
BALADA PLN
Saya membuka usaha dibidang Food & Beverage di Semarang, di Daerah Jl.Veteran. selama saya membuka usaha saya mengalami pengalaman yang sangat seru dengan PLN sebuah perusahaan negara yang seharusnya mengurus kelancaran Listrik di Negara ini, seharusnya…
disini saya ingin menceritakan pengalaman luar biasa yang saya alami hingga saat saya menulis surat ini. adalah biasa pemadaman listrik secara bergiliran di Indonesia, pengalaman saya menghadapi pemadaman listrik hingga 28 jam dan hingga 6 hari dalam 1 minggu adalah pengalaman seru. saya mengalami Pemadaman Listrik yang sangat intens semenjak Desember 2007. dan yang lebih seru lagi adalah pengalaman berdebat dengan Operator PLN pada nomer 123, meski kemudian harus dilempar ke nomer yang (katanya) nomer teknisi PLN di nomer (024)3513707 dan 3513709, sayapun mencoba menghubungi kenomor yang dirujuk tersebut, hasilnya sama saja, hanya alasan-alasan dan bukan tindakan pasti, berdasarkan pengalaman saya kecepatan respon mereka menghadapi komplain adalah sekitar 4-5 jam datang 2 jam saja sudah merupakan prestasi. Alasannya macam-macam, dari unit yang (katanya) hanya 2, sibuk menghadapi komplaint lain hingga respon yang paling tidak saya duga “oh, iya ding, jl.veteran kelupaan” mereka lupa terhadap komplain saya. kalau memperhatikan keterlambatan respons komplain ini saya jadi semakin bingung, apa alasan saya untuk membayar listrik tepat waktu kalau dari pihak PLN selalu terlambat dalam menangani gangguan listrik?
jangan dilupakan bahwa saya disini ber-usaha. Apa untuk usaha tidak ada prioritas? Tak terhitung berapa juta kerugian saya, tak terhitung berapa pulsa yang keluar untuk menelpon 123 dan nomer-nomer yang direferensikan operator 123, tak terhitung betapa panas-nya kuping saya mendengar komplain dari pelanggan saya, tak ter-ukur betapa malu-nya saya menolak konsumen dan bilang “maaf mas, listriknya mati” tak terhitung seberapa rusaknya imej usaha saya hingga ada yang komentar, ganti aja namanya mas jadi cafe “mati lampu”. saya pun hanya bisa bilang “ini kan feature baru dari PLN, yaitu Auto-Shutdown“, jadi kita ga usah matiin listrik, listriknya udah mati duluan secara otomatis, apa mungkin ini salah satu program PLN untuk hemat listrik?
hingga hari dan saat saya menulis surat ini 12 february 2008 listrik ditempat saya masih mati, dari jam 12:00 hingga entah kapan, sekarang pukul 19:00, apakah akan menembus rekor 28 jam? saya tidak tahu, saya hanya bisa mengelus dada. Apalah arti satu suara saya melawan perusahaan negara yang memonopoli Listrik Negara,? Saya tidak berharap banyak bahwa PLN akan semakin baik, seberapapun saya komplain PLN akan tetep ada, dan akan tetap mati lampu. Bagaimana jika ada perusahaan swasta yang menjadi pesaing PLN? selayaknya Petronas, atau shell menghadapi pertamina. Ah, saya masih cinta sama Indonesia dan tetap berharap Indonesia untung, tapi kalau ada perusahaan swasta pesaing PLN sepertinya saya akan ber-alih. Capek hati saya menghadapi PLN.












14 Feb, 2008 pukul 09:21:39 |
tetep kritis den…
ntar kalo kamu udh jengkel ma PLN trus bniat mo bakar PLN, ajak2 aku yah
oke..bcanda
14 Feb, 2008 pukul 15:00:51 |
sebenernya postingan diatas hanya copy-paste dari surat yang aku tujukan ke redaksi pembaca Suara merdeka, ga tau nih bakal dimuat apa engga nanti.
yang jelas PLN is my nightmare huhuhu
16 Feb, 2008 pukul 14:56:09 |
klo gak dimuat,,bakar aja suara merdekanya.huhu
gak ding ………
bsk2 klo mati lagi kita cukup nyediain palu ma kayu yg panjangnya setinggi trafo.. trus cantolin deh . beres!!!!!!! gak perlu manjat gak perlu keringetan.. lampunya idup lagi..
(plagiat ama cr PLN benerin komplain pelanggan)…
tapi gak ngejamin 10 mnit kmudian msh te2p idup.
huahaha …..
Indonesia !!!!!! nkapan profesionalnya?????
20 Feb, 2008 pukul 18:11:39 |
mas dentje …
suara merdekanya tak kubelikan.cuz aku baru baca sms mu jam 10 malem..
i’m sorry yeah..
oleh2 dr jakarta jangan lupa ya pak.
oikeyyyyyyyyyyy
23 Feb, 2008 pukul 03:52:37 |
ternyata dimuat juga tanggal 20 februari 2008, tapi sayang ketika itu aku lagi di Cilegon jadi ga bisa beliin korannya huhuhu…
satu hal yang gebleg banget adalah aku menaruh nomer HPku disana… walhasil beberapa miskol dan sms menyerang HPku huhuhu…!
dan kemarin menurut pengakuan nopek, ada orang PLN cari-cari aku di Dezone, kita llihat saja pek dia mau bilang gimana….
17 Mar, 2008 pukul 13:04:15 |
Wah kalo urusan PLN…udah mati rasa deh. apalagi katanya mau ada urusan INSENTIF dan DISINSENTIF lebih amburadul. Kalo INSETIFnya saya setuju, tapi kalo DISINSENTIFnya saya SANGAT TIDAK SETUJU. memangnya PLN itu BOS BESAR, kita ini adalah pelanggan yang membayar ( mau banyak pemakaian ya bayar lebih mahal itu wajar ), bukan penikmat listrik gratis dari PLN. jadi PLN harus belajar customer satisfaction hehehe
18 Mar, 2008 pukul 21:01:44 |
ya gitu lah mas… susah deh kalo sudah menghadapi monopoli perusahaan negara, kita hanya bisa manut & injjih aja… hanya bisa pasrah, dan semoga investor luar ga kapok bayar listrik dan meninggalkan negara Indonesia
25 Jul, 2008 pukul 02:01:20 |
Terasa Bete !!!!
Bosan !!!
Pokoknya !!@@##
Aaargrr….
Tak bisa di ungkapkan dengan kata2
Yang di karenakan kejadian mati lampu
Don’t worry mungkin lagu nih bisa temenin kamu buat hilangin bete.
So download aja di
http://www.ziddu.com/download/1696804/MatiLampu.mp3.html
atau
http://www.myspace.com/mixerband
Jangan lupa kasih comment ya
saran dan kritik dari kamu
sangat berarti buat kami
salam kenal aja
tq
mix3rband@yahoo.com
25 Jul, 2008 pukul 19:27:05 |
PERCUMA saja klo kt terus bicara ‘parah-nya’ negara kt yg tercinta ini. Krn mmg pemerintah kita TIDAK MAU m’p’baiki sgala sesuatu. BUKAN tidak bisa. Byk org pintar yg duduk di pemerintahan, tp mereka mmg TIDAK MAU m’p’baiki ini semua. Mrk sudah sgt sibuk cari kesempatan slama mereka menjabat disana.
SARAN sy:
bila ada kesempatan utk pindah ke luar-negeri, kejar itu! Mgk sy terdengar spt main2, tp coba aja kt renungkan knp kt msh mau b’tahan dinegara kelahiran kt ini? Apa kt jg mau anak2 kt ngalami semua ini? Rasanya alasan plg kuat hanya: Krn smua sodara2 kt ada disini.
Yah, ini hny sekedar SARAN bila kita semua ingin hidup yg lebih baik. Walau tgl di LN jg ada tantangan hidup yg berbeda.