*Postingan ini seharusnya dipost beberapa hari yang lalu, karena ga ada internet aku tulis di word dan aku save, dan begonya aku lupa disave kemana, baru kemarin aku nemu di flashdisk adikku, here it is:
p
pemerintah: BBM akan kita naikkan..!
Masyarakat: (panik) aaaaaah aaaah aaaah…
Mbok Yu dipasar: wah kepriye kie, wis ah, rego tak mundaki, kandani wae nek bensine meh mundak (lha opo hubungane?) yo wis ngono lah! Pokoke mundak, spekulasi wae
pakde: leeee… kao kamu isi bensin tangkinya fullke wae yo!
Pabrik: wah, bensin mau naik, cepetan beli 2truk bensin, simpen digudang!
Pengecer: wah iki kie, bensin angel, tak mundaki wae regone… lumayan mbati hehehe
pemerintah: bensin benar-benar baik…!
Rakyat Miskin: kami kelaparan!! kami minta uang!
pemerintah: ini BLT buat kamu…!
Rakyat Miskin: —— senyap untuk sementara
Mahasiswa: turunkan SBY, kenaikan BBM menyengsarrakan rakyat…! [berdemo]
pemerintah: ini BLT buat kamu…!
Mahasiswa: bukan ini yang kita minta! tapi ya sudahlah kami terima BLTnya, tapi tetap turunkan harga BBM! [Back to Demo]
pengamat: hal ini hanya akan membuat bangsa kita jadi pengemis!
Pemerintah: saya terhina! Ini namanya Shodakoh!
Masyarakat: kartu BLT saya mana? Kok BLT saya disunat? Lho pak saipul kan orang kaya? Kok dapet BLT? Lho. Pak RW kok malah beli HP baru setelah dapet BLT?
pemerintah: welatalah! belum cukup toh? Trus maunya apa?
Kwik: pemerintah tidak perlu mengurangi subsidi, BBM itu bukan subsidi, tapi sudah menguntungkan pemerintah, harga pokoknya saja cuman 600/liter! Ini hitungan saya!
pemerintah: diam kamu! Tidak tau apa2, itu kan dulu, bukan sekarang
Pengusaha & Investor: kami sudah tidak kuat dengan harga BBM sekarang, kita akan PHK sebelum kita bangkrut
Pekerja: wakz…! gawat… terpaksa kita berdemo, turunkan harga BBM atau kamu diberi BLT juga!
pemerintah: aduhduhduh… ndasku mumet, eh btw pilrpes tahun depan gimana? Eh maksudnya, bagaimana cara men-sejahterakan rakyat sampe tahun depan?
Supir angkutan umum: kami minta BBM bersubsidi..! kalau tidak, akan kami naikkan tarif sepihak!
pemerintah pun saling membahas sesama pemerintah dan terjadi pembahasan:
pemerintah1: *oh iya ya, harusnya kita kasih mereka BBM bersubsidi, tapi gimana?*
pemerintah2: *dulu kan kita pernah bikin smart card? masak lupa?*
pemerintah3: *ah…! nanti dulu smart card-nya, orang kita kan suka yang meriah-meriah, munculkan saja alternatif BBM baru, BBM tenaga AIR…! kita kasih aja “Blue Energy”
kemudian merekapun sepakat:
pemerintah: INI DIA…! BLUE ENERGY…! “JENG JENG JENG…!’
Masyarakat: WHOAAAAAAA—- (terpana beberapa saat)
pemerintah: inilah kemenangan bangsa Indonesia…!
Masyarakat: hebaaat…! kapan jadinya?
pemerintah1: duuh, gimana nih jawabnya? (tanya pemerintah 1 kepada pemerintah lain)
pemerintah2: bilang aja ini perlu proses
pemerintah3: bilang aja pencetusnya hilang, mungkin diculik amerika
Lumpur Lapindo: AAAAAAAAAARRRGHHHH, Aku udah bosan meletup terus…!
Masyarakat: aku jadi gubrak!
Perasaan, sebelum pemerintah membahas kenaikan BBM pemerintah berniat mengurangi pemakaian BBM perhari dengan menggunakan SmartCard, kini dimana cara itu? Pemerintah juga bilang kenaikan tidak akan terjadi sebelum 2009? tapi yang terjadi?
Oke oke BBM memang harus naik, tapi kenapa masyarakat harus dibuat panik, sudah tau masyarakat Indonesia itu hobinya panik, masih aja dibuat panik, kalau memutuskan BBM, putuskan segera, jangan mengambang! Berikan tanggal yang jelas, disini terlihat ketidaktegasan pemerintah, kemudian kenapa setelah pemerintah memutuskan BBM naik pemerintah malah bingung, ini pertanda pemerintah tidak melakukan decision Feasibility. Atau studi kelayakan keputusan, kalau di kuliah saya ada yang namanya Business Feasibility Study, atau Studi Kelayakan Bisnis dimana bisnis itu dikalkulasi mengenai kelayakannya dan memperkirakan apa yang terjadi setelahnya. Sehingga ketika keputusan dibuat, pengusaha tidak bingung dengan pertanyaan “what to do next?” tapi langsung tek, tek, tek… to the point of plan.
Disini tidak terlihat rencana jelas pemerintah, kalau memang BBM harus naik, harusnya pemerintah terlebih dahulu menjaga dan mengantisipasi dampak dari keputusan tersebut, secara ekonomis, sudah tentu BBM naik samadengan tarif angkutan naik, sudah tau pasti akan ada Demo, sudah tau Pengusaha akan kesulitan dengan harga yang ditetapkan pemerintah, yang berakibat penghematan operasional, salah satunya PHK! Lantas kenapa pemerintah tidak langsung menetapkan tarif angkutan berbarengan dengan harga BBM, kenapa malah setelah BBM naik baru dipikirkan, dimana Plan dari keputusan ini? Harusnya sudah dihitung jauh sebelum BBM naik. Terhadap harga juga harusnya pemerintah sudah terlebih dahulu menetapkan batas atas harga untuk semua kebutuhan agar tidak terjadi kenaikan yang tidak terkendali. Dan itu dihitung sebelum BBM naik, dan ditetapkan ketika BBM, naik, soal Demo ssudah pasti itu! Itu kan tindakan reaktif mahasiswa, harusnya pemerintah sudah mempersiapkan segalanya, termasuk penjelasan dan pengamanan! Bukannya memberi aksi yang lebih reaktif dengan memberikan BLT mahasiwa, itu tindakan reaktif counter-attack yang kurang cerdas, Mahasiswa tentu saja akan berdemo tambah parah dan menganggap itu sebagai sogokan…! Pemerintah tidak bisa menjadi pemimpin! Ini bukan soal kenaikan harga BBM, tapi cara memimpin pemerintah yang salah pada negeri ini!
Soal Blue Energy, saya tidak mau komentar, saya juga tidak menyamakan ini dengan kasus harta karun dan kasus bayi jejadian pada pemerintahan sebelumnya.
Pemerintah bertindak dulu baru berpikir, seperti menimpuk singa, tanpa tau habis itu mau ngapain, mau lari, mau bertahan, mau membujuk singa itu biar ga marah, atau pasrah dimakan singa. Pemerintah sangat tidak terencana dalam memberi keputusan ini, konklusi saya adalah:
- pemerintah memang tidak punya Planning skill yang jelas
- pemerintah mendapat tekanan dari luar sehingga memutuskan tanpa rencana
- pemerintah emang ga punya rencana sama sekali
- pemerintah tau itu akan terjadi tapi tetep aja ndablek!
Saya tak mau komentar dan ambil pusing ah… cuman pingin nulis blog :-p yang mau komentar silahkan dibawah