Bahkan merekapun lebih perduli…

31 Agu, 2008

kira-kira hari rabu minggu kemarin di Bandung tepatnya jam 6, dari BEC mau ke arah Antapani, saya terjebak macet di terusan jalan Jakarta, Jl. Jakarta dan Jl. Terusan Jakarta adalah neraka kendaraan saudara-saudara, apalagi kalo jam berangkat dan jam pulang kerja, jangan harap bisa melalui jalan dengan jarak hanya sekitar 1-2 kilometer tersebut kurang dari setengah jam, kadang saking macetnya sampe hampir sejam saya lewati.

Pas sampe di daerah borma, berdesak-desakan dengan mobil-mobil dan motor yang menggila tidak karuan itu saya terkejut dengan kehadiran makhluk asing, wekz! Yep! Maksud saya ada bule lewat, mungkin terdengar ndeso, kok saya kaget ngeliat bule, tapi bule ini lain, dia spesial, setidaknya jiwa kepeduliannya spesial, bule itu menerabas macet begitu saja dengan sepeda-nya, yap! Sepeda! Dan dia berjalan melintasi macet dengan santainya, lebih cepat dari mobil yang terjebak macet, bahkan lebih cepat dari motor serakah yang melibas Trotoar itu,

b2w

b2w

sekilas saya melihat ada emblem dibawah jok-nya warna kuning berbentuk segitiga dan bertulisnya “bike to work” dan memang sepertinya dia bukan tourist, karena menggunakan setelah hem putih rapi berkain bahan meski menggunakan backpack, mungkin dia kerja di negara ini. bike to work adalah sebuah komunitas yang perduli dengan lingkungan pencemaran polusi dan mereka menggunakan sepeda untuk kesehariannnya ke-kantor, setau saya tidak setiap hari, hanya hari-hari tertentu saja mereka bersepeda, tujuan mereka adalah untuk menghemat BBM, mengurangi polusi, dan membina raga, jangan mengira mereka sekumpulan orang kere yang gak mampu beli mobil, rata-rata mereka memiliki jabatan di perusahaan mereka, mobilnya pun mungkin lebih dari 2, tapi mereka memiliki hobi yang positif untuk alam ini.

Saya berpikir, Kenapa warga negara asing lebih perduli sama lingkungan alam kita… Kemudian saya habiskan sisa perjalanan saya dengan merenung, “bahkan merekapun lebih perduli dengan lingkungan kita?”

ah,,, mengapa kita sendiri masih tutup mata dengan lingkungan kita?

Kurang pengetahuan kah?

Tidak perdulikah?

Tidak mampukah?

Malas kah?

Tiba-tiba terbesit keinginan untuk membeli sepeda…


Blog dimata Pemilu US

30 Agu, 2008

mungkin Jubir dari Partai Republik sangat tidak sepakat dengan pendapat Roy Suryo, saya menyimakpendapat salah satu jubir partai Republik dalam liputan di Metro TV, setangkap saya dalam liputan singkat itu Jubir itu berkata peran media sangat penting dalam konvensi Partai Republik ini, dia mengundang sekitar 15.000 wartawan internasional dari seluruh dunia, mempersilahkan TV Nasional Besar di US dan juga TV kabel di Seluruh dunia untuk meliput, dan juga mereka menyediakan tribun yang dilengkapi sambungan ke Internet untuk blogger yang ingin melakukan Live Blogging…! menurut dia peran blogger cukup berpengaruh di media Internet, untuk suatu ke-populeritas-an tentunya… cuman maaf, saya tidak bisa memberikan sumber yang bisa “intip” langsung, karena saya dengar berita ini di Metro TV malam 29 Agustus, tapi ada 2 contoh hasil live blogging yang sudah beredar, disini dan disini.

saya sedikit surprise mendengar berita itu, adalah fakta bahwa blogger sangat dipandang di negara US, dan cukup dipertimbangakan pengaruhnya, bagaimana di Indonesia? ah! anggota dewan kita punya laptop keren dan canggih cuman dipake buat nonton VCD porno saat sidang, mana tau mereka tentang blog? memang ada sih beberapa yang bikin blog, tapi paling dibikinin sama orang hehehe. yang sok tau paling Roy Suryo, itupun definisinya sangat sedikit meleset, mungkin dia belum pernah buka wikipedia dan mencari definisi blog disana.

sayang sekali masih banyak yang memandang blog dengan sebelah mata, atau bahkan memfitnah blog, mungkin ketidak tahuan mereka soal blog, mungkin sekedar iri karena tidak punya blog, atau mungkin memang ada oknum yang menggunakan blog untuk hal yang negatif, karena blog itu seperti pisau, bisa digunakan untuk kebaikan (buat masak, buat motong daging, buat motong rumput misalnya) dan juga bisa dilakukan untuk hal buruk you know lah…!

kalo roy baca kasih koment yah…! :-p


kisah cinta terhebat…

29 Agu, 2008

pada awalnya dia tak cintainya, faktor ke-kolotan budaya ini mungkin menyatukan…

tapi toh manusia adalah makhluk dengan cinta kasih, tidak pandang bulu, semua orang sejatinya saling mencintai, tidak seperti mereka yang terlalu menyempitkan arti cinta yang sejati, seakan cinta itu selalu berdua, selalu kata-kata manis, dan selalu manis…

ya… mungkin tidak semua orang menerima cinta dengan jalan ini. Cinta yang tidak berbunga… Tapi cinta itu tidak bisa egois kita menjalaninya, tidak bisa, “yak… aku cinta kamu!” dan dapatkan cinta. Ikhlas adalah caranya menerimanya… toh Tuhan mencintainya dengan memberikannya… karena mungkin jalan inilah yang diberikanNya terbaik untuknya..

dia terima dan di-jalani cinta ini dengan belajar, cinta adalah belajar, percuma mencari yang cocok, percuma mencari kesamaan, maupun perbedaan, “bumbu cinta” tetap akan ada, dan pelajaran cinta akan mengajarimu mencintai, jika kamu mau membuka mata dan belajar. Cinta adalah menghargai, menerima, mengerti, dan memahami… terkadang pengorbanan menjadi muaranya, letihkah dengan pengorbanan? Tidak berkorban berarti tidak bercinta, terserah orang lain mendefinisikan seperti apa, tapi baginya inilah cinta. Egoisme menjadi hambatan untuk belajar, menjadi tantangan, menjadi ancaman, mungkin menjadi akhir.

adakah batasan bagi cinta? cinta itu luas, terbentang luas bak samudra, mungkin lebih luas, bagaikan angkasa, tapi apalah kita selain segumpal daging, begitu rapuh tak berdaya, lebih rentan dari cawan tembikar, terkadang egoisme meraja, membutakan mata, menggoyahkan, hendak meruntuhkan… tapi ternyata dia lebih kuat dari yang aku bayangkan, setegar karang meski sejatinya selembut sutera, sabar menjadi pegangannya, mungkin benar ada yang berkata sabar itu tiada batasnya, tapi dia bukanlah dewa bukan pula malaikat, alasan manusiawi bisa dia gunakan tapi rupanya dia lebih dari manusia. Manusia dengan pengertian, pemahaman, kebijakan, ketulusan yang luar biasa yang pernah aku tatap mukanya, mungkin sampai aku menutup mata.

Jangan ditanya soal pengorbanan, dengan apapun mungkin tiada tertebus, meski akan mendapat ganjarannya, kesabaran pasti berbuah manis, mungkin nanti tidak sekarang, mungkin prosesnya itu akan terasa manis jika kita menikmatinya dengan cara lain. Dan pasti kelak “disana” mendapatkan ganjaran tak terbayangkan yang diluar bayangan manusia yang bisa diimpikan, hanya terima kasih bisa ku-ungkapkan.

Adakah alasan untuk mengakhiri cinta? Mungkin secara individu banyak alasan mengakhiri dan sedikit alasan mempertahankan, tapi mengapa kita tidak lebih fokus ke alasan yang sedikit? Seperti yang dijabarkan sebelumnya cinta itu luas dan umum, tolong jangan sempitkan artinya, terkadang cinta tidak selalu manis, bahkan tidak manis, mungkin kenikmatannya justeru ada di rasa pahitnya, selayaknya pencinta kopi menikmati kopi karena ia pahit. Dan ingat, cinta itu tidak melulu soal aku, soal kamu, tapi mereka, mungkin dia mencintainya karena mereka? Berkorban untuk mereka, terkadang kenikmatan cinta adalah aku sakit namun senang melihat mereka bahagia…

karena cinta itu tidak boleh egois mengenai perasaanku, tapi… perasaannya…. perasaan mereka … PerasaanNya, maka demikian karena berkorbanlah cinta itu ada. jika pengorbanan terasa pahit, disitulah terasa nikmat,

jika terluka?..  ikhlas menjadi elixir yang paling ampuh buatnya bertahan. Mungkin ini masih terasa sakit, namun akan seperti orgasme diakhir, terasa nikmat tak terbayangkan…

aku tau kau mencintainya dengan cara yang hebat,

itulah mengapa aku mencintamu..

sungguh aku menginginkan pendamping seperti dirimu

aku mencintai pengorbananmu

aku mencintai ketulusanmu,

berbuah manis padaku,

dan kemudiana aku mengerti mengapa Keyakinanku menyuruh menyebut sayangmu 3 kali baru dia

aku sayang ibu

aku sayang ibu

aku sayang ibu

aku sayang ayah

aku sayang adik-adikku

aku sayang kalian dan merindukan kalian..

doakan aku mendapaktan pendamping se luar biasa kamu hai ibunda…

aku menyayangimu….


Bandung, The Spending City

28 Agu, 2008

menyambung postingan saya sebelumnya, kota Bandung…

tidak seperti dulu, kota ini boros sekali, sungguh berbeda dengan dulu, apa mungkin saya kelamaan di Semarang yah? apa karena perbedaan budaya dan perbedaan ekonomi? atau perbedaan masa, inflasi mungkin…

dalam semalam kota ini bisa membuat saya bangkrut, karena males masak sendiri saya beli Nasgor didepan rumah, pas mau bayar, “seberaha a?” 9000 sep, jawab si mang nasgor, sedikit kaget saya bayar nasgor itu. karena merasa mahal saya mencoba ke rumah makan yang lebih sederhana dengan berharap sesuatu yang lebih ramah biaya, nasi rames Hati Ayam harganya 7000, well, sudahlah… sorenya saya ke Paris Van Java, try to have some pleasure, mobil saya parkir dan mobil Twincam saya serasa paling oldies…! paling butut, ada yang bawa Ferarri, ada Mercy SL, paling engga mobil keluaran 2000 keatas semua, main ke  coffeeshop, saya bayar segelas kopi yang rasanya kok masih enak punya DeZone bagi saya seharga 25.000, asem! kalo gue buka kafe di Bandung pasti cepet kaya nih….! setelah itu ke blitz megaplex untuk nonton The Mummy, bayar 25.000 untuk tiket menonton, sepulangnya bayar parkir 9000! yup! disini parkir sudah perjam semua hitungannya, jadi kalo parkir lama nongkrong gitu, bayarnyapun nauzubillah… beli pulsa, beli rokok, beli Es buah, Angkot, Parkir, semuanya  serasa mahal disini,

mungkin kalo orang bandung baca bakal bilang “kunaon kitu? da biasa wae atuh”

tapi berhubung saya sekarang orang semarang saya bilang “utekke…! luarangmen dez!”


Bandung Dulu, Bandung Sekarang

28 Agu, 2008

naha posting tentang bandung? teu nanaon da abi ge urang bandung atuh :-p

bandung, kota yang sempat saya tinggali, selama kurang lebih 9 tahun, dari Sd, hingga SMU, saya meninggalkan kota ini tahun 2001, sejak 2001 pun kota ini jarang saya kunjungi, kenangan masa lalu dan cinta pertama pun masih tersimpan dalam kota kembang ini.

2008 Agustus, saya datang lagi ke kota ini, untuk sekedar kangen-kangenan, liburan, pelarian, dari kesumpekan saya di kota Semarang, banyak yang berubah dari bandung, huff, kota ini kok semakin gak enak aja buat istirahat.

Bandung Dulu:

- Dulu Jl. Jakarta selalu lenggang, sekarang, jangan berharap santai kalo nyetir jam 7pagi dan jam 6 sore

- Dulu BIP masih terkenal, selalu menjadi tempat nongkrong pilihan, Sekarang? wah saya sampe ga hafal nama2 mall di Bandung

-Dulu Naik angkot dari Antapani ke BIP cuman 500! pelajar cuman 300, kini 2500, meningkat 800%

-Dulu daerah Jl. Purwakarta Antapani masih sawah, sekarang perumahan, di sebelah utara antapani juga masih sawah, sekarang mulai ada perumahan

-Dulu pusat perbelanjaan yang ngetop masih Makro, saya masih ingat ritual keluarga kami di awal bulan (pas papa gajian) kita selalu ke makro, sumput-sumputan dengan petugas karena ketinggian badan tidak memenuhi syarat, dan bermain2 didepan area makro, (ahhhh…. masa itu… kangen hikz…)

-Dulu semuanya seakan begitu besar, begitu luas, rumah kami terasa luas, taman segitiga di Jl. Gresik begitu besar, Mesjid Al-Hikmah terasa besar dan luas, kini, semua seakan menyusut… (mungkin lebih tepatnya saya yang bertumbuh besar :-p)

-dulu tidak ada jalan layang kosambi sama pasteur, sekarang mah ada euy, keren…!

-Dulu mah ada Sultan Plaza, sekarnag bangkrut, kemakan sama Ciwalk

-ahh…. Bandung dulu lain sekarang a’…

tapi juga ada yang masih tetap sama…

-Rumah saya Jl. Trenggalek, sampai nangis saya begitu melihat foto muda ibu saya terpasang gi kaca meja rias beliau, menggendong adik saya yang masih kecil (difoto masih bayi) sekarang sudah SMA

-entah kenapa aku tidak sengaja ketemu sama Gledys, seorang wanita yang agak terganggu kejiwaannya yang dulu selalu diganggu sama teman2ku SMP, mungkin untuk siswa SD14 & SMP45 seangkatan aku masih ingat sama wanita yang terganggu jiwanya ini yang selalu berjalan2 mengitari daerah Antapani ini.

-penjaga Rumah di daerahku juga masih sama, dedikasi mereka luar biasa, pak Aceng, pak Andy, Pak Asep, kemarin saya ketemu sama pak Andy yang ternyata masih ingat dengan saya (meski lupa nama saya)

-pedagang di SMP dan SD saya juga masih ada yang sama, entah mereka ingat saya atau tidak yang dulu selalu menjadi pelanggan setia mereka apabila jam istirahat berbunyi

-dan yang tidak berubah lagi, si dia masih tetap cantik, dan sekarang sudah lulus katanya dari studynya :-D

ah…. bandung dulu lain sekarang I really miss that moment,


se-oplah koran…

05 Agu, 2008

siang ini matahari begitu teri, membakar kulitku… dunia semakin panas saja batinku. kulihat disana ada seoplah koran, sudah lama aku tidak membaca koran, pekerjaanku begitu menyita waktuku, sebutlah aku orang sibuk, sebutlah aku orang yang menghargai waktu. aku ingin tau, apa yang terjadi pada dunia sekarang ini, apa yang terjadi pada dunia ini… kuambil koran itu, kubukanya halaman demi halaman.

dahiku berkrenyit, selama itukah aku tidak membaca koran? beritanya  begitu berbeda dengan kenyataan yang aku alami, jauh dari berita buruk, tidak ulasan negatif terhadap issue lokal, semuanya begitu damai… halaman pertama kuamati, aiiih…! aku terkejut.. mata uang rupiah menguat sebulan ini? hampir sama dengan dollar Singapore? wow…! hebat sekali menteri ekonomi kita, hebat hebat… aku terkagum-kagum membaca artikel itu, puas kemudian aku membuka halaman selanjutnya.. wow! kita kembali merebut Piala Thomas & Uber!!! hebat sekali atlit kita, akhirnya kita berhasil merebut piala itu…! meski bukan atlit, aku rindu akan piala itu… ah, senang sekali membaca kabar ini.. hey hey…! ekspor beras kita meningkat? wah hebat sekali ini,  ekspor palawija juga?!?! wah  setengah tidak percaya aku membacanya.. bagus bagu… senang aku membacanya, wah!  ternyata koran itu menulis “seiring dengan meningkatnya expor beras, Swasembada pangan ditingkatkan” wah.. ibuku akan senang membaca berita ini… semua bagaikan mimpi  saja… ah, ternyata saya rabun informasi sudah begitu lama… bagaimana bisa aku ketinggalan semua informasi ini? ah.. bodoh sekali aku…

kubuka lagi halaman berikutnya, iklan dimana-mana, tapi kali ini terasa berbeda, iklan-iklan ini  tidak seperti biasanya, iklan-iklan yang biasa kubaca selalu menonjolkan kelebihan-nya sendiri, bahkan  tidak sedikit yang menjelekkan produk pesaingnya… tapi iklan ini cukup informatif, dan wajar tidak berlebihan. bagus-bagus.. kini mereka sadar akan etika Iklan, dipojokan halaman aku  lihat jadwal televisi, aih-aih.. kemana saluran-saluran televisi yang tidak berguna itu? kok tidak ada? apa sudah bangkrut? kok saluran televisinya yang tertera disini begitu sedikit? ah, peduli setan, kulihat jadwal susunan  acaranya… bagus bagus… meski saluran TV-nya sedikit, tapi muatannya bermanfaat, terbaca dari judulnya, sepertinya begitu edukatif, syukurlah departemen informasi sudah bisa menyaring tayangan TV di negara ini, kini hilang sudah saluran televisi bejat yang merusak moral bangsa ini, bagus kalau begitu…

hey hey…! siswa kita berprestasi di Luar Negeri sana, bahkan untuk masalah pendidikan aku baca, negeri luar lebih senang bellajar disini, mereka lebih memilih kuliah di negeri ini.. bagus bagus, sistem pendidikan kita lebih baik lagi, sektor bisnispun kubaca lebih baik, tidak seperti selama ini yang aku dengar, dikoran ini semuanya begitu berjalan dengan lancar, syukurlah.. negara ini menjadi lebih baik sekarang. hey! harga bahan bakar minyak kok turun sekarang? menjadi murah sekali… harga bahan pokok juga begitu, kok jadi murah sekali… wah, berita baik ini, keluargaku dirumah pasti senang membacaranya.. tapi-tapi tunggu… kemana berita itu? mana berita korupsi, berita pemerkosaan, berita  kriminal, biasanya tidak usah aku cari, berita itu muncul lebih dahulu menarik perhatian mataku untuk aku baca sebelum membaca berita lainnya, aku susah payah mencari baru ketemu satu? ah  sudahlah, sudah bagus banyak berita baik di koran ini, untuk apa habis pikir dengan berita buruk…

ah… seperti mimpi aku membaca oplah koran ini, puas aku membacanya, negara ini lebih baik ternyata, aku jadi menyesal selama ini rabun informasi… tak terasa banyak waktu aku habiskan untuk membaca se-oplah koran ini, hingga teriakan Jarwo, kakakku mengagetkanku

“Woy Jo…! ngapain kamu jongkok lama baca koran disitu?!?! Cepetan cari barang berharga di tumpukan sampah ini!! sekalian koran yang kamu baca itu, mungkin bisa dijual! dikilo-in!!” Jarwo mendekatiku dan berkata  lagi “heh! darimana kamu dapat koran lama ini? koran tahun 90-an masih kamu baca juga? sudah gila kamu yah!. lekas cari sampah-sampah yang masih bisa dijual, lalu lekas pulang, hari sudah sore ini, Ibu bisa marah kalau sampah yang kita pungut sedikit dan ga berharga”.

aku membaca dalam hati, seakan mengeja tanggal terbut koran tersebut “4 November 1993″ sial! aku mengumpat dalam hati… kulipat koran itu rapih, kutaruh dalam tas yang kukaitkan dalam gerobak sampahku, aku berlalu mengikuti langkah Jarwo yang meninggalkanku, Koran itu tidak akan kujual, kusimpan sebagai kenang-kenangan, sebagai harapan agar negaraku kembali jaya, kembali ditakuti…

*apa yang lebih baik dari negara ini sekarang?


promosi negeri orang

02 Agu, 2008

saya bukan orang yang hobi ke mall, juga bukan orang yang belanja di Mall kecuali CareFour buat kulakan bahan2 DeZone..

cuman kemarin saya nyari game UNO, katanya di Lavender JavaMall ada yang jua, ya udah saya kesana, mampir juga ke Hypermart sekalian buat liat2 harga membandingkan dengan harga di Carefour, ternyata masih murah di carefour, hehehe…

keluar dari HyperMart, aku mau ke lantai atas ke toko aksesoris lavender, ditengah Hall JavaMall, tempat biasanya dijadikan display buat pameran mobil sampe komputer saya lihat ada stand besar bertuliskan diatasnya “Uniquely Singapore” mereka mempromosikan negara Singapore dan seperti apa standnya, disana mereka mendisplay maket kota singapore, mempamerkan daerah2 seperti orchard road dsb, mengiming-imingi pengunjung dengan kehingar bingaran Negeri Singapore, yang meramaikan stand itu bisa ditebak, orang2 borjuis, necis, dompet mereka hanya bersisi beberapa lembar cash namun puluhan Credit Card terselip di dompet mereka, atau diselipkan ke dompet khusus. orang2 kecil yang lewat mungkin akan mengira “wah, produk apa ini, Hanphone baru merek Singapore, Travel Agent, atau apa ini?”

promosi negeri orang

promosi negeri orang

yang menjaga stand tersebut orang Lokal, mungkin EO yang dibayar untuk mempersiapkan dan mengatur acara dan stand ini, aku tidak akan menuduh mereka penghianat negara, dan aku tidak meragukan nasionalisme mereka, anak bangsa yang mempromosikan keindahan negeri tetangganya, tidak… itu mungkin hanya mekansime Ekonomi, dimana ada peluang berkerja pada Pihak Pemerintah negara lain untuk mempromosikan negaranya.. tidak munafik, kalau saya yang ditawari jadi EO untuk membuat Stand mempromosikan Negara lain mungkin saya berpikir 2 kali untuk tidak menerima tawaran itu, meski jiwa nasionalis saya tentu tidak semudah itu berkata “ya”..

bagaimanapun saya menilai pemerintah kita kecolongan dalam hal ini, saya tidak menyalahkkan pemerintah, tidak, mungkin itu hanya konsekuensi dari kita yang memilih orang2 yang tidak mencintai negara ini untuk mengatur negara ini, atau mungkin itu hanya apesnya kita, karena tidak ada pilihan yang lebih baik.. balik lagi, Pemerintah kecolongan.. punya potensi wisata yang bagus kok tidak di promosikan, punya Kota Lama, area konservasi tata kota kolonial kok tidak dikembangkan, punya Lawang Sewun peninggalan kolonial kok dijadikan tempat uji nyali, punya Zamrud kok tidak di gosok dan dipromosikan..

hanya orang bodoh yang berani melepaskan barang bagus yang didapatnya, meski itu merampok, itulah alasan Belanda mempertahankan Negara ini mati-matian melebihi tanah asalnya, itulah mengapa Belanda tidak melepaskan Negara ini selama 350 tahun, 350 tahun… tidak terbayangkan, ada generasi dimana dia lahir dalam keadaan terjajah dan mati juga dalam keadaan terjajah.. Negara lain menyadari Keindahan Negara ini, Negara lain menginginkan Negaranya berada di posisi ini, dengan kondisi geografis dan kekayaan alam seindah ini, namun rupanya kita belum cukup mengerti untuk menyadari keindahan negara kita sendiri, kita belum cukup menang untuk membiarkan rakyat kita menikmati keindahan alam negara lain dibanding meng-eksplorasi keindahan negeri sendiri, belum cukup cerdik untuk melihat ini sebagai peluang untuk menghasilkan devisa negara..

Pemerintah Singapore juga tidak salah mempromosikan Negaranya, bukankah itu wajar bangga terhadap negeri sendiri, saking bangganya hingga berkoar2 ke negeri lain untuk mengumbar keindahan negerinya, untuk mampir sejenak barang menghabiskan 5000-10000 Dollar di Negara mereka dan meningkatkan sektor pariwisata negaranya, wajar bukan? tapi mungkin kita masih belum cukup bangga untuk mengumbar keindahan negeri kita, untuk mengajak orang menghadiri negeri ini… atau mungkin kita masih malu mengajak orang mampir ke negeri ini? seperti saya yang malu untuk mengajak teman ke kostan saya karena berantakan tidak karuan?

ada yang mau mampir ke Singapore? coba  baca promosi ini, mungkin tertarik:

sipo

sipo

kalau mau temen2 di Semarang mungkin bisa mampir ke JavaMall untuk melihat stand mereka, tertarik, dan menghabiskan uang disana…

ah… tidak papa.. memberi rezeki ke negeri orang itu juga pahala kan? meski kita masih punya banyak hutang.. tapi ah,, tidak papa… kita kan negara dermawan yang terus menyumbangkan kekayaan kita ke negeri lain tanpa kadang tidak memperhatikan kondisi negara sendiri…


merampok bangsa sendiri…

01 Agu, 2008

obrolan malam itu terasa sangat penting, kita seperti orang penting atau mungkin pening yang mencoba berpikir tentang perekonomian negara ini, dari pembicaraan tai sapi bullshit mengenai bisnis pulsa, eh, kok ndilalah merambah ke keuangan makro di negara ini:

teman: Den, bisnis apa ya yang enak di Indonesia ini? keputusan kita untuk invest di pulsa sudah tepat belum ya?

Denny: paling enak berbisnis dari apa yang kita sukai dan kita senang melakukannya mas

teman: ah itu kan kamu, yang terlalu idealis, kayak DeZone ini, seidealis namanya, kalo mau bisnis bener2 yang penting perputaran uangnya bisa lancar dan aman

Denny: hehehehe, pulsa sudah cukup bagus kok, asal dilakoni bener2 aja mas…

teman: bener2, semoga bisnis ini bisa lancar deh den, bisnis ini bisa meningkatkan perekonomian kita, dan juga meningkatkan perekonomian semarang dan juga Indonesia tho?

aku terdiam, meski hanya sebentar tapi cukup untuk menimbulkan sekelebat pikiran mengenai perekonomian Indonesia, akupun membalas, engga juga deh, kalo memang meningkatkan perekonomian Indonesia yang harus kita lakukan harusnya bisnis dalam sektor riil mas, karena kalo pulsa dan bahkan DeZone itu hanya bisnis non-riil, yang kita produksikan hanya berupa produk maya, tidak ada wujudnya, seperti DeZone, meski riilnya aku jual kopi tapi aku sebenernya jual suasana mas. bisnis pulsa juga begitu, kita hanya menjual jasa, kita tetap tidak menciptakan suatu hal yang riil.

Denny: dan kalau kita bicara soal perekonomian makro, untuk menyumbang pemasukan untuk Indonesia sejatinya produk kita harus dibeli sama luar negeri alias import, sehingga ada devisa yang masuk ke Indonesia. kalau produk kita dibeli sama orang2 kita juga berarti cashflow ekonomi negara kita hanya berjalan ditempat, tidak menghasilkan. jadi bisnis kita belum bisa menyumbang perekonomian Indonesia secara global mas…

rancu

rancu

teman:iya juga ya den, berarti kalo kita usaha bikin dealer motor, atau bikin toko handphone, sebenernya kita tidak menyumbang perekonomian Indonesia yah, malah merugikan negara..

Denny: secara tidak langsung mas, kalo kamu buka dealer Honda misalnya, meski kamu dapet selisih margin keuntungan dari nilai motor itu, tetep aja uangnya keluar Indonesia, ke perusahaan Honda, dan uangnya  ke Jepang, jadi kamu merampok bangsamu dan menyumbang devisa ke Jepang, dan kamu dapet margin dari hasil rampokanmu…

teman: hmmmm iya juga yah den…

ketika saya masih rajin kuliah, kalo tidak salah pada kuliah makro ekonomi dan  Perekonomian Indonesia, disana ada teori yang mengatakan: sebuah negara itu perekonomiannya dianggap seimbang apabila nilai export = import, logika yang cukup sederhana,

dengan adanya keseimbangan Ex-Im perputaran internasionalnya  berjalan seimbang, namun apa yang terjadi di Indonesia tidak begitu, nilai Import kita jauh lebih besar daripada nilai export kita, walhasil cashflow kita sangat berat sebelah, pemasukan negara kita lebih kecil dari pengeluaran masyarakat kita untuk membeil barang import. apabila ada aktifitas bisnis dalam negeri tanpa diimbangi dengan sumbangan devisa dari luar negeri, maka yang terjadi keuntungan yang kita terima adalah derita masyarakat lain, inilah yang aku sebut merampok bangsa sendiri yang sekarang sedang saya dan teman saya hendak lakukan. kenapa? karena uang yang kita terima berarti uang dari bangsa kita sendiri, yang hanya berpindah tangan, tanpa ada pemasukan dari luar negeri, dan yang ada, ketika kita membeli Laptop Acer, Mobil Toyota,  HP nokia, tas Eiger, uang yang kita keluarkan praktis masuk ke negara-negara produksi tersebut dan menjadi devisa buat negara mereka…

saya sangat setuju apabila kita harus mendukung produk dalam negeri! KURANGILAH PEMBELIAN PRODUK IMPORT KAWAN… apabila pembelian barang import dilakukan untuk melakukan produksi ulang untuk di export lagi itu masih membantu, tapi apabila pembelian barang import untuk kesenangan semata?

tapi apabila ada hikmah yang bisa ditarik dari sini, lihatlah kita, lihatlah produk  yang kita konsumsi sehari2, produk unilever, nestle, Bayer? lihatlah alat2 yang kita gunakan, Sony? Acer? Nokia? Aple? lihatlah yang kita kenakan sehari2, Levis? Adidas? Nike? Lacoste? lihatlah kendaraan kita, Toyota? Honda? Daihatsu? lihat fasilitas komunikasi kita, Indosat, Telkomsel, hutch? semuanya telah diakuisisi oleh asing.. lihatlah betapa miskinnya kita dan lihatlah apa yang bisa kita sumbang ke negara lain… kita sungguh bangsa yang dermawan :-)


01 Agu, 2008

saya punya banyak alasan kenapa saya sedikit menelantarkan blog ini, internet masih saya selami tiap jam-nya, jutaan bit data ter-transfer masuk dan pergi tiap harinya di laptop acer yang ternyata cukup tahan lama ini, ketika saya nulis blog ini koneksi laptop saya terkoneksi selama 28 jam, alias 1 hari lebih 4 jam. seperti biasa, laptop ini saya perlakukan dengan nista-nya, saya masih terkoneksi dengan internet, hanya bedanya kalau dulu saya posting sampe 2 post sehari sekarng saya menghabiskan waktu berselancar saya untuk mencari data demi tawaran bisnis seorang teman, disambi meramaikan friendster DeZone, disambi mendengarkan alunan Jazz, disambi berbicara mengenai bisnis yang masih berstatus OMDO alias omong doang, disambi chat dengan teman2 chat saya meski sering saya set invisible.

sibuk mempromosikan DeZone, berkelana kesana kemari untuk memenuhi tawaran bisnis dari temen-temen, mencoba memuaskan tamu dan pelanggan DeZone, mencoba untuk perduli dengan kuliah saya yang terlantar selama 2 semester, pergi ke gubernuran untuk mengajukan pendanaan bisnis sampe di cap orang gila, dan memenuhi ajakan wawancara dari seorang wartawan jawapos. sedikit promosi, kalo yang di Semarang dan berlangganan JawaPos, mungkin bisa dibaca di edisi hari ini, Kamis 1 Agustus, kata sang wartawan, profil saya dimuat di Radar Semarang di Cover Story, entah halaman berapa, ini masih pagi jam 03:12 mungkin korannya masih proses cetak..

Sejuta kata untuk saya post berkeliaran di otak saya, setiap teringat hanya saya tulis pikiran pokok di HandPhone sederhana saya dengan harapan saya bisa ingat kembali untuk saya jadikan tulisan, sebagian lagi saya coba simpan dalam selipan jutaan neutron dalam otak saya, sebuah hardisk ciptaanNya yang berkapasitas tak terbatas nan kerap terhidden files, alias lupa…

saya mohon maaf jarang menyawangi rumah maya saya, meski saya tetap main ke rumah Ndoro yang terkena kasus penipuan, bertandang ke rumah anang yang bangga akan Opera-nya, ke rumah laporan yang masih menulis sesuatu secara empiris, ke rumah spektrum yang tetap filosofis, ke rumah raffael yang tetap dengan techy-nya, semuanya saya mampir tanpa meninggalkan jejak, mungkin saya seperti maling yang mampir tanpa memberi kesan, tanpa pamit… saya mohon maaf…