tapi bagaimana mereka bangkit dari kecewa itu, atau mungkin membuat kekecewaan itu menjadi kekuatan?
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Mungkin saking liarnya isi jiwanya, dia sendiri seakan tidak mengerti apa itu, dia mencipta lagu curahan sgala resah, seorang yang mencurahkan segala yang dia rasa dalam sebuah lagu, terdengar negative namun sebenarnya positif jika kita lihat dari sudup pandang yang sedikit berbeda, menurut aku orang ini musisi, dia mengaliran keresahannya dalam sebuah lagu. Mengkonversi kebenciannya, ketidak mengertiannya menjadi sebuah lagu, menjadi sebuah produk positif, sebuah lagu yang akhirnya sering saya dengar… over-and-over again… lagu ini punya soul, yang melegakan, meski sendu tapi penghias sendu…
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Told ya, this man is full of hopes, penuh dengan harapan dan angan, he want to share to the world, but I guess this man is a lone man, penyendiri
Kau coba menyendiri dan membisu
Tapi mimpinya dunia, angannya luar biasa, hanya aku menemukan sensasi kehampaan dan kegalauan, kata “ingin” berarti belum,
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Ingin bebas lepas berarti belum bebas dan lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Ingin merasa bahagia berarti belum bahagia?
Tapi bebas, bahagia, itu subjektif, sangat tergantung subjeknya, kebahagian itu relatif, se absurd dan seabstrak kebebasan… jadi kalimat negatif disini buat saya adalah denyutan manusiawi yang pasti pernah tidak bahagia dan pernah merasa terkekang, but that’s process you’ll see it worth when you look back upon your succeed, it’ll be a bliss sweet memory…
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Tiada yang bisa mengerti karena it’s about he and his head, dan orang-orang seperti ini bisa satu, sejuta. Tiada yang bisa mengerti & He keep it at his heart, make it an abstract story, maybe untold story, sebuah cerita dari penyendiri yang asik dengan dirinya, asik dengan memori impian dan ceritanya, some genius does this, to explore their complicated mind, ada yang bilang jangan terlalu idealis dan jangan terlalu filusuf… but somehow orang seperti ini menikmati kala-kala ini, mulutnya mungkin menyampah, pikirannya mungkin galau, tapi pikirannya bebas bahagia di fase-fase seperti ini, bahagia yang mungkin tersembunyi dalam kegalauan…
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatiku
Terkadang ku sendiri tak mengerti
Begitu mudah daku kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanku tak terpenuhi
Ku coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwaku
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan ku ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganku
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti

Sejuknya hembus angin

Telah redakan

Segala amarah dalam hatimu

Terkadang kau sendiri tak mengerti

Begitu mudah engkau kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanmu tak terpenuhi

Kau coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwamu

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah

Dan kau ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganmu

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli

Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti


Satu lagu, satu pencipta lagu, terdapat 2 aransemen yang saya ketahui, musisi jazz favorite saya, Indra Lesmana, musisi idealis yang nampol, dalam aransemen pertama, kurang jazzy, tapi tetap berdenyut Jazz,

dimata saya lagu ini bercerita tentang seorang (seorang disini berarti adalah orang lain yang diluar dirinya sendiri) memiliki pola pikir diluar dunianya, diluar orang sekelilingnya, berbeda liar dan unacceptable,

Terkadang kau sendiri tak mengerti

Begitu mudah engkau kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanmu tak terpenuhi

penuh ambisi, penuh dengan impian dan cita-cita, once I’ve heard semakin besar target dan ambisi kita, semakin mudah kita kecewa, jadi kecewa??? Let’s see the Brightside, disappointed means you have a high dream to catch. Jadi kecewa? Ya, semua orang yang berambisi dia akan kecewa, karena ambisinya besar! Bit of more than you could chew. This part motivates me when I’m down… orang-orang besar itu mereka kuat bukan karena mereka tidak pernah kecewa, tapi bagaimana mereka bangkit dari kecewa itu, atau mungkin membuat kekecewaan itu menjadi kekuatan?

Kau coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwamu

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah

Mungkin saking liarnya isi jiwanya, dia sendiri seakan tidak mengerti apa itu, dia mencipta lagu curahan sgala resah, seorang yang mencurahkan segala yang dia rasa dalam sebuah lagu, terdengar negative namun sebenarnya positif jika kita lihat dari sudup pandang yang sedikit berbeda, menurut aku orang ini musisi, dia mengaliran keresahannya dalam sebuah lagu. Mengkonversi kebenciannya, ketidak mengertiannya menjadi sebuah lagu, menjadi sebuah produk positif, sebuah lagu yang akhirnya sering saya dengar… over-and-over again… lagu ini punya soul, yang melegakan, meski sendu tapi penghias sendu…

Dan kau ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganmu

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli

Told ya, this man is full of hopes, penuh dengan harapan dan angan, he want to share to the world, but I guess this man is a lone man, penyendiri

Kau coba menyendiri dan membisu

Tapi mimpinya dunia, angannya luar biasa, hanya aku menemukan sensasi kehampaan dan kegalauan, kata “ingin” berarti belum,

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Ingin bebas lepas berarti belum bebas dan lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Ingin merasa bahagia berarti belum bahagia?

Tapi bebas, bahagia, itu subjektif, sangat tergantung subjeknya, kebahagian itu relatif, se absurd dan seabstrak kebebasan… jadi kalimat negatif disini buat saya adalah denyutan manusiawi yang pasti pernah tidak bahagia dan pernah merasa terkekang, but that’s process you’ll see it worth when you look back upon your succeed, it’ll be a bliss sweet memory…

Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti

Tiada yang bisa mengerti karena it’s about he and his head, dan orang-orang seperti ini bisa satu, sejuta. Tiada yang bisa mengerti & He keep it at his heart, make it an abstract story, maybe untold story, sebuah cerita dari penyendiri yang asik dengan dirinya, asik dengan memori impian dan ceritanya, some genius does this, to explore their complicated mind, ada yang bilang jangan terlalu idealis dan jangan terlalu filusuf… but somehow orang seperti ini menikmati kala-kala ini, mulutnya mungkin menyampah, pikirannya mungkin galau, tapi pikirannya bebas bahagia di fase-fase seperti ini, bahagia yang mungkin tersembunyi dalam kegalauan…

satu yang cukup unik, di aransemen kedua ini, lebih terasa jazz-nya smoooooth jazz… i love this version, dan apa yang membedakan dari lirik aransemen kedua ini? perhatikan liriknya, perbedaanya hanya seutas rambut…

Sejuknya hembus angin

Telah redakan

Segala amarah dalam hatiku


Terkadang ku sendiri tak mengerti

Begitu mudah daku kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanku tak terpenuhi


Ku coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwaku

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah


Dan ku ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganku


Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli


Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti

yap….! lirik kau diganti dengan ku, dan dia, mengakui kalau itu adalah dirinya, bahwa itu adalah alam pikiran pengalamannya, ungkapan hatinya, ungkapan hati dari seorang musisi jenius yang menciptakan one of his masterpiece song… great! one of my playlist wajib…!


cigar strikes back!

02 Okt, 2009

2 choices for this second, wake up! Drag a cigar and lit up, as you lit your spirit, or get back to sleep like an asshole, which is better? The nicotine strikes back! Damn! Pagi ini aku bener-bener berharap hari itu tidak pernah ada, rasanya seperti bangun dan berjalan menuai apa yang kamu tanam, apa yang kamu sangka jika yang kamu tanam itu baik namun teracuni dan berbuah tidak sebaik yang kamu pikirkan? Jauh tidak baik, dan tanggung jawab? Siapa yang tanggung jawab? Who the F that should bear this F situation? Who the man behind this? Saya, gue, aing, urang! Dan pagi itu rasanya aku pingin jadi orang yang tidak bertanggung jawab? Ingin?!?!? YOU ARE IRRESPONSIBLE DENNY! Indeed I’m irresponsible, and I hate that! So, is that a proper reason to me to hate myself? Ok! Let’s do hate myself, pull the cigar and lit it up, as you hope it burns your spirit, or maybe your life, YFL!
In some situation I wish I weren’t here… lie! Maybe each single day! Hal yang paling tidak bertanggung jawab yang pernah saya tuduhkan adalah lari dari kehidupan, and some situation I shallowed my own Fking spit, hina! Tapi biarlah, toh aku memang hina, siapa yang sok suci disini? We were life to die, we not sooner? Is everything that sooner also going to be better? IDK! IDFWK!!! Apa yang saat ini aku pingin tau, aku tidak pingin tau dan aku tidak ingin ada disini, is that irresponsible enough??? F.U.C.K! I struck!!!!!! Bicth! Rasanya kaya pingin teriak, ingin ada yang mendengarkan, but who seems to know as seems to care? Who does? WFDC? My cigar does… he told me, it’s our best friend denny, a kind of us is someone who really need someone who can bear our problem, and be there exactly when we need, and who can replace this hard responsible beside our lovely cigar, when it came to you, you simple drag it out and lit it, it may we say she, so she is there, you burn it, you enjoy it, she accept it, such a beautiful acceptation and everybody gets happy… let falter into cigar, it even more fking simpler, not just simpler, it’s also better then to fall in love, so what could be better then fall in love with cigar? It’s angels in heaven do when angels not home, because they in heaven, they doesn’t help you, maybe they helping you trough the things that going through your vein and burn you from there, bringing all the rest thing you got up to your brain and vein maybe along with your spirit, who does care? Who really wanna care? Nobody except it, so pull it, burn it, enjoy…! What else can relieve?
But yet, we live to die… and if we die trying it is also like trying to die, and you know, you are living like a human coz in the end, we are die trying to live to die. So… we have to keep on live… so we’ll die properly like human being