pre-post: sekembalinya saya di Semarang saya kembali dihantui dengan kerjaan saya untuk mempromosikan sebuah Cafe asik di Semarang mungkin bisa diintip disini blog(under construction) dan disini. sehingga, waktu buat posting blog jadi jarang, bukan soal internet, Wi-Fi seliweran gratis di DeZone Cafe, jadi paling bisanya cuman ngerecokin blog teman2 dengan memberikan postingan yang ga jelas.
Bram: mau kemana den?
aku: ke printworld mas, mau print spanduk DeZone
bram: weiiitz udah kaya yah kalo ngeprint di Printworld
aku: engga mahal kok mas, lagian jadinya bagus
bram: mending to, kamu ke matahari aja, murah lho den, 1 meter MMT cuman 30rb
aku: wah murah mas, dimana?
bram: cari aja di jl. Dr. Cipto, dari Jl. Citarum kearah milo / Java Mall, daerah pasar burung
aku: sip2 deh! thanks sarannya ya mas…
yup! atas saran temenku aku nyoba selingkuh dari langgananku kalo ngeprint materi promosi. setelah beberapa saat aku nyari tempatnya ketemulah tempat yang katanya murah ini, begitu masuk aku bingung mau kemana, soalnya ada bagian foto-copy, ada bagian edit, ada kasir, tapi tidak ada satupun yang berinisiatif menanyakan kebutuhan saya, ok it’s fine, aku nanya sana sini, “mbak, mau print spanduk dimana yah?” sama masnya yang disitu mas, jawab si petugas sambil sibuk mengurusi gaweannya. sejurus akupun mendatangi bagian operator untuk masukin file design.
aku: mas, mau bikin banner MMT, ukuran 1 meter, designnya sudah jadi tinggal naik cetak
operator1: sebentar ya mas, saya lagi ngerjain pesanan, temen saya yang satunya lagi keluar
aku: designnya sudah jadi mas, tinggal naik cetak kok, gak perlu di-edit lagi
operator1: ya masnya tunggu aja di kursi disana sebentar
aku: menunggu 20 menit
operator2: baru dateng, duduk dan ngobrol sama operator 1, dan obrolan mereka kacau abis! mereka ngobrol gak jelas make bahasa jawa, kira2 gini artinya
operator1: kok gambarku yang udah aku edit ilang yah, kok bisa sih?
operator2: kehapus kali, atau gak kamu save
operator1: engga kok, aku save! apa gara2 ketindih ya datanya? ini kok bisa ada 2 file yang sama namanya? kan padahal ga bisa kalo file namanya sama?
aku: (nguping dan membatin) dasar! ya iyalah namanya sama dan bisa, ya extensinya aja beda, yang satu .jpg yang satu .tiff
operator2: jangan2 itu virus! udah kamu scan blum?
aku:(membatin) GUBRAK! ini lagi bilang virus! sumpah gue pingin ngakak dan mau nanya, “mas, kok bisa keterima jadi operator sini sih?”
setelah ngobrol2 obrolan gak penting itu akhirnya operator2 manggil aku, pie mas?, ooh, ini aku mau cetak spanduk MMT 1 meter, ini designnya *sembari menyerahkan portable HDku*, setelah dibuka filenya gak kebaca, ternyata komputernya make corel 12, ampun dah! usaha printing ad masih make corel 12, sekarang udah ada corel X4 mas!. trus operator2 ngasih ke operator1, karena hanya komputer operator1 yang ada corel X3 (yah! kenapa gak daritadi mas?) setelah menunggu loading yang lama (ampun deh! bisnis printing dengan spesifikasi hardware & software yang kurang memadai) sang operator pun bertanya: apa yang mau di edit mas? sedikit emosi saya bilang “TINGGAL DI PRINT MAS, DESIGN-NYA UDAH JADI” dan diapun dengan mudahnya meng-copy paste file saya ke bagian order, sekali lagi saya komplain yang membatin (kalo cuman gini kenapa gak dari tadi?!?!)
kemudian saya bayar, dan mereka menjanjikan jadinya jam 19:00, saya masuk design jam 11:00. okelah, service payah, paling engga kecepatan hasil jadinya boleh dipertimbangkan, jam 19:30 saya kesana ngambil order and guess what? “mas besok aja ya ngambilnya, spanduknya masih belum jadi” ok, sekarang saya tidak ada alasan untuk merekomendasikan tempat ini ke temen2 saya selain harganya yang murah meriah ini.
bener juga mungkin istilah jawa yang sering saya dengar, ono rego ono rupo / ada harga ada rupa. saya biasa di printworld dengan harga sedikit lebih murah bisa mendapat senyuman dari mbak2 CS yang enak dilihat, alunan musik techno, full AC, free snack & drink, dan free wifi. emang sih sama2 nunggu buat order, bedanya kalau yang satu menunggu karena kebodohan kealpha-an operator, kalo satunya karena antrian order yang banyak.
ono rego ono rupo!
Ditulis oleh Denny Eko Prasetyo 










