Loving is Believing

21 Jul, 2008

Suatu hari aku pernah discuss sama Made, tentang cinta… tentang definisi cinta, tidak disangka bahasannya lebar sampe ke cinta secara universal. Kita tidak berdebat mengenai agama meski kita berbeda keyakinan

Denny: de, menurutmu cinta itu apa de? Sesuatu yang kamu tau alasannya seperti, “aku mencintai dia karena dia begini dan begitu”, atau cinta itu sesuatu yang kamu tidak tau alasannya seperti “aku cinta ya cinta, pokoknya cinta lah, ga tau kenapa…”

Made: menurut aku yang kedua den, kita itu cinta sama seseorang karena ga tau kenapa.

Made: itulah mengapa aku menyembah menghormati leluhurku dengan caraku, dan aku melakukan ritual seperti nyepi untuk agamaku, kamu ga pernah bisa nanya kenapa aku melakukan itu semua, itu dilakukan karena ke-cinta-an sama agama dan tuhan kita. Sebagaimana kamu juga menjalankan kewajiban agamamu sebagai seorang muslim

Denny: masuk akal juga yah, itu juga mengapa kita ga bisa merasionalkan agama, dan itu juga alasan kenapa kita ga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan melogika seputar agama.



The conversation wasn’t end-up there, kita membahas hal ini selama 4 jam! Dari malam sampe pagi, 2 orang insomnia akut!

Back to the topic, itulah mengapa apabila kita sebagai penganut agama selalu berusaha mencari alasan dalam agama kita mengapa harus begini dan mengapa harus begitu, kita akan susah menemukannya, susah me-logika-kannya karena memang itu abstrak, seabstrak cinta…Seperti sufi atau Kyai yang dia mencintai agama dan Tuhan-nya apapun yang terjadi. sebagaimanapun agamanya direndahkan negara lain dia akan tetap menjunjung tinggi agamanya….

ketika kita mencintai seorang wanita, hal irrasional saja bisa menjadi rasional bukan? Kata raja “Tai kotok saja bisa berasa cokelat”, apalagi mencintai Agama dan Tuhan, itu akan sangat-sangat abstrak, what I’m trying to tell you is, believing is irrational! Yet love is irrational and love is believing. Iman itu irasional! Cintapun irasional dan iman adalah cinta!

Cintailah agamamu dan kamu tidak akan bertanya mengapa begini mengapa begitu,

kadang kita sering berpikiran “ah tidak masuk akal, ah begono, ah agama ini saja tidak begitu, ah agama saya begini begitu…” cut this crap! Imani-lah cintailah kalau kamu memang benar-benar beribadah, maka cintailah, memang tidak rasional, se tidak rasional seorang wanita yang rela gantung diri karena ditinggal pergi, se tidak rasional saya ketika sedang jatuh cinta kepada wanita. Ucapan wanita itu bisa menjadi petuah, SMSnya bisa menjadi surat berharga yang disimpan di handphone berhari-hari dan dibanggakan kepada orang lain…


setetes ketulusan..

15 Jul, 2008

siang itu saya lagi di Toko Buku merbabu Pandanaran mencari art paper buat hiasan tempat nongkrong saya, karena bingung mencari kertas yang saya maksud, sayapun bertanya kepada salah seorang bapak yang saya pikir pegawai merbabu, pakaiannya biru, berkemeja rapih…

Denny: pak-pak… saya cari kertas hias dimana yah?

Bapak itu: nyari kertas yang kayak gimana?

Denny: itu pak, mmmmmmm…. saya juga lupa namanya e, dia bahannya sedikit kaya spons gitu, fleksible..

Bapak itu: coba sini dik, sambil mengajak saya ke salah satu sudut di merbabu dan membantu melihat2 kertas

Denny:….. ini pak! ini yang saya cari, sembari memperlihatkan bahan tersebut,

Denny: berapa yah harganya?

bapak itu: melihat ke tempat kertas itu dan menjawab: 2500 mas

Denny: Makasih pak…

Bapak itu: monggo…

Sedapatnya saya gak langsung ke kasih untuk bayar, saya lebih memilih lihat2, rugi kan kalo gak liat2 dulu.. sampai puas, sayapun beranjak ke Kasir, berniat ingin membayar bawaan saya. kemudian saya melihat bapak itu berjalan dari arah kasih membawa bungkusan, beranjak kebawah, hendak pulang sepertinya. dari situ saya sadar kalo dia bukan petugas merbabu, sedikit canggung saya melempar senyum ke bapak itu, dia membalas senyuman saya dan bergegas pulang..

Deg! sayapun tertegun, ternyata dia bukan karyawan penjaga toko, rupanya dia juga pelanggan yang mencari buku, atau kertas, mungkin peralatan kantor… waktu aku tanya tentang kertas yang aku cari dia dengan sigap mencarikan-nya untuk saya, seolah beliau benar2  ingin melayani saya dengan tulus. terus terang jika saya jadi bapak itu dan ada orang lain nanya ke saya “mas, buku “A” nyarinya  dimana yah?” saya biasanya hanya melemparkan senyum mesem dan berkata “oh, saya ndak tau bu, saya bukan karyawannya”

ah.. hari itu saya benar2 merasakan ketulusan dari seorang bapak itu, beliau begitu tulus membantu saya mencarikan saya dan melepas atribut bahwa beliau lebih tua dari saya, bahwa beliau juga pelanggan yang tidak tau letak2 barang  di merbabu, bahwa beliau juga punya hak untuk dilayani oleh karyawan merbabu. beliau begitu berniati ingin membantu saya.

saat itu juga Tuhan berkata dengan bahasaNya: “jadilah seorang yang lebih tulus Denny…”


Learning By Blogging

13 Jul, 2008

jika kemarin, saya membahas dengan dasar id.wikipedia.org, sekarang saya mencoba ke en.wikipedia.org dan mengetik “learning” sebagai kata kunci, dan ternyata hasilnya sedikit berbeda (meski maksud utamanya tetap sama), penjelasan en.wikipedia lebih luas dan spesifik.


Learning is one of the most important mental function of humans, animals and artificial cognitive systems. It relies on the acquisition of different types of knowledge supported by perceived information. It leads to the development of new capacities, skills, values, understanding, and preferences. Its goal is the increasing of individual and group experience, -wikipedia,en-

menjelaskan bahwa pembelajaran adalah sebuah penerimaan dari beberapa wawasan ilmu pengetahuan yang didukung oleh informasi yang telah diakui. Pembelajaran mengarah kepada pengembangan kapasitas, keahlian, nilai, pemahaman dan preferensi. Tujuan Pembelajaran adalah peningkatan pengalaman. baik secara individual maupun sosial”. lalu bagaimana dengan Blogging? meskipun pada awalnya Blog, atau weblog diciptakan sebagai diary. dimana penulisnya bisa mengekspresikan dirinya pada sebuah log di Internet. namun kini fungsi blog telah jauh lebih luas dari sebelumnya. fungsi blog telah menjadi sarana bertukar pikiran. paling tidak blog di indonesia bisa menjadi penyelamat indeks baca yang amat parah di Indonesia. FYI: indeks baca kita adalah 0,009. atau 9 buku perseribu orang per tahun. (saya masih belum bisa memverifikasi informasi itu, sementara info itu baru saya dapat di milist dan blog ini). jadi jika orang Indonesia malas membaca buku, paling tidak membaca blog.

Ada banyak macam dan jenis blog, mulai blog yang bersifat pribadi, blog yang bersifat promosi, blog yang bersifat hiburan, blog juga bisa bermuatan politik, ada pula Blog yang bersifat artikel yang bisa memberi wawasan, seperti blog mas yang kumisan ini, atau ini, juga ini. kalau blog saya sendiri adalah perpaduan antara blog pribadi dan blog artikel. selanjutnya saya akan membahas lebih spesifik mengenai blog artikel, blog artikel ini bersifat memberi informasi, wawasan, teori, dan pencerahan (insight). disinilah Blog itu bisa memberikan sebuah ilmu yang kemudian  bisa menjadi sebuah pembelajaran yang mengarah ke pengembangan pemahaman dan preferensi, jika kita pahami lebih dalam lagi dan lebih jauh dari itu, kita praktekkan, maka bisa melangkah ke pengembangan kapasitas dan keahlian.

kemudian ada yang namanya Piramida pembelajaran, seperti dibawah ini:

piramida peembelajaran

Dalam dunia Blogging, kita mentransferkan pikiran kita kedalam sebuah tulisan digital yang dimasukan kedalam log web, dan dinamakan dengan istilah post, dalam postingan itu si penulis blog bisa memasukan ide-ide pikiran dia, atau memberikan informasi, promosi, atau hanya sekedar sharing dan berbagi kepada pembaca blog tersebut, karena kemajuan dunia Blog, Sekarang penulis sudah bisa memasukan gambar, musik, dan video ke dalam postingan kita. darisini kemudian postingan penulis dibaca oleh pelanggan blog tersebut, fasilitas pemberi komentar lengkap dengan pengumpan RSSnya pun sekarang tersedia. kemudian beberapa pembaca mungkin merespon dari tulisan si penulis blog, lebih jauh lagi, si pembaca bisa membuat postingan yang menjadi tanggapan dari blog yang dibacanya dilengkapi dengan fasilitas trackback.

darisini kita bisa lihat banyak aktifitas yang bisa saya anggap sebagai bagian dari pembelajaran blog. pertama, penulis memberikan ide yang dituangkan sebagai tulisan dalam sebuah posting blog, kedua memberikan referensi, presentasi berupa video, gambar, hingga musik. ketiga, Penulis bisa memberikan komentar balik / tanggapan terhadap postingan yang dia baca, ini bisa saya anggap sebagai diskusi, kemudian si pembaca bisa terinspirasi dari postingan yang telah dia baca dan kemudian membuat postingan yang tujuannya membagikan (sharing) insight kedalam blog dia yang kemudian bisa menginspirasi blog si pembaca. disini saya bisa sebutkan 4 dari metode diagram piramida pembelajaran diatas, mengenai daya serap ilmu dari metode ini, saya masih belum berani berbicara, karena saya malas belum jadi profesor, dan saya tidak bisa memberikan bukti secara empiris :p jadi sementara saya  hanya berpendapat saja.

dari penjelasan saya diatas, sebenarnya kegiatan blog ini bisa menjadikan pembelajaran tersendiri, yang terbalut kedalam E-Learning, dan kegiatan Blog ini akan menjadi cara belajar yang mudah, karena menyenangkan, interaktif, saya bisa tau hal-hal yang baru tiap harinnya. jika Plato pernah bilang, bacalah paling tidak 1 lembar buku tiap hari, saya juga ingin bilang, blogwalkinglah anda paling tidak 1 blog sehari, hehehehe… silahkan menanggapi tulisan saya dibawah :-)

nb:

gambar saya ambil darisini http://siteresources.worldbank.org

insight mengenai Pyramid of learning saya baca2 dari sini: http://www.learningandteaching.info

lainnya saya nyontek dari wikipedia


dulu sekolah, kini E-Learning

11 Jul, 2008

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar -wikipedia, ID-

seperti kutipan wikipedia diata, yaitu pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik. ada 3 kata yang ingin saya bahas lebih lanjut disini, interaksi, peserta didik, dan pendidik.

apabila kita kembali ke beberapa dekade kebelakang, 3 kata yang sebelumnya saya jelaskan adalah sangat sempit! sangat spesifik.. Interaksi dalam artian sempit ini adalah bertatap muka secara langsung, tidak hanya bertatap muka begitu saja namun juga ada sebuah sarana dari proses tatap muka tersebut, bisa kita katakan itu Sekolah, Universitas, Madrasah dan lainnya. kata Peserta didik dalam artian sempit ini adalah seseorang yang secara resmi ingin ikut dalam proses pembelajaran dan mendapatkan pelajaran, titel dari orang ini bisa kita sebut pelajar, mahasiswa, peserta, santri dan lainnya. terakhir, kata Pendidik dalam arti sempit ini adalah seseorang yang secara resmi menjadi petugas dan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mendidik, menjalankan proses belajar dan juga dalam keadaan resmi atau formal, seseorang inilah yang biasa kita sebut sebagai Guru, Dosen, Pembicara, Mentor.

Secara umum semua proses pembelajaran dalam definisi sempit ini pengakuan-nya sangat sensitif terhadap jabatan, status, jarak & tempat. dalam arti proses pembelajaran akan dianggap apabila ada jabatan yang sesuai dan diakui secara resmi seperti Guru atau Dosen, status juga cukup mempengaruhi pandangan terhadap proses pembelajaran, contoh sederhana, orang akan melihat anak yang memiliki status Mahasiswa lebih pintar dibanding anak dengan status pelajar SD. dan terakhir, Jarak & tempat juga sangat sensitif terhadap pengakuan proses pembelajaran, orang akan mengakui sebuah pembelajaran apabila proses itu berada di tempat yang diakui sebagai tempat belajar, seperti Sekolah, Universitas, Akademi, Madrasah, dan Jarak? tentu saja pembelajaran yang diakui dalam definisi sempit itu juga menghendaki jarak yang sempit, yang memungkinkan terjadinya tatap muka secara langsung, sebut saja itu kelas, laboraturium dan lainnya

Namun Semua ini telah didobrak dengan informasi yang perkembangannya sangat revolusioner seperti yang pernah ditulis Peter F. Drucker dalam tulisan singkatnya yang berjudul “Beyond the Information Revolution” yang kutipannya adalah “Almost everybody is sure …that it is proceeding with unprecedented speed; and …that its effects will be more radical than anything that has gone before” dan ini memang yang terjadi sekarang ini. perkembangan informasi ini sangat didukung oleh perkembangan alat komunikasi yang luar biasa hanya dalam rentang waktu 1 dekade kebelakang. dari perkembangan tersebut  kita bisa membagi lagi dalam 2 bagian, yaitu jaringan komunikasi seperti akses internet, jaringan GSM & CDMA dan Sarana Komunikasi seperti telepon genggam, Laptop, PDA. 2 hal ini sangat membunuh jarak dan tempat dan merubah cara berinteraksi. mengapa? karena dengan jaringan komunikasi yang ada sekarang sangat global dan jangkauannya sangat luas dan selama orang berada dalam jaringan tersebut, dalam hitungan detik mereka bisa terhubung tanpa harus hadir disana dan berinteraksi secara langsung. sekali lagi karena orang bisa terhubung dimana saja dan kapan saja, maka ini juga bisa merubah cara kita berinteraksi, dari semula  kita harus bertatap langsung di suatu tempat kini bisa dimana saja. kemudian, jaringan komunikasi sekarang sudah sangat masal, sehingga hampir semua orang bisa memanfaatkan kelebihan yang luar biasa dari  jaringan ini, dan tidak diperlukan status dan jabatan tertentu untuk masuk kedalam jaringan komunikasi ini.

Apa jadinya jika keunggulan jaringan komunikasi ini diterapkan kedalam proses pembelajaran? hasilnya adalah E-Learning atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pembelajaran elektronik. Pembelajaran Elektronik dalam jabarannya pada Wikipedia adalah:  “adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Pembelajaran Elektronik ini memaksa pembentukan definisi yang jauh lebih luas dari 3 kita yang sebelumnya  saya jabarkan, yaitu interaksi, peserta didik, dan pendidik. dengan Pembelajaran Elektronik. Interaksi menjadi tidak harus bertatap  muka di tempat yang sama, Peserta didik bisa menjadi siapa saja dan tidak harus pelajar, dan pendidik bisa siapa saja, tidak  perlu  memiliki titel dosen atau guru. misalnya didalam aktifitas Blog, bisa kita jelaskan interaksi & tempatnya adalah wordpress.com, peserta didiknya  adalah komentator :D dan pendidiknya  adalah blogger (poster) itu sendiri. atau jika kita ingin mempelajari mengenai sesuatu, kita bisa peserta didik dengan dalam kampus wikipedia. mungkin juga kita ingin kuiah mengenai Teori Relativitas di YouTube seperi ini:

kuliah gratis di YouTube

Pembelajaran Elektronik ini sangat efisien. bagaimana tidak? Pembelajaran Elektronik ini sudah tentu tidak memerlukan biaya tempat, tidak memerlukan biaya transportasi untuk mencapai tempat fisik untuk proses pembelajaran, tidak memerlukan sumber fisik seperti buku, LKS yang berbiaya tinggi. kita bisa melakukannya dimana saja, kapan saja…

Negara Indonesia saya rasa mampu dan harus menerapkan pembelajaran elektronik ini apabila berniat mensejajarkan dirinya dengan Negara-Negara maju lainnya, kembali lagi saya tegaskan INDONESIA MAMPU dalam menjalankan proses E-Learning ini, sebagai contoh, fakta bahwa user Friendster Indonesia adalah teraktif ke-3 di Dunia dan orang Inonesia adalah urutan ke 2 dalam penggunaan Browser Opera, Hacker & Carder kita menjadi buronan, orang Indonesia juga menjadi 10 besar pengakses situs porno teraktif, hal ini menunjukan aktifitas dunia Internet yang luar biasa. perkembangan Informasi dan Komunikasi sudah pesat di Indonesua hanya kembali lagi ke pengguna itu  sendiri, karena Informasi komunikasi ini seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk hal buruk dan hal baik.

Indonesia ke arah Pembelajaran Elektronik? Pertanyaannya bukan bisa apa tidak? tapi mau apa tidak?


I Love Apple?

11 Jul, 2008

Yup!  aku suka apel malang, nampol men! dibanding apel Fuji, apel Wasington, di lidah aku masih lebih pas apel malang!

but in this case aku ga ngebahas soal apel yang itu, aku membahas “Apple Computer Company”, Mac, iPod, iPhone, you name it lah!, kemarin Raja, nanya ke aku pas liat Laptop ACER Alat CEpat Rusak ku ini.

Acer rasa apel

Acer rasa apel

Raja: lho! Laptopmu ini Apple tho den?

Denny: engga, Windows kok! aku benci sama Macintosh

Raja: ini stikernya nempel gitu, kok malah benci sama Mac?

Denny: Aku kagum sama Apple company, tapi engga sama produknya

Raja: sama aja kali den! dasar aneh!

Denny: aku suka sama cara Steve Jobs memasarkan produknya, Mac Air, iPhone, iPod, gimana cara dia bisa membuat anak2 muda jaman sekarang cinta setengah mati sama iPod, Mac, iPhone itu, aku kagum tapi aku engga sama Macintosh, selain gak ngerti, programnya banyak pernak-pernik, tapi performancenya payah!

Raja: dasar!

Yup! aku benci-benci cinta sama Apple memang,

yang aku kagumi dari Apple:

cara Steve Jobs memasarkan produknya ini, begitu ciamik, begitu mantap, begitu menggairahkan, sehingga berhasil, Apple sukses = Steve Job, bagaimana tidak?! dulu Apple pernah mendepak Steve Jobs setelah sahamnya dijual, tapi begitu Steve Jobs keluar, Apple langsung jatuh, brandnya gak worth, kalah jauh sama rivalnya… perusahaan ini pun sadar dan memanggil kembali jiwa dari perusahaan ini, ditangannya Apple melejit!,

seperti inilah cara steve memasarkan produknya

Apple is creating Trend! meski kadang fiturnya gak mumpuni secara performance, lebih bling-bling, lebih gemerlap! dan anak muda menyukainya! padahal secara performance? biasa aja tuh! tapi Apple bisa menciptakan trend! yang kadang gak dibutuhkan banget sama penggunanya,

emotionally Apple! Apple bisa membangun brandnya secara Emosional dan berujung pada prestise! aku mengkoleksi iklan2 Mac dari Youtube, dan iklan2 dia? beeeh, menyentil secara emosional, sehingga bisa membuat si empunya Apple bangga setengah mati! dia lebih menonjolkan sisi tersier dan sekunder. bukan pada produk, dalam arti  lain, yang dia tonjolkan adalah Apple, trend, proudness, thin, stylish, freedom, simplycity. dia tidak menonjolkan produk primernya semisal proceccor, Ram, Hardiskbut it works however!

yang aku benci dari Apple:

Operating System Macintosh: Gosh C’mon! aku benci sama OS itu! gak programmer friendly, susah diapa-apain, mungkin gak salah karena tujuan mereka lebih ke easy computer user dan bukan advance computer user. selain itu OS ini sangat  eksklusif, kurang bisa menerima program dari program lain, selain itu, game? program Design? susah nyari yang versi Mac. dan yang aku benci  lagi, gak ada klik kanan!, mungkin aku terbiasa dengan Windows yang punya 2 button pada mousepad!

performance & Durability: aku make Mac Temenku, aku lupa Mac apa, tapi beeeuh, menyebalkan, gak cepet2 amat, biasa2 aja, apalagi sempet ngehank! lumayan sering crash! dan banyak feature yang gak guna buat aku, kemarin sempet CDnya macet, dan gak mau keluar, karena gak ada dealernya di Semarang, dia keJakata, ribet!. udah gitu aku tanya, “Ramnya gak di-upgrade aja nih?” dia bilang, “wah, males keJakarta den, gak berani bongkar sendiri, dealernya cuman dijakarta doang, lagian partnya lumayan mahal bro..!” begitu dia bilang

MacAir? C’mon! Laptop Setipis itu? ngapain? buat  aku yang sering dudukin laptop aku malah takut patah! meski kata orang Optical Drive jarang kepake tapi buat gue itu esensial! gimana bisa transfer bokep data2 penting yang sering gue backup lewat CD coba? belum kalo mau nginstall program yang kebanyakan lewat CD Drive! belum kalo mau nonton VCD bokep drama? gimana coba? make USB drive? iya sih sekarang lebih general dan lebih berkembang USB ketimbang Optical Drive, tapi MacAir cuman ngasih 2 slot! itu gak cukup buat aku!

yup! that’s what i adore and hate in Aplle! however memang semua ada baik buruknya tapi untuk mu Apple:

“kuakui tubuhku melunglai sempat kumemuji dalam hatiku jangan pikir aku kan mencinta ku hanya kagumi, hanya memuji” … - sebuah lirik dari Marcell & Shanty


Cerita Mug Jelita

09 Jul, 2008

apa yang spesial dari Mug ini?

Mug bertuah

Mug bertuah

design-nya kah? – ah, tidak hanya design simple square aja..

ukurannya kah? – seperti yang terlihat, ukurannya normal..

Bentuknya kah? – mmm.. cuping pegangannya cuman satu, berbentuk selayaknya Mug..

tapi ceritanya cukup spesial buat saya, suatu ketika saya menghadiri Konferensi AIESEC tahun 2006 akhir, ada acara semacam Gala Dinner, dan disana ada sesi gift exchange, dimana peserta bertukar gift dengan peserta lawan jenisnya, waktu itu saya membawa sebatang cokelat sebagai gift, saya ndak mengharapkan sesuatu yang wah, karena ini cuman seremonial, cokelat saya kasih ke salah seorang peserta wanita yang cukup jelita. dan ternyata, saya balik modal! saya dapat 2 batang Toblerone dan 1 Mug, yup! mendapat 3 gift  dari 3 wanita cukup membuat saya bisa ber-bangga ria dengan peserta konferensi lain, sayangnya saya hanya mendapat Mug ini bukan Hati sang wanita Jelita tersebut :p

mug inipun saya simpan sebagai kenangan, dan ketika menyeruput cokelat atau kopi didalamnya, serasa ditemani sang wanita jelita tersebut..

sruuuup….! ah…

Selamat malam gadis..?

ada cerita apa duhai jelita..?


kecerobohan…!

05 Jul, 2008

saya pernah menulis tentang sifat binatang saya ini di blog yang dulu. hampir 1 tahun yang lalu saya melakukan kecerobohan, karena saya tergesa2 mengambil dana, dana cair yang sangat besar ketika proposal bisnis saya disetujui oleh pemodal dan sang pemodal tersebut mengirimi saya dana untuk modal usaha saya, saking girangnya saya terbawa emosi, dan saya dengan tergesa2 mengambil dana cair tersebut, motor saya kebut ke bank, dan hasilnya? saya mendapat kecelakaan, saya menabrak dan jatuh, parah kerusakan motor yang saya timbulkan. dari situ saya pernah berikrar untuk tidak terbawa emosi dan tergesa2..

it was one year ago… just one year ago…

hari ini, saya melakukan kebodohan yang sama… saya tidak suka FlashDisk, saya lebih suka menggunakan SD Card dalam tukar-menukar data, selain karena saya orang yang ceroboh, dan saya sudah sering menghilangkan flashdisk. saya lebih memilih SD card karena laptop saya dilengkapi dengan slot SD, dan laptop temen2 saya juga hampir semua punya SD slot, jadi kalau saya ingin ngebajak copy MP3, program, sampai apalah itu. saya tinggal menyerahkan SD card saya buat ditemplokin ke laptop dia dan tinggal copy, kalo sedang tidak terpakai, tinggal saya biarkan terpasang dilaptop, jadi saya tidak akan kehilangan SD kecuali saya kehilangan laptop, tadi siang, saya berniat mengcopy Antivir dari laptop temen, karena saya mulai tidak percaya  sama PCMAV yang sering kebobolan terus, saya serahkan SD itu, dia copy, dan psa diserahkan kesaya, SD itu jatuh, trus tombol lock nya entah kenapa lepas. gara2nya SD saya tidak bisa diakses.

setengah panik, dalam keadaan panik aku berusaha memperbaiki SD itu dengan cara yang kasar, saya bongkar SD tersebut dengan harapan bisa diakalin, tapi hasilnya, karena saya terlalu ceroboh dan terburu2 saya mematahkan SD card saya, rusaklah SD card saya dan musnahlah semua data yang didalam sana,

SD card yang patah

SD card yang patah

untung sudah saya copy. saya menyesal disini telah merusakkan SD saya, karena penasaran, saya cek diinternet, cara memperbaiki SD saya yang tidak bisa diakses tersebut tanpa membongkar fisik SD, ternyata sederhana, tinggal diselotip saja di bagian lock nya (sehingga bisa menutup celah bagian lock), dan voila, SD tersebut bisa kembali normal, karena sistem kerja lock di SD dama sederhananya dengan sistem kerja lock di Floppy disk. sesederhana itu, tidak perlu membongkar SD.

ah… saya terlalu terburu2 lagi, sok jadi can do man yang bisa memperbaiki segala hal. dan akhirnya, rusaklah SD saya. saya hanya bisa menyesal, dan kembali bersumpah untuk tidak ceroboh lagi, dan lebih nyantai dalam mensikapi segala sesuatu.

sebatang rokokpun saya habiskan sembari mengetik Log ini dan menyesalinya,

aku masih bodoh


Dahulu kini

04 Jul, 2008

04 Jul, 2008

mas… aku minta lagu2 Indie Anak2 dong?

yawdah, aku ada banyak den, copy aja

sip! ini mas *sembari menyerahkan portable harddisk bersejarah itu

“mengirim file…..” wah, ada yang penuh nih Den, dihapus dulu aja data yang gak penting

hah?! Portable HD 40 Gigabyte-ku dah full??

Kemudian pikiranku sesaat kembali ke masa itu, masa rezim Soeharto, masa dimana uang jajanku 1.000 dah bisa nraktir kecengan beli batagor bandung. waktu itu aku Sekolah Menengah Pertama, belajar di salah satu SMP kecil di Antapani Bandung. waktu itu kurikulimnya mengharuskan anak2nya untuk menguasai ilmu komputer,MS DOS karena bukan kurikulim & mata kuliah wajib maka masuk ke Mulok (Muatan Lokal), apa yang kita pelajari? yaitu DOS , Operation System yang jauh sebelum Vista! jauh lebih jaddul, lebih membunuh penggunanya, jangan berharap bisa blogging dengan DOS, selain DOS juga kita mempelajari LOTUS – 123, disitu kita diajari bikin formula seperti SUM=A1+B5, AVR=A1:A10, membuat spreadsheet, teknik Copy-Paste, semua itu dilakukan hanya menggunakan Keyboard, jangan berharap anda bisa menggunakan Mouse untuk program2 itu. saya juga ingat, sering ada kelas Tambahan tidak wajib pada sore Harinya, Pak Dion (Gosh! aku masih inget nama beliau, mungkin karena beliau mirip sama Anjasmara dan pernah digosipkan ada affair sama guru B. Indonesia makanya aku masih inget) dia mewajibkan kita membeli Disket, diwajibkan beli 2 jenis disket, Floppy Disk 3,5 untuk menyimpan data tugas, dan Floppy Disk 5,25 untuk Program LotusFloppy DiskProgram, berapakah kapasitas dari sebuah disket Floppy? jangan berharap sebuah Disket Floppy bisa menampun 1 Album MP3, menyimpan satu lagu Geby aja bisa saya ragu, apa yang bisa diharapkan dari kapasitas sebesar 1,44 MB?

Pulang Kerumah aku bisa berlatih program MS-DOS dirumah, komputer rumah lebih canggih, waktu itu suddah terinstall Windows 95 yang sepertinya bajakan. Komputer itu baru beli, mereknya DataMini, sebuah Komputer Built-Up karena jaman dulu susah mencari toko komputer rakitan yang kita bisa milih spek komputer seenak kita, Komputer itu berkapasitas 3 Giga! Ram 64MB, VGA 32, and guess what? dengan Kapasitas itu aku bisa bangga setengah mati sama anak2 komplek, karena itu adalah spek termutakhir se komplek saya kala itu.. bisa menjalankan Game Populous juga merupakan kehebohan tersendiri di komplek kita dulu… ya.. itu dulu….

kini? Portable HD 40 GB masih tidak cukup untuk menyimpan data2 saya, kini disket Floppy entah kemana, Kini, Video Driver 256MB masih juga belum cukup untuk mata adik saya yang maniak Game, kini ukuran Flashdisk cukup untuk bisa saya telan bersama obat anti Insomnia saya.

Smallest USB

yup! lain dulu lain sekarang  mas…!

*Gambar diambil dari Wikipedia


sebuah perenungan dari berita duka…

02 Jul, 2008

sekitar 20 menit dari saya tulis kata pertama dari postingan ini(01:40), saya mendapat kabar duka dari sahabat saya seperjuangan dalam kampus, dan AIESEC. Raja Agustinus I.C.U kehilangan ayahandanya, suatu hal yang paling saya takutkan terjadi adalah kehilangan keluarga saya, apalagi orang tua, ayah, sesosok yang paling saya jadikan panutan walau kadang sering ajak debat ayah saya, walau sering saya membantah perkataan beliau dan merasakan akibat dari ke-keras kepalaan saya. walaupun sering saya tidak sopan terhadap beliau. tapi bagaimanapun, saya amat takut kehilangan beliau melebihi ketakutan saya terhadap kehilangan nyawa saya sendiri.

kabar duka ini seakan mengingatkan saya, usia tidak dapat ditebak, bisa saja besok saya yang menyusul, lebih parah lagi, bisa saja besok Ayah saya yang menyusul Naudzubillah! tapi kita harus merenungkannya! beliau-beliau tidak selamanya hidup didunia ini, dan waktu kita untuk berbhakti kepada beliau semakin sedikit, kita tidak akan pernah tau, dan saya, kita tentu tidak mau menyesal dan menyadari bahwa kita belum cukup berbhakti terhadap beliau..

ketika itu saya berkata pada Raja, sahabat saya: “semoga ini membuatmu menjadi lebih kuat ja.. ini adalah fase yang setiap anak harus menghadapinya” saya berkata demikian, namun saya menyadari, bahwa saya sampai detik ini merasa belum siap apabila saya merasakan hal yang sama apabila saya berada di posisi Raja.

Ya Allah, semoga kau tempatkan arwah Ayah-Ayah yang mendahului kami disisi-Mu yang terbaik

Ya Allah, semoga kau jadikan kami anak-anak yang berbhakti kepada orang tua kamu