Suatu hari aku pernah discuss sama Made, tentang cinta… tentang definisi cinta, tidak disangka bahasannya lebar sampe ke cinta secara universal. Kita tidak berdebat mengenai agama meski kita berbeda keyakinan
Denny: de, menurutmu cinta itu apa de? Sesuatu yang kamu tau alasannya seperti, “aku mencintai dia karena dia begini dan begitu”, atau cinta itu sesuatu yang kamu tidak tau alasannya seperti “aku cinta ya cinta, pokoknya cinta lah, ga tau kenapa…”
Made: menurut aku yang kedua den, kita itu cinta sama seseorang karena ga tau kenapa.
Made: itulah mengapa aku menyembah menghormati leluhurku dengan caraku, dan aku melakukan ritual seperti nyepi untuk agamaku, kamu ga pernah bisa nanya kenapa aku melakukan itu semua, itu dilakukan karena ke-cinta-an sama agama dan tuhan kita. Sebagaimana kamu juga menjalankan kewajiban agamamu sebagai seorang muslim
Denny: masuk akal juga yah, itu juga mengapa kita ga bisa merasionalkan agama, dan itu juga alasan kenapa kita ga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan melogika seputar agama.
The conversation wasn’t end-up there, kita membahas hal ini selama 4 jam! Dari malam sampe pagi, 2 orang insomnia akut!
Back to the topic, itulah mengapa apabila kita sebagai penganut agama selalu berusaha mencari alasan dalam agama kita mengapa harus begini dan mengapa harus begitu, kita akan susah menemukannya, susah me-logika-kannya karena memang itu abstrak, seabstrak cinta…Seperti sufi atau Kyai yang dia mencintai agama dan Tuhan-nya apapun yang terjadi. sebagaimanapun agamanya direndahkan negara lain dia akan tetap menjunjung tinggi agamanya….
ketika kita mencintai seorang wanita, hal irrasional saja bisa menjadi rasional bukan? Kata raja “Tai kotok saja bisa berasa cokelat”, apalagi mencintai Agama dan Tuhan, itu akan sangat-sangat abstrak, what I’m trying to tell you is, believing is irrational! Yet love is irrational and love is believing. Iman itu irasional! Cintapun irasional dan iman adalah cinta!
Cintailah agamamu dan kamu tidak akan bertanya mengapa begini mengapa begitu,
kadang kita sering berpikiran “ah tidak masuk akal, ah begono, ah agama ini saja tidak begitu, ah agama saya begini begitu…” cut this crap! Imani-lah cintailah kalau kamu memang benar-benar beribadah, maka cintailah, memang tidak rasional, se tidak rasional seorang wanita yang rela gantung diri karena ditinggal pergi, se tidak rasional saya ketika sedang jatuh cinta kepada wanita. Ucapan wanita itu bisa menjadi petuah, SMSnya bisa menjadi surat berharga yang disimpan di handphone berhari-hari dan dibanggakan kepada orang lain…
Ditulis oleh Denny Eko Prasetyo
Ditulis oleh Denny Eko Prasetyo 
Ditulis oleh Denny Eko Prasetyo 




karena bukan kurikulim & mata kuliah wajib maka masuk ke Mulok (Muatan Lokal), apa yang kita pelajari? yaitu DOS , Operation System yang jauh sebelum Vista! jauh lebih jaddul, lebih membunuh penggunanya, jangan berharap bisa blogging dengan DOS, selain DOS juga kita mempelajari LOTUS – 123, disitu kita diajari bikin formula seperti SUM=A1+B5, AVR=A1:A10, membuat spreadsheet, teknik Copy-Paste, semua itu dilakukan hanya menggunakan Keyboard, jangan berharap anda bisa menggunakan Mouse untuk program2 itu. saya juga ingat, sering ada kelas Tambahan tidak wajib pada sore Harinya, Pak Dion 











