aku, dia, orang lain dan hatiku…

17 Jun, 2009

Ketika aku sayang dia dan aku cinta dia tapi aku tidak suka apa yang ada pada dirinya.. Egois? Atau aku tidak menerima dia apa adanya? Ketika kekurangan itu bersifat tangible, aku ga masalah, namun ini intangible, sesuatu yang mengakar, sifat, watak, yang mungkin, Banyak orang memang ga suka..

Ketika aku melihat apa yang tidak ada pada dirinya ada pada orang lain.. Ketika aku bersama orang lain tersebut.. orang lain itu bercerita dan dia menunjukan bahwa dia bercita-cita persis seperti apa yang ingin aku menjadi. Dia beride sama seperti ide seperti aku pikirkan.. Dia menunjukan sifat-sifat wanita yang mana sifat itu yang aku butuhkan… Lantas apakah aku menaruh hati padanya? Aku tertarik padanya? Secara normal dan secara logika harusnya aku menjawab iya, tapi kali ini tidak…

Ketika itu yang aku pikirkan adalah dia… Dan tiap kali dia menunjukan kelebihannya itu aku berandai melalui mata si orang lain tersebut, andaiku berangan, seandainya dia memiliki sifat orang lain itu, seandainya dia bisa berpola pikir seperti orang lain tersebut itu, seandainya orang lain itu berwujud dia, bukan aku menyayangi hanya fisik dia, namun bukan pula jika aku mengatakan aku senang dengan sifat dia. Aku tidak mengerti, mungkin yang aku sayangi adalah jiwanya…

Ketika hal ini seharusnya normal, aku akan menaruh harapan, harapan kepada si orang lain itu, harapan yang persis ketika orang lain itu berujar “den, kamu tuh harusnya nyari pendamping yang bisa mengatur hidupmu” dia berujar seakan dialah orang yang bisa membantuku menata hidup, dan memberikanku sepercik harapan, bahwa orang seperti itu ada, ada didepanmu sekarang ini… Ketika itu normal, aku memberi harapan pada si orang lain itu, harapan dimana aku bisa belajar banyak dari dia dan belajar banyak tentang hidup, yang saling mendukung dan saling menopang… yang saling tergantukng antara satu dan lainya…

Namun apa yang terjadi kali itu.. Aku menaruh harapan, bukan kepada si oranglain itu, bukan kepada orang yang senormalnya itu yang aku beri harapan, bukan! Tapi harapan dimana dia bisa menjadi orang lain itu. Harapan dimana dia bisa berkata-kata bertutur, berpikir dan be-ride seperti si orang lain itu.. Harapan dimana dia bisa menjadi si orang lain itu…

Ketika itu aku berpikir aku bisa menunggumu selamanya lebih sehari untuk melihatmu berubah… Ketika itu aku berpikir akan melakukan apa saja untuk dia menjadi si orang lain itu.. Aku berpikiran itu semua persis dimata si orang lain itu.. Ketika aku menatap mata si orang lain itu… ketika Aku berkelakar, aku lepas bercerita dengan si orang lain itu dengan bayang-bayang dia dibalik si orang lain itu.. Berharap bayangan itu menjelma menjadi sesuatu yang nyata dan terjadi.

Aku tidak normal…

Aku selalu punya alasan untuk tidak sakit hati, seberapapun eksplisitnya perlakuan yang dia beri kepadaku, pun tidak eksplisit, itu terasa nyata dibalik hati ini. Paling tidak aku merasakannya sehingga aku tau bahwa aku mengerti aku merasakannya, aku jujur dan aku tidak sedang membohongi diriku sendiri…

Alasan itu berkata, dia masih muda, masih belum siap berpola seperti itu, alasan itu berkata, dia memang bukan orang yang berpikir seperti itu, manusia diciptakan berbeda bukan? Alasan itu berkata, pengalaman dia belum cukup.. Alasan itu juga menuduhku, bahwa aku yang salah, bahwa aku yang seharusnya membuat dia lebih baik, bukan hanya diam saja melihatnya seperti ini.

Alasan itu terlalu banyak, aku bisa saja menciptanya beberapa lagi. Namun yang paling sering membuatku banyak tak beralasan adalah.. Alasan itu berkata, aku sayang padanya, sayang yang sepatutnya aku terima dia apa adanya, aku memaklumi semua kekurangannya, meski kadang logika ini sering berkilah, apa dia memaklumi kekuranganku? Apa dia menyayangku kembali? Apa dia mau perduli sama aku, apa iya perasaan kita sebanding, pun tidak, rela lah aku mengejar dia.. Melumatkan ambisiku dan cita citaku untuk dia? Logikaku berkata aku bodoh, tapi alasan itu berkata kamu sayang dia…
Aku sedang tidak mengenal siapa aku, karena aku tidak tau apa yang terjadi, apa yang sedang aku alami dan apa yang sebenarnya aku butuhkan. Sering logika ini berkata, dia bukan yang aku butuhkan, orang lain itu yang ada diadapanmu ini mungkin yang sebenarnya aku butuhkan, orang lain itu yang seharusnya aku sayangi, aku sayangi dan menyayangku kembali, yang aku sayangi dan kita sama-sama menyayangi cita-cita kita, yang aku sayangi dan membutuhkan aku, membutuhkan untuk aku sayangi, membutuhkan untuk ada di pundaknya selalu, membutuhkan seperti halnya aku membutuhkan dia

secara tertulis apabila aku bikin dua bagan dimana aku membandingkan antara dia dan orang lain itu, banyak alasan-alasan manfaat yang bisa aku tuliskan dalam daftar si orang lain itu, alasan-alasan itu tidak sebanyak alasan yang bisa aku tuliskan dalam daftar dia.. Tapi kalau boleh aku berikan bobot, aku berikan bobot 1-2 pada alasan alasan bermanfaat itu… Dan akan kuberikan bobot 1000 pada satu alasan yang juga aku berikan kepada dia, alasan itu adalah “sayang” dan sekejap, kembali dia yang memenangkan hati ini.. aku rasa ini bukan perkara kuantitas dan kualitas. Ini adalah perasaan…

Seperti aku bilang, aku sedang tidak mengenali diriku sendiri, aku sedang tidak mengerti apa yang dibutuhkan olehku, kebutuhan yang secara normal aku butuhkan ada di orang lain itu, kali ini yang aku butuhkan adalah dia, bukan orang lain itu, bukan pilihan secara yang jelas-jelas, secara eksplisit ada di alasan-alasan manfaat yang ada di orang lain itu…

Aku bingung bimbang
Yang ada membutuhkan dia, bukan orang lain itu, aku melihat dia di mata si orang lain itu, Aku membutuhkan sesuatu yang jelas tidak aku butuhkan, secara manfaat. Dan aku merasa tidak membutuhkan sesuatu yang jelas jelas aku butuhkan. Seketika aku merasa bodoh, merasa salah, merasa dungu, namun ini terasa benar, dan baik-baik saja…

Jadi salah aku? Salah hatiku? Salah perasaanku? Jika dicari yang salah, Salahkan mereka semua… Yang ku tau aku merasakannya, sehingga aku tau aku tidak membohingi diriku sendiri..

Apa yang aku harus lakukan ketika ada dia dan ada orang lain itu? haruskah aku memilih orang lain itu dan mencoba mengelabuhi rasa sayangku untuk kebutuhan jasmaniku? Atau aku membunuh jasmaniku dan memeberikan perasaanku? perasaan yang aku butuhkan? Semuanya tidak benar aku tau itu.. Tapi aku tidak mau abu-abu, aku tidak mau tidak memilih dan tidak menjadi orang..

Seperti yang aku bilang, aku tidak mengenali siapa aku sekarang…


arti sebuah waktu

28 Mei, 2009

ingin tau seberapa tidak berartinya waktu? tanyakan pada pemalas, buat dia sejam, sehari, sebulan, mungkin setahun tidak ada bedanya buat dia, yang dia tau, waktu itu hanya komoditas yang mudah dicari, sehingga, santai saja…

ingin tau betapa berharganya satu jam? tanyakan kepada seorang siswa yang sedang ujian, buat dia sejam itu adalah hasil yang menentukan kerja kerasnya dalam satu semester, dan dia tidak akan menyia-nyiakannya…

ingin tau betapa berharganya satu detik? tanyakan kepada pencetak rekor sprint, buat dia satu detik mungkin bisa mempengaruhi karirnya dalam ber-olah raga, dan dia akan mempertahankan selisih hingga ukuran detik tersebut,
atau tanyakan kepada orang yang baru saja lolos dari kecelakaan maut, perbedaan satu detik dalam menyikapi pergerakan kendaraan mungkin bisa berarti sebuah kehidupan untuk dia. dan dia akan mensyukuri hidup tiap detiknya…

namun terkadang tiap detik dan menit itu akan sangat berharga setelah kita melakukan kesalahan yang mungkin itu bisa kita anggap fatal. penyesalan memang alat paling berharga untuk menunjukan betapa berharganya arti sebuah kesempatan, sebuah momentum dan sebuah detiknya. waktu itu aku sangat menyesal melakukan kesalahan yang mungkin kecil namun fatal buat aku, disebuah persimpangan jalan, malam itu, sempat berkata dalam hati:

“tuhan, kembalikan waktuku 5 menit yang lalu, harusnya aku berpamitan dulu dengan beliau, bukan langsung pulang begitu saja setelah mengantarkannya, seperti pria yang tidak bertanggung jawab saja.”

tapi waktu itu tidak akan pernah kembali, hanya tersadar betapa pentingnya waktu, momentum dan kesempatan yang tidak akan pernah kembali untuk kedua-kalinya itu


masa lalu, kini, dan masa depan

25 Mei, 2009

ingin tau kisah terbaik sepanjang masa? yaitu masa lalumu, karena hanya kamu sendiri yang tau arti dari semua yang pernah kamu lakukan, dan semua yang terjadi di masa lalumu menjadikan dirimu sekarang, jangan menyesalinya karena kamu telah menulisnya dengan tinta keringatmu, tidak untuk dilupakan karena itulah yang terbaik, tapi dijadikan pelajaran

ingin tau hadiah terindah? yaitu hari ini, karena masih bisa membaca tulisan ini adalah berkah yang indah, dan hari inilah kamu diberikan kesempatan untuk berbuat, untuk berkontribusi dan untuk menjalani hidup ini, dalam bahasa inggris, kini disebut “present”

ingin tau kejutan terbaik? yaitu masa depan, karena kita tidak pernah tau apa yang terjadi besok, dan kamu tidak mau merusak kejutanmu sendiri kan? maka jangan khawatirkan masa depan, jalanilah hari ini dengan sebaiknya, dan biarkan esok menjadi kejutan yang tak terduga… SURPRISE…!!!!!

and always expect your surprise with excitement…


cinta, tai, dan cokelat

16 Mei, 2009

apa itu cinta? well… aku tak tau pasti, dulu waktu di bandung, sering aku berkelakar dengan teman pria-pria tak laku semasa itu “mending miceun-tai daripada mencintai” miceun itu artinya membuang.

mungkin karena ada unsur “tai” setelah “mencin”, sehingga rasa dari kata cinta yang kata orang-orang indah menjadi seperti tai, sudah cukup banyak bukti-bukti ke-tai an mencin, alah…! paling itu mah cuman loe aja den, well… berarti aku orang yang cukup beruntung bisa sial selama pengalaman gue bercinta, karena cinta dan mencinta terkadang terasa seperti tai. ya… mendingan micen tai daripada mencintai.

kalau ada kata orang yang berusaha bijak, mereka berkata, mencintai is about memberi, memberi dan memberi, tidak berharap kembali, kalo kata dia, “jangan terlalu banyak berharap, nanti sakit hati sendiri”, mungkin dia tidak mau saya sakit hati karena dia tidak mau saya berharap dari dia, agar dia selalu bebas tidak ada komitmen dan ya.. saya makan hati. ya.. paling tidak setingkat lebih baik daripada orang yang bermain-main hati, kata orang baik lagi, mencintai itu tulus dan ikhlas… apa itu ikhlas? kalau si raja berteori, ikhlas itu kayak lu boker, lu punya tai yang harus lu keluarin, setelah lu keluarin lu ikhlas… ga berharap tai itu kembali ke perutlu, dan lu segera melupakan tai itu…

ada orang yang iri dengan hubungan seseorang yang merasa dunia sudah milik berdua, orang sirik itu menjuluki pasangan itu “tai dan kentut”, tidak terpisahkan, cacian? atau karena cuman iri saja?, karena mereka bercinta dan kamu nelangsa? karena cinta? karena tidak pastian? katanya kamu eksak? katanya eksak itu pasti? dan sosial itu abstrak? cinta itu kan sosial? tapi jiwa ini menuntut eksakta dalam bercinta, eksakta yang berkata 1+1=2 bukan 1+1=0, bukan giving adalah hope, tapi giving adalah respon.

jadi cinta itu tai? perlu tersampaikan, tapi lu harus ikhlas, dan harus segera dilupakan? well… aku tidak se rigid itu, alasan “STD”-nya, saya juga manusia yang punya rasa..

jadi cinta itu tai? ga tau cukup mewakilkan atau tidak, tapi kebanyakan temen saya yang berhubungan dengan mencin, selalu berkata “tai” entah tai itu dibahasakan dengan mellow, dengan melankolis, dengan puitis, atau dengan jujurnya “TAI…!”, bahasa-bahasa tai itu tertulis menghiasi status YM, status Facebook, curhatan curhatan di sms, telpon, atau milist. bisa juga di blog, atau notes, seperti yang anda baca ini…

jadi cinta itu tai? lantas mengapa film-film itu bercerita tentang ke-tai an? mengapa novel, cerpen, dan puisi itu menulis tai? mengapa lagu-lagu itu menyanyikan ke-tai an? atau karena tai itu terasa indah karena cinta? karena lagu patah hati bisa menjadi indah, apa karena tai? mengapa mereka mengumbar ke-tai-tai-an yang ada dalam mencin? apa mereka tidak terpisahkan?

sialnya lagi, orang-orang pada bilang “kalo lu jatuh cinta mah, tai kotok juga bisa jadi cokelat” dan akhirnya bias lah semua ini, kabur lah semua ini, inikah tai rasa cokelat, atau tai yang kau ucapkan dengan lantang? “TAI..!!” atau mungkin tai itu cokelat? cuman karena patah hati, cokelat itu berasa seperti tai, bagaimana jika “kalo lu patah hati mah, cokelat juga bisa jadi tai?!?” cuman di luar, banyak orang yang berkata “TAI…!” dibanding berkata “COKELAT…!”

jadi cinta itu cokelat apa tai?


Jealousy does burn…

14 Mei, 2009

 On the day that you were born 

 The angels got together and decided 

 To create a dream comes true 

 So they sprinkled moondust in your hair 

 Of gold and starlight in your eyes of blue 

 That is why all the boys in town 

 Follow you all around 

 Just like me 

 They long to be 

 Close to you 

 yeah sometimes beauty killing me… 

 

 somehow i wish i could wish that only me could see your beauty, so no body wanting you, nobody adore you, no body obsessed with you. 

 is it is? or it’s just me to say? i don’t know… i’m just jealous! 

 jealousy that burns me…

 

ps: this post will be erased in 7 days… happy reading my curhat….


Be Positive thinker like a lover

11 Mei, 2009

Apakah kamu berpikiran positif? well, silahkan anda nilai sendiri, jika anda kebanyakan mengeluh dan yang dibahas yang jelek jeleknya aja, berarti anda kurang berpikiran positif

Susahkah memiliki pikiran positif? Easily said, hard to be done… ngomong mah gampang, tapi di lapangan ga tau deh, sudah diniatkan berpikir positif tapi tetep aja ngeluh dan yang dibicarakan yang jelek-jeleknya saja

Dan bagaimana cara berpikiran positif?

Kata pak Arifin, dalam seminarnya “Ummat Terbaik Hidup Berkah” caranya sederhana, fokuskan pikiran kamu ke hal positif, maka kamu akan lupa hal-hal negatif yang mungkin bisa merusak pikiran kamu.

Kemarin, minggu-minggu kemarin, aku ikut acara pernikahan kakak sepupuku. Adik dan kakak sepupuku juga pada ikut, Mereka membawa pacar mereka masing-masing, mamaku mungkin iseng nyeletuk “tuh, pacar sepupu-sepupumu cantik-cantik yah…” aku membatin, kok dimataku biasa saja yah? malamnya aku tanya adik-adikku, mereka bilang, “ya tergantung lah mas, namanya juga orang suka, ya pasti cantik buat dia” Yap…! Itulah relativisme, standar kecantikan itu berbeda untuk masing-masing individu, buat pasangannya mungkin dia yang paling cantik atau cakep dimatanya… dan pernahkan kamu berpikir, kenapa orang sedang jatuh cinta cenderung menganggap pasangan mereka  adalah yang paling cantik? Seperti lagu “dia” maliq & d’essential “dia melihatku apa adanya, seakan ku sempurna” idealnya tidak ada yang sempurna, namun kita bisa membuatnya seakan sempurna, dengan positifisme, dengan fokus kepada hal-hal positif dan melupakan hal negatif!

Sekali lagi tidak ada yang sempurna, barang ataupun manusia, namun ketika kita jatuh cinta, ketika kita memandang sosok orang yang kita cinta, orang itu akan kita pandang yang baik-baiknya saja, yang jeleknya mungkin tidak kita pandang atau mungkin kita lupakan… setuju? Orang yang sedang jatuh cinta pasti setuju. Biar kata orang dia jelek, ga perhatian, keras kepala, ga pengertian, ga perduli. Tapi kita akan membela setengah mati dan cenderung membalas dengan kata-kata tapi dia… (diteruskan dengan kalimat positif tentang dia) setuju? Meskipun pada kenyataannya dia memiliki kekurangan, tapi kita kadang tidak melihatnya, pura-pura tidak tau, atau mungkin tidak mau tau.. Itulah bukti, pada orang jatuh cinta orang tersebut selalu berpikiran positif terhadap pasangannya dan memandangnya “seakan sempurna”

Nah… kekuatan pola pikir inilah yang seharusnya bisa kita terapkan di kegiatan kita sehari-hari…

Ketika kita menghadapi pekerjaan yang sulit, kita bisa melihatnya sebagai tantangan, sebagai sesuatu ajang pembuktian diri anda. Dan masalah akan lebih ringan kita hadapi

Ketika kita berada pada tempat yang tidak kita senangi, kita bisa melihat apa-apa yang baik dari tempat itu dan melupakan keburukan, atau mungkin memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

mungkin juga ketika kita memiliki gagasan bagus, tentu tidak semua pendapat orang mendukung niat itu, ada yang bilang “aaahh… susahm ngapain?” atau “ga mungkin bisa”, dan “bakalan sia-sia usaha kamu” dan kita bisa menepisnya dengan “tapi kan…” (diteruskan dengan kalimat positive :-D )

We have the power to choose anyway, memilih untuk semangat, termotivasi dan bangga terhadap apa yang anda kerjakan? Atau mengeluh, malu, dan benci terhadap apa yang anda kerjakan? It’s up to you

Sekarang ngerti kan? kenapa orang sukses selalu mencintai pekerjaannya?.

Kenapa Orang bahagia adalah orang yang mencintai hidupnya?

And why we should be positive thinker like a lover

 

Terakhir, ada quotes bagus nih:

Mungkin ada sedikit alasan untuk  tersenyum dan ada ribuan alasan untuk marah, tapi jika anda memilih untuk mengingat alasan anda untuk tersenyum dan melupakan alasan anda untuk marah, anda akan tetap tersenyum


Kedisiplinan & kebiasaan

09 Mei, 2009

pre-post: feed link ke FaceBook untuk blog ini sudah saya remove, kenapa? well… ada beberapa hal yang tidak ingin saya expose secara langsung ke teman2 FaceBook, terkadang saya lebih comfort kalau beberapa postingan saya terdiskrit dalam blog ini, dengan alasan ini pula saya masih senang2 saja dengan reputasi blog ini yang dibawah biasa-biasa saja, dan comment yang cuman 0,1,2. karena saya masih bisa curhat tanpa banyak orang yang tau..

 

well.. to the main post!, akhir-akhir ini saya mencoba untuk menjadi disiplin, disiplin dan konsisten dalam melakukan segala sesuatunya, penerapannya saya mulai untuk merencanakan dengan detil apa-apa saja yang ingin saya kerjakan, disertai dengan timeline saya, yang saya simpan dalam program excel bajakan dan saya stick di quicklaunch di desktop laptop saya, dibantu dengan google gadget dimana saya bisa menuliskan rencana-rencana saya dan selalu muncul ketika laptop saya nyalakan, penerapannya lagi, saya berusaha menuliskan semua rencana saya di PDA saya yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk SMSan dan Telpon dan menyimpan catatan kecil saya. lebih sederhana lagi, saya mulai menggulung kabel laptop saya dengan lebih rapih setelah laptop saya yang sebelumnya sudah di tambal kabelnya 3 kali, mungkin karena menggulungnya sembarangan, dalam menyimpan peralatan tulispun lebih rapih karena saya beli tempat alat tulis tersendiri (meskipun kebiasaan saya menghilangkan pulpen tetap saja) tapi kali ini pulpen saya bisa bertahan kira2 sebulan, prestasi buat saya yang sebelumnya palingan seminggu sudah hilang. sholatpun terasa lebih khusyu karena saya berkomitmen untuk melafalkan surah2 solat dengan lebih merdu, tidak ada niat ria, namun senin kamis saya alhamdulillah sudah mulai teratur.

 

semua hal diatas adalah sebagian dari kedisiplinan pribadi saya yang sedang saya lakukan. ternyata hal itu semua tidak begitu sulit dilakukan, mungkin awalnya berat, berat dan terasa sia-sia, terasa malas dan berpikir “aaah… ga ngaruh” tapi ketika saya paksa dengan embel-embel komitmen, semua itu menjadi kebiasaan, dan ternyata tidak sesulit itu, tidak seseram itu dan tidak seberat itu… cobalah biasakan dan itu semua akan menjadi mudah, namun satu yang masih susah, disiplin untk tidur sebelum jam 12 malam, hal ini masih menjadi hal yang susah dilakukan… ada ide?


Sedikit rangsangan menulis…

09 Mei, 2009

entah kenapa, akhir-akhir ini tiba2 tidak ada ide niat untuk menulis, padahal insiprasi sering melintas, mungkin saya sudah lupa menulis, terakhir saya menulis adalah pada sebuah rubik di majalah AIESECly Yours, saya menulis yang juga melengkapi tugas saya sebagai Editor-In-Chief wannabe.

mungkin saya perlu sedikit merancau dalam sebuah postingan dalam blog saya, untuk sekedar rangsangan menulis, aha…! sekarang saja saya sudah tau ingin menulis apa, ternyata sebuah postingan  asal absurd ini cukup membantu :-D .

ya mungkin membantu untuk saya, tapi mungkin menggangu buat orang yang membaca tersasar di blog saya ini.

terimakasih telah sedikit meluangkan waktunya untuk membaca postingan tidak jelas ini…


bangun, berjalan, menghasilkan…!

22 Apr, 2009

3 bulan ini aku bernafas tapi tidak bangun…

bergerak tapi tidak berjalan….

berbuat tapi tidak menghasilkan…

 

setelah tulisan ini, saya bangun, berjalan dan menghasilkan…!

 

Denny to be Achiever…!


Entrepreneur Spirit

18 Feb, 2009

ENTREPRENEUR SPIRIT…

By: Denny Eko Prasetyo

Mungkin banyak diantara anda semua yang sebenernya ingin jadi entrepreneur, hanya kemudian mundur ketika anda mengetahui bahwa ternyata anda tidak memiliki modal yang cukup, bahwa ternyata anda tidak siap menanggung resikonya, atau bahwa ternyata anda merasa tidak memiliki relasi yang cukup kuat atau juga belum siap untuk keluar dari zona aman anda. Tapi benarkah semua disebutkan diatas benar-benar hal yang menjadi modal utama untuk menjadi seorang wirausaha? Itu saja tidak cukup! Ada sebuah modal dasar yang harus dimiliki oleh anda dalam memulai langkah berwirausaha, yaitu jiwa wirausaha atau entrepreneur spirit, mungkin dengan uang yang banyak dan relasi yang kuat anda bisa mendirikan sebuah perusahaan, namun tanpa jiwa wirausaha yang kuat usaha itu akan hancur secara perlahan-lahan dan akan menjadi sia-sia, jiwa wirausaha pula lah yang menjadi hal yang membedakan antara pengusaha dan investor, apabila pengusaha dapat mengembangkan modal investor hanya mampu menyetor modal mereka dan mendapat keuntungan dari investasi mereka, resiko pengusaha mungkin lebih besar, namun kesempatan untuk suksespun juga lebih besar untuk wirausaha.

Maybe there’s a lot of you that wants to be entrepreneur, but then steps back once you know that you don’t have enough money, that you not ready to take the risk, that you feel your relation is not strong enough, or even you don’t want to get out of your save zone? But is all things mentioned above really the things you need to be a true entrepreneur? Well thats not enough! There’s a basic thing you need to have for becoming a true entrepreneur, the thing is entrepreneur spirit! Maybe you can set-up your business, build a big office with your money, but without entrepreneur spirit, your business will close down, your office slowly will collapse. Entrepreneur spirit is also thing that makes Entrepreneur different with investor. While investor can only give their money to entrepreneur, the true entrepreneur can make investor’s money multiplied twice even more! Enough to paid investor’s investments also create a bigger profit! Maybe Entrepreneur risk is bigger than investor, but their chance to success also bigger.

Maka uang & relasi bukanlah suatu hambatan bagi seseorang untuk berwiraswata, karena modal dasar untuk menjadi pengusaha justru ada didalam diri anda masing-masing, hanya mungkin belum terasah atau anda yang menghambat atau bahkan mematikan potensi kewirausahaan anda sendiri.

so… Money or Relation is not an obstacle for entrepreneur! Because the basic things to be entrepreneur is in our self. If you can’t feel it or you think you don’t have it, maybe it’s just you who make your entrepreneur spirit fading or even turn it off, or maybe you don’t have eager to develop your entrepreneur spirit.

langkah awal anda untuk menjadi pengusaha adalah mengembangkan jiwa kewirausahaan yang ada pada diri anda masing-masing. Dan jiwa kewirausahaan tidak hanya boleh dikembangkan oleh pengusaha saja, mahasiswa, organisatoris, atau mungkin karyawan sekalipun bisa menjadi pengusaha dengan mengembangkan jiwa pengusaha di bidangnya masing-masing. Jiwa Kewirausahaan dapat diterapkan dalam diri anda tanpa melihat siapa anda dan apa bidang yang anda kerjakan. Dalam Jiwa Kewirausahaan terdapat sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang pengusaha diantaranya. Take action, see oportunity, open minded, great planning, eagerness to learn & develop.

First action step to be entrepreneur is to develop your Entrepreneur spirit that (maybe you don’t realize) it is there inside of you. The good news is, that you don’t have to be entrepreneur to have and develop this spirit. if your are student, employer, organization member or whoever you are able to light this spirit. This Entrepreneur spirit can be apllied in your life, no matter who you are and what is your activities. Inside of Entrepreneur Spirit there are lay down characteristic of entrepreneur, among them are: Take action, see oportunity, open minded, great planning, eagerness to learn & develop.

Take Action, Seorang pengusaha harus berani mengambil tindakan, apapun resikonya selama tindakan tersebut membuahkan hasil yang positiv, anda dapat menerapkannya dalam keseharian anda dengan memiliki inisiatif tinggi dalam bekerja, tidak menunda pekerjaan anda dan berinisiatif untuk mengerjakannya sebaik mungkin.

Take Action, an Entrepreneur have to take action, whatever it takes, how big is the risk, they will take it, as long as it’s positive. You can apply it in your daily activities by having high initiative to do, to work, to finish your task, by not postpone your task, by strive your task for excellence.

See Opportunity, seorang pengusaha harus bisa melihat permasalahan yang ada disekitarnya dan menjadikannya sebagai peluang usaha. Anda dapat menerapkannya di kesehariaan anda dengan menjadi seorang yang memanfaatkan apa yang anda miliki sebaik-baiknya, memaksimalkan waktu kerja anda tanpa sia-sia, memanfaatkan sumber daya apapun di sekitar anda dengan sebaiknya.

See Oportunity, an Entrepreneur have to see problem and recreate it to be business opportunity. You can apply it in your daily activities by maximize every source you have to create better and more result, by utilizing your time as best as it can, and use everything you have around you as efficient as it can.

Open Minded, seorang pengusaha harus terbuka pikirannya dalam aktivitasnya, mereka harus melihat dan menyikapi setiap perubahan yang ada dalam petak catur bisnis. Dalam kesehariaan anda, anda harus membuka pikiran anda untuk setiap perubahan yang ada didunia ini sepenjang itu positiv, anda pun harus membuka pikiran dalam bergaul, ini akan membuat anda supel dan memudahkan anda untuk memperbanyak teman yang kelak akan menjadi relasi bisnis anda.

Open Minded, an entrepreneur have to keep their mind open in every activities they do, they have face every little change that happen in business field, act, and respond it. In your daily activities you also have to keep your mind open. To process and respond every change in your environment as long as it’s positive. You also have to open mind in your relationship activities, this will make you sociable and make you easy to have more friend that maybe oneday they will be your business partner.

Great planning, Seorang pengusaha harus bisa merencanakan setiap tindakan bisnisnya agar semuanya teratur, berkembang dan menekan resiko bisnisnya, begitu pula bagi anda yang tidak berwirausahaa namun mempunyai jiwa wirausaha. Anda wajib memiliki sifat ini dalam keseharian anda, anda harus pandai merencanakan segala aktivitas anda, entah dalam kampus, kantor kerja atau meja organisasi.

Great Planning, an entrepreneur have to plan every decision and strategy of their business, to make it well plan, to develop their business and to decrease risk of their business. So have you! Even tough you are not entrepreneur, you have to plan in every activities you do. Whether in your office, university, school or your organization.

Eagerness to Learn. dalam kegiatan usaha tidak semuanya bisa berjalan lancar ada kalanya pengusaha mengalami kegagalan dalam bisnisnya, disinilah pengusaha harus bisa belajar dari kesalahannya dan mengambil hikmah untuk pengembangan dirinya.

Eagerness to Learn. Not every plan that entrepreneur’s plan works, failure is also part of it, but true entrepreneur learn from their mistake. And so for you… You have to find a meaning of every consequences of your choice, and learn from it learn and develop your self for the better you!

Meskipun anda belum menjadi pengusaha, namun apabila anda melakukan sifat-sifat yang berjiwa kewirausahaa maka anda akan menciptakan atmosfir pengusaha, dan atmosfir ini bisa menjadi magnet kesempatan-kesempatan bisnis dan menjadikan anda pengusaha secara konkrit. Dengan menunjukan yang terbaik dari dalam diri anda, maka anda akan menonjol dan anda akan memiliki nilai lebih diantara orang lain dan bukan tidak mungkin apabila suatu saat ada orang yang percaya pada anda dan meminta anda untuk bekerjasama dalam membantuk sebuah perusahaan.

Although you not (yet) an entrepreneur, but you can light the entrepreneur spirit on you. You can do what entrepreneur do! You can create an atmosphere of entrepreneur, and this atmosphere can be a magnet for you to attract business opportunity and creating you to be a real entrepreneur. by giving the best in you, striving for excellence, you can show you are prominent! You can show the added value in yourself among the others, and don’t surprise is someday (not so long) there is people who have faith on you, and ask you to corporate with them to create a big business…!

Ayo tunjukan jiwa wirausahamu… (DEP)

C’mon show your Entrepreneur Spirit!!! (DEP)