pindahan….

24 Feb, 2010

blog ini suspend…. sudah pindah ke sini


semarangku…

27 Nov, 2009

Kembali pada 5 tahun yang lalu, tahun 2004 awal, dimana aku akan memilih tempat untuk kuliah, aku lagi galau, trust me! Aku ga tau kenapa aku ga begitu bisa ingat apa aku pikirkan dan apa yang aku kerjakan, rasanya tiba-tiba sudah ada di Semarang, yang aku ingat ketika itu adalah ada pertanyaan “mau kuliah dimana?” dan aku menjawab “terserah asal yang berhubungan sama bisnis” memang cita-citaku dari SMP untuk menjadi seorang pengusaha.

Kembali ke 8 atau 9 tahun yang lalu, ketika itu aku masih di bandung. Beberapa kali kali keluarga kami kalau mudik biasanya ke JawaTengah, kalo ga di Semarang, Magelang, atau klaten. Ketika mudik selalu aku mengeluh, tidak pada magelang, karena ketika itu alam disana masih asik, tidak seperti sekarang dimana bekas rumah nenekku dulu yang depan kanan belakang adalah sawah, sekarang semuanya perumahan, tidak juga pada klaten, tapi pada semarang! Hahaha… karena panas! Karena kotanya aneh, ga asik!

Kembali lagi ke 5 tahun yang lalu, aku juga tidak habis pikir kenapa muncul nama UNDIP. Ketika itu cuekku luar biasa, dan “terserah lah mau dimana” dan sekarang tolong siapa saja ingatkan aku mengapa memilih UNDIP menejemen sebagain pilihan pertamaku! Dan aku keterima dan hadirlah aku di kota ini. sekali lagi tolong kembalikan ingatan saya mengapa saya stuck hingga selama ini di Semarang… karena seingat saya dulu saya ingin cepat-cepat meninggalkan kota ini, semuanya terjadi begitu cepat, seperti baru benar-benar kemarin saya kuliah perdana di kampus UNDIP dan ketika itu saya semangat ingin menyelesaikannya dan cepat-cepat ingin pergi dari sini.

Lama berselang dari  5 tahun yang lalu aku mulai mengenal kota ini, mendapat teman, kemudian kehilangan teman, mendapat cinta kemudian kehilangan cinta, memupuk harapan kemudian mengguburnya dalam-dalam, membangun cita-cita kemudian tidak sengaja menyenggol dan meruntuhkannya. Dan bertanya, apa yang bisa aku banggakan dari kota ini? kebijaksanaan entah darimana akhirnya bisa menjawab pertanyaan itu, dan menjadi bangga dan cinta sama semarang. Hingga menjawab pertanyaan dari seseorang “apa sih kak yang bisa aku banggakan dari kota semarang” semuanya begitu cepat terjadi hingga aku tidak tau mana yang benar.

Setelah 5 tahun yang lalu pun aku sering main ke kota lain, jogja, pulang ke bandung, kembali ke Surabaya ketika ayahku ditugaskan disana, dan pulang ke Malang ketika ayahku memutuskan untuk pensiun disana, pada akhirnya kembali ke Semarang hari pertama rasanya seperti neraka, sementara hari selanjutnya neraka itu menjadi biasa dan menjadi bumi lagi. Setelah itupun teman-teman dari berbagai kota itu main ke Semarang dan aku menjadi tour guide yang seolah akulah penghuni kota ini, ketika mereka bertanya “betah amat lu disini” berbagai jawaban counter bisa aku balas ke mereka. Tapi sebenarnya aku sendiri iri sama mereka, apa karena pepatah “rumput tetangga selalu lebih hijau”?

3 tahun dari 5 tahun yang lalu aku mendapati diriku pada perubahan puncaknya, kalau boleh nilai disitu puncak diriku, me at my very best? Tapi sialnya kata puncak itu membunuh karena setelah puncak kamu akan menemui lembah, dan aku jatuh ke lembah itu, hingga merangkak naik lagi dan tidak tau aku berada dimana sekarang, nasib itu tulisannya sejelek tulisanku sehingga aku tidak bisa membacanya dengan jelas mau dimana aku ini dibawa. Rasanya seperti ada yang lebih baik dan juga banyak yang lebih buruk. Komunitas demi komunitas aku temui, aku cengkrama-I aku transisikan, dan sepertinya aku telah mengenal mereka dengan baik, teman mana yang lama dan membekas dan yang mana yang masih ada disini. Mungkin karena aku mungkin karena mereka. Tapi aku merasa tau nama mereka dan mereka menyapaku, tapi kita tidak tau siapa itu siapa dan ada apanya apa.

5 tahun lalu aku tidak berpikir untuk bisa sekeras ini dalam membentuk hidup. Juga tidak berpikir untuk sedewasa ini dalam menjalaninya. Setelah 5 tahun lalu pun aku tidak menyangka pikiran ini terbuka selebar ini, dan mengetahui terlalu banyak hal, hingga hal yang tidak perlu dan tidak mau aku tau sekalipun, rasanya lebih baik tidak tau saja, atau bersikap “tidak mau tau” dan membodohi diri? Atau menjadi naïf saja sekalian? Tapi aku belajar, belajar dari kesalahan dan menyebutnya pengalaman, tapi, ada yang bilang bahwa pengalaman adalah pembenaran atas kesalahan kita? Jadi aku menjadi naïf sekarang? Atau sok bijak?

5 tahun semuanya berjalan begitu cepat, terlalu cepat hingga sepertinya aku tidak kemana-mana… atau aku yang tidak bersyukur? Demikian, rasanya aku tidak mau kembali ke 5 tahun yang lalu dan menampar tanganku atas pilihannya yang mencontreng universitas di kota Semarang dan memilih tempat yang akan menjadi neraka lain, karena kesalahan ini terlalu benar untuk disalahkan, kekacauan ini terlalu rapih untuk disebut kacau. Kekecewaan ini terlalu menyenangkan untuk dikecewakan. Dan 5 tahun dari 5 tahun yang lalu saya banyak belajar, bercermin, merenungi dari apa yang terjadi pada 5 tahun yang lalu, semoga ini bukan sebuah pembenaran.


The Batak

09 Okt, 2009

Pre-post

Ide untuk membuat tulisan-tulisan scrap di laptop dan PDA-ku ternyata merupakan ide brillian yang bsia mengalihkan pikiran-pikiran negatifku, sekarang aku punya kegiatan baru, ketika rasa jengah, rasa suntuk, rasa kecewa datang ke aku, sebelumnya yang kulakukan adalah menyalakan Ipod dan mendengarkan lagu Jazzm sekarang kegiatan itu ditambah dengan aku menulis jurnal pribadi, sangat personal, seperti menulis diary, namun kali ini agak berbeda, laptop aku buka, aplikasi word bajakan aku nyalakan, dan aku mulai menulis ocehan-ocehan dikepalaku apapun itu, seliar dan sebinal apapun itu, tidak tersusun, tidak ter gramatisasi, tidak terstruktur, dan persetan dengan Ejaan Yang Disempurnakan… yang kulakukan adalah menulis apa yang ada dikepala, tanpa dicerna, dadakan saja. Dan baru sehari ternyata aku sudah membuat 4 entry jurnal, total sekitar 15 halaman normal di file .doc A4 dengan font standart. Dan hal ini ternyata bisa memberi stimulasi rangsangan untuk menulis, hasilnya postingan ini. Alhamdulillah aku memilki PDA, jadi tanpa laptop aku bisa menuslis scrap journalku dimana saja,,, Aku sekarang mulai senang menulis lagi… here I come!

The Batakers…

Saya tinggal di Semarang ini adalah karena kebaikan dari teman-teman komunikasi undip yang membiarkan saya ikut bersemayam di sebuak kontrakan di daerah Kertanegara. Dan ditempat saya tinggal, tepat didepan Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestant) alhasil, kegiatan mereka bisa saya pantau tanpa halangan ketika saya nangkring di balkon kontrakan oreny itu, misaa pagi, misa malam, pernikahan, kegiatan keagamaan lainnya.

Saya tidak mau menulis banyak soal Batak dan budayanya, karena memang saya tidak tau dan tidak mau disebut sok tau, saya punya banyak teman batak, dari batak yang keras sesuai imej standart orang lain terhadap batak yang punya pribadi yang keras-keras, sampe batak yang lembut, malah kata orang-orang lebay, ahahaha. Namun satu hal yang saya perhatikan disini adalah. Betapa orang batak itu sangat cinta sama tanah mereka, mungkin mereka adalah orang-orang perantauan, dan sepengetahuan saya (CMIIM) orang batak, padang, medan, itu adalah suku-suku yang memang hobi merantau, dan vice versa, orang jawa pun kadang ada yang senang merantau ke tanah sumatera dan Kalimantan. Namun secara umum mereka yang saya sebut diatas (batak, padang, medan, cina) itu terkenal dengan perantaun mereka.

Sebelumnya, postingan ini no flaming yah, no sara, hanya mencoba mengangkat sisi terang dari salah satu suku dari keragaman negaran ini, I’m no batak anyway :D

Oke, balik lagi, kegiatan di gereja depan kontrakan oreny ini sering banget anak muda genjreng-genjreng gitaran di pelataran gereja, dan mereka bernyanyi dengan lagu-lagu yang aku tidak mengerti artinya, cuman bisa saya tarik garis merahnya, seperti lagu-lagu yang membanggakan tanah batak, menceritakan tentang tanah batak, mungkin kalo mereka nyanyi make bahasa keren bisa gini kali yah “ALL HAIL BATAK” hehehe… satu hal yang aku perhatikan, mereka anak-anak muda, yang mungkin bisa memilih untuk bergaul di club atau di tempat nongkrong asik lainnya mungkin. Tapi mereka memilih bernyanyi dengan lagu tanah mereka, disini aku melihat ada pemelihataan budaya yang baik sekali, yang jarang aku lihat di suku-suku lainnya, ini yang kita kurang terapkan di budaya-budaya lainnya, saya tidak berusaha mempersaingkan antara satu dan lainnya. We are one!

Orang batak ini menjaga budaya-budaya tanah mereka, paling tidak, at least, dengan tidak malu mendendangkan lagu daerah mereka, tidak malu… kebanggan hal dan kegiatan yang kurang saya lihat di suku dan budaya lainnya, sekali lagi, no flaming, tidak bermaksud menunjukan siapa yang lebih baik dari siapa. Namun untuk mem-panuti sesuatu harus dengan sesuatu yang baik bukan? Bukan berarti lebih baik dari, namun hal baik ini sebaiknya ditiru… most of our people are not proud YET to speak ourself, termasuk saya mungkin dengan menggunakan bahasa inggris barusan :-p

kalau begini terang aja budaya kita banyak dicuri, mungkin kita ga akan sebangga ini menggunakan batik setelah batik ramai di klaim Negara tetangga dan terakhir2 ini ada hari batik nasional dan menjadi hari batik sedunia, semuanya jadi pada bangga. Yeah, kita semua kadang baru merasa memiliki setelah mulai merasa kehilangan, like I did with she L… but hell with that! Back to the topic. Langkah pertama untuk bangga adalah rasa memiliki, dan tidak hanya merasa, tapi aplikasinya juga, saya bicara soal idealism, jadinya saya sendiri juga belum sebegitunya. Masih di bab niat :-p

Orang-orang batak ini juga memiliki persaudaraan yang cukup kental, terlihat dari komunitas mereka dan kegiatan komunitas mereka di pelataran gereja yang sedang gue perhatikan sekarang. Meski tidak semua seperti itu, teman2 saya dikampus juga banyak yang batak dan banyak juga yang individualis, mungkin karena sudah bergaul di ibu kota? Atau sudah bercampur dengan budaya lainnya, bersama keragaman budaya Negara ini.

To the conclusion ada satu sisi terang yang harus kita pelajari dari orang-orang batak ini, yaitu rasa memiliki, aplikasi dari rasa memiliki itu sendiri, dan akhirnya kebanggaan atas budaya itu, dan otomatis kalau sudah seperti itu, rasa menjaga budaya itu sudah pasti terjadi, dan pencurian budaya mungkin tidak se-santer ini… mari memulai!


Aku ingin…

02 Okt, 2009
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatimu
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Satu lagu, satu pencipta lagu, terdapat 2 aransemen yang saya ketahui, musisi jazz favorite saya, Indra Lesmana, musisi idealis yang nampol, dalam aransemen pertama, kurang jazzy, tapi tetap berdenyut Jazz,
dimata saya lagu ini bercerita tentang seorang (seorang disini berarti adalah orang lain yang diluar dirinya sendiri) memiliki pola pikir diluar dunianya, diluar orang sekelilingnya, berbeda liar dan unacceptable,
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
penuh ambisi, penuh dengan impian dan cita-cita, once I’ve heard semakin besar target dan ambisi kita, semakin mudah kita kecewa, jadi kecewa??? Let’s see the Brightside, disappointed means you have a high dream to catch. Jadi kecewa? Ya, semua orang yang berambisi dia akan kecewa, karena ambisinya besar! Bit of more than you could chew. This part motivates me when I’m down… orang-orang besar itu mereka kuat bukan karena mereka tidak pernah kecewa, tapi bagaimana mereka bangkit dari kecewa itu, atau mungkin membuat kekecewaan itu menjadi kekuatan?
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Mungkin saking liarnya isi jiwanya, dia sendiri seakan tidak mengerti apa itu, dia mencipta lagu curahan sgala resah, seorang yang mencurahkan segala yang dia rasa dalam sebuah lagu, terdengar negative namun sebenarnya positif jika kita lihat dari sudup pandang yang sedikit berbeda, menurut aku orang ini musisi, dia mengaliran keresahannya dalam sebuah lagu. Mengkonversi kebenciannya, ketidak mengertiannya menjadi sebuah lagu, menjadi sebuah produk positif, sebuah lagu yang akhirnya sering saya dengar… over-and-over again… lagu ini punya soul, yang melegakan, meski sendu tapi penghias sendu…
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Told ya, this man is full of hopes, penuh dengan harapan dan angan, he want to share to the world, but I guess this man is a lone man, penyendiri
Kau coba menyendiri dan membisu
Tapi mimpinya dunia, angannya luar biasa, hanya aku menemukan sensasi kehampaan dan kegalauan, kata “ingin” berarti belum,
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Ingin bebas lepas berarti belum bebas dan lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Ingin merasa bahagia berarti belum bahagia?
Tapi bebas, bahagia, itu subjektif, sangat tergantung subjeknya, kebahagian itu relatif, se absurd dan seabstrak kebebasan… jadi kalimat negatif disini buat saya adalah denyutan manusiawi yang pasti pernah tidak bahagia dan pernah merasa terkekang, but that’s process you’ll see it worth when you look back upon your succeed, it’ll be a bliss sweet memory…
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Tiada yang bisa mengerti karena it’s about he and his head, dan orang-orang seperti ini bisa satu, sejuta. Tiada yang bisa mengerti & He keep it at his heart, make it an abstract story, maybe untold story, sebuah cerita dari penyendiri yang asik dengan dirinya, asik dengan memori impian dan ceritanya, some genius does this, to explore their complicated mind, ada yang bilang jangan terlalu idealis dan jangan terlalu filusuf… but somehow orang seperti ini menikmati kala-kala ini, mulutnya mungkin menyampah, pikirannya mungkin galau, tapi pikirannya bebas bahagia di fase-fase seperti ini, bahagia yang mungkin tersembunyi dalam kegalauan…
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatiku
Terkadang ku sendiri tak mengerti
Begitu mudah daku kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanku tak terpenuhi
Ku coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwaku
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan ku ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganku
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti

Sejuknya hembus angin

Telah redakan

Segala amarah dalam hatimu

Terkadang kau sendiri tak mengerti

Begitu mudah engkau kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanmu tak terpenuhi

Kau coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwamu

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah

Dan kau ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganmu

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli

Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti


Satu lagu, satu pencipta lagu, terdapat 2 aransemen yang saya ketahui, musisi jazz favorite saya, Indra Lesmana, musisi idealis yang nampol, dalam aransemen pertama, kurang jazzy, tapi tetap berdenyut Jazz,

dimata saya lagu ini bercerita tentang seorang (seorang disini berarti adalah orang lain yang diluar dirinya sendiri) memiliki pola pikir diluar dunianya, diluar orang sekelilingnya, berbeda liar dan unacceptable,

Terkadang kau sendiri tak mengerti

Begitu mudah engkau kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanmu tak terpenuhi

penuh ambisi, penuh dengan impian dan cita-cita, once I’ve heard semakin besar target dan ambisi kita, semakin mudah kita kecewa, jadi kecewa??? Let’s see the Brightside, disappointed means you have a high dream to catch. Jadi kecewa? Ya, semua orang yang berambisi dia akan kecewa, karena ambisinya besar! Bit of more than you could chew. This part motivates me when I’m down… orang-orang besar itu mereka kuat bukan karena mereka tidak pernah kecewa, tapi bagaimana mereka bangkit dari kecewa itu, atau mungkin membuat kekecewaan itu menjadi kekuatan?

Kau coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwamu

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah

Mungkin saking liarnya isi jiwanya, dia sendiri seakan tidak mengerti apa itu, dia mencipta lagu curahan sgala resah, seorang yang mencurahkan segala yang dia rasa dalam sebuah lagu, terdengar negative namun sebenarnya positif jika kita lihat dari sudup pandang yang sedikit berbeda, menurut aku orang ini musisi, dia mengaliran keresahannya dalam sebuah lagu. Mengkonversi kebenciannya, ketidak mengertiannya menjadi sebuah lagu, menjadi sebuah produk positif, sebuah lagu yang akhirnya sering saya dengar… over-and-over again… lagu ini punya soul, yang melegakan, meski sendu tapi penghias sendu…

Dan kau ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganmu

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli

Told ya, this man is full of hopes, penuh dengan harapan dan angan, he want to share to the world, but I guess this man is a lone man, penyendiri

Kau coba menyendiri dan membisu

Tapi mimpinya dunia, angannya luar biasa, hanya aku menemukan sensasi kehampaan dan kegalauan, kata “ingin” berarti belum,

Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Ingin bebas lepas berarti belum bebas dan lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Ingin merasa bahagia berarti belum bahagia?

Tapi bebas, bahagia, itu subjektif, sangat tergantung subjeknya, kebahagian itu relatif, se absurd dan seabstrak kebebasan… jadi kalimat negatif disini buat saya adalah denyutan manusiawi yang pasti pernah tidak bahagia dan pernah merasa terkekang, but that’s process you’ll see it worth when you look back upon your succeed, it’ll be a bliss sweet memory…

Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti

Tiada yang bisa mengerti karena it’s about he and his head, dan orang-orang seperti ini bisa satu, sejuta. Tiada yang bisa mengerti & He keep it at his heart, make it an abstract story, maybe untold story, sebuah cerita dari penyendiri yang asik dengan dirinya, asik dengan memori impian dan ceritanya, some genius does this, to explore their complicated mind, ada yang bilang jangan terlalu idealis dan jangan terlalu filusuf… but somehow orang seperti ini menikmati kala-kala ini, mulutnya mungkin menyampah, pikirannya mungkin galau, tapi pikirannya bebas bahagia di fase-fase seperti ini, bahagia yang mungkin tersembunyi dalam kegalauan…

satu yang cukup unik, di aransemen kedua ini, lebih terasa jazz-nya smoooooth jazz… i love this version, dan apa yang membedakan dari lirik aransemen kedua ini? perhatikan liriknya, perbedaanya hanya seutas rambut…

Sejuknya hembus angin

Telah redakan

Segala amarah dalam hatiku


Terkadang ku sendiri tak mengerti

Begitu mudah daku kecewa

Oh..dan ini seringkali terjadi

setiap harapanku tak terpenuhi


Ku coba menyendiri dan membisu

Tuk memahami isi jiwaku

Lalu tercipta sebuah lagu merdu

Tempat curahan segala resah


Dan ku ceritakan pada dunia

Oh..tentang harapan dan angan-anganku


Oh..aku ingin dapat bebas lepas

Aku ingin senantiasa merasa bahagia

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang peduli


Oh..aku ingin dapat mengungkapkan

Segala yang kurasakan dalam hati ini

Aku ingin dapat terbang jauh

Bila tiada yang mengerti

yap….! lirik kau diganti dengan ku, dan dia, mengakui kalau itu adalah dirinya, bahwa itu adalah alam pikiran pengalamannya, ungkapan hatinya, ungkapan hati dari seorang musisi jenius yang menciptakan one of his masterpiece song… great! one of my playlist wajib…!


cigar strikes back!

02 Okt, 2009

2 choices for this second, wake up! Drag a cigar and lit up, as you lit your spirit, or get back to sleep like an asshole, which is better? The nicotine strikes back! Damn! Pagi ini aku bener-bener berharap hari itu tidak pernah ada, rasanya seperti bangun dan berjalan menuai apa yang kamu tanam, apa yang kamu sangka jika yang kamu tanam itu baik namun teracuni dan berbuah tidak sebaik yang kamu pikirkan? Jauh tidak baik, dan tanggung jawab? Siapa yang tanggung jawab? Who the F that should bear this F situation? Who the man behind this? Saya, gue, aing, urang! Dan pagi itu rasanya aku pingin jadi orang yang tidak bertanggung jawab? Ingin?!?!? YOU ARE IRRESPONSIBLE DENNY! Indeed I’m irresponsible, and I hate that! So, is that a proper reason to me to hate myself? Ok! Let’s do hate myself, pull the cigar and lit it up, as you hope it burns your spirit, or maybe your life, YFL!
In some situation I wish I weren’t here… lie! Maybe each single day! Hal yang paling tidak bertanggung jawab yang pernah saya tuduhkan adalah lari dari kehidupan, and some situation I shallowed my own Fking spit, hina! Tapi biarlah, toh aku memang hina, siapa yang sok suci disini? We were life to die, we not sooner? Is everything that sooner also going to be better? IDK! IDFWK!!! Apa yang saat ini aku pingin tau, aku tidak pingin tau dan aku tidak ingin ada disini, is that irresponsible enough??? F.U.C.K! I struck!!!!!! Bicth! Rasanya kaya pingin teriak, ingin ada yang mendengarkan, but who seems to know as seems to care? Who does? WFDC? My cigar does… he told me, it’s our best friend denny, a kind of us is someone who really need someone who can bear our problem, and be there exactly when we need, and who can replace this hard responsible beside our lovely cigar, when it came to you, you simple drag it out and lit it, it may we say she, so she is there, you burn it, you enjoy it, she accept it, such a beautiful acceptation and everybody gets happy… let falter into cigar, it even more fking simpler, not just simpler, it’s also better then to fall in love, so what could be better then fall in love with cigar? It’s angels in heaven do when angels not home, because they in heaven, they doesn’t help you, maybe they helping you trough the things that going through your vein and burn you from there, bringing all the rest thing you got up to your brain and vein maybe along with your spirit, who does care? Who really wanna care? Nobody except it, so pull it, burn it, enjoy…! What else can relieve?
But yet, we live to die… and if we die trying it is also like trying to die, and you know, you are living like a human coz in the end, we are die trying to live to die. So… we have to keep on live… so we’ll die properly like human being


permintaan maaf itu…

20 Sep, 2009

semoga puluhan, ratusan sms, wall, comment, tweet yang berseliweran bukan hanya formalitas momentum saja… permintaan maaf ini akan terasa lebih indah meski diluar hari suci ini kalo lebih ikhlas dan tidak hanya sembarang minta maaf masal yang berjamaah

Entah berapa puluh sms yang masuk keluar dari hp ini dimalam itu, aku heran, betapa gampang orang2 ini mengikuti keseragaman dan momentum dari sesuatu, ya mungkin juga  budaya, rutinitas atau ritual? tiba-tiba ketulusan menjadi tandatanya, apa benar minta maafnya itu benaran? Atau cuma abal abalan mengikuti kebiasaan? Mungkin merasa keharusan karena momentum lebaran? Well… Hanya kamu dan tuhanmu yang tau.

Minta maaf dan memaafkan itu personal… Karena kesalahan kamu dan nas-nas selain kamu itu bersifat pribadi.. Tuhan juga tidak memaafkan kesalahanmu sampai sesama nas itu memaafkan kesalahannya…. Jadi apakah template sms indah bisa memaafkan kesalahan nas itu? Memaafkan dan meminta maaf itu perlu proses ikhlas… Dan kalau mau ‘tidak formal’ itu perlu proses… Orang berantem tonjok2an aja perlu waktu untuk meredam ego masing2 lalu kembali bersalaman… Ada juga cerita balad yang menyiratkan, paku yang melubangi kayu mungkin bisa diambil (pakunya) tapi luka
yang disebakan paku pada kayu tidak bisa secepat itu hilang, mungkin lobang itu akan selamanya disana…
Lalu bisakah dengan sms standart yang nadanya seragam bisa menghapus itu semua? Ya… Tingkat keikhlasan orang mungkin beda-beda ada saja mungkin orang yang suci mengikhlaskan secara instan kesalahan-kesalahan itu… Tapi mungkin banyak orang lain yang tidak sesuci itu… Dan saya akan menggolongkan diri kedalam orang-orang yang tidak suci itu… Saya berusaha relieve tidak naïve… Saya perlu waktu dalam ikhlas… Karena ternyata hati ini tidak setingkat itu… Pun saya selalu berdoa agar terus bisa ikhlas, terus bisa tulus… Bibir saya tentu selalu berucap maaf dan melempar maaf… Namun tingkat ke sinkronan dengan hati ini tidak semulus itu… Ucapan maaf dan penerimaan maaf itulah yang menjadi ikhtiar pertama dalam usaha pengikhlasan saya… Karena saya manusia yang menggolongkan diri biasa dalam ceritera ini jadi saya tidak bisa ‘ujug-ujug’ mengikhlaskan ceritera-ceritera yang diperbuat oleh nas-nas lain yang kurang bisa saya terima dengan baik, sehingga
menyisakan sesuatu yang tidak baik dalam hati yang belum tentu baik…

Mungkin peninggalan yang tidak baik yang ditinggalkan nas lain di hati ini tidak sebanding dengan peninggalan kotor saya di hati nas orang lain… Sehingga membuat saya tidak punya alasan untuk tidak menerima permintaan maaf dari nas lain karena secara matematis saya merasa lebih banyak mengotori dibanding dikotori…
Tapi kembali lagi… Tidak semuanya bisa ujug-ujug murni ikhlas, karena saya nas biasa… Hanya yang pasti saya berusaha ikhlas, dengan kadar terendah hingga kadar yang insyaAllah nyaris sempurna…


berseri dalam memori

18 Sep, 2009

aku sudah bilang “andaikan saja ini semudah menghapus hardisk” ternyata tidak semudah itu, sudah kubilang juga dalam pikirku “suatu yang indah ada bukan untuk dilupakan, tapi untuk dikenang”, kadang aku tak mengerti, ceritera seindah ini kok Ingin diingkari, ingin di tiri disimpan dikiri dan disisikan dalam hati. kadang satu keadaan yang lebih realistis memaksa kita untuk membuat suatu yang terasa benar menjadi tidak benar, dan membuat suatu yang nyaman seakan tidak nyaman, sehingga membisu,buta,tulikan suatu yang ingin dilakukan menjadi enggan dilakukan, terkadang gengsi berbicara menahan, atau si realistis mencoba ambil kendali, sehingga aplikasi lirik lagu grup musik balad ceria yang terdengar naif dan jujur polos itu seperti susah dilakukan, katanya “do what you wanna do, say what you wanna say don’t be afraid” so what’s scare you? Prestige!? Reality!? Kadang lucu, mem-faktai keadaan yang ambigu, sehingga kamu harus mengambil konklusi sendiri? Seperti anomali paradox dari penjual beras ketan yang kelaparan… Ya, sama anehnya dengan ahli komunikasi yang tak bisa berkata “mari”, akhirnya konklusi diri pun berinisiatif sendiri…

Hey, mengapa tak ada yang menegurku kalau aku berliku, kembali ke tadi, memori memang sisi dikenang, tidak untuk dibuang. Mungkin lebih mudah mencari jam genggam yang hilang digelang, meski tampak basi, aku bisa melihat seri yang sembunyi dan rapi kau simpan dalam hati, sehingga kau sembunyikan sisi seri dari sikapmu dan kau hilangkan jam penggirang itu, si perfeksionis geulis yang kehilangan kesempurnaanya, sama si pelupa ini yang suka lupa kalau dia pelupa kala mengingat cerita bahagia itu. Setiap jengkal kota banjir ini ada saja yang bisa kuceriterakan, memori indah memang untuk diceriterakan, beberapanya mungkin telah dan akan aku ceriterakan disini, dalam bentuk cerpen mungkin, tulisan acak mungkin, dan mungkin menjadi suatu yang terdengar indah untuk dibaca, biarlah terbaca abstrak karena naskah aslinya biar si mpunya blog dan Tuhannya yang paling mengerti. Seperti bajay, yang hanya mpunya bajay dan Tuhan yang tau kemana dia berliku…
Memori indah juga tidak bisa menjadi sampah, se sumpah serampah apapun kamu sumpahi itu akan tetap indah, kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri, kadang aku juga bingung, betapa hobinya orang-orang itu membohongi dan menyiksa diri mengingkari yang baik itu, seperti aku bingung, mengapa pula aku melakukannya…
Jadi ceritera indah akan tetap indah, yang membuatnya tidak indah adalah sudut pandangnya, dan sedikit realita, realita bisa membungkam kenyataan dihati, paradox memang tapi itu yang terjadi. Ceritera indah memang indah, meski terpentok realistik yang membuat harus kau ingkari keindahan itu dan kau simpan sendiri dalam hati, tapi dia tetap indah tak teringkari.. Sehingga di dalam hati ini, aku buat ceritera indah ini berseri-seri dan aku tokoh utama yang selalu menang, dan mungkin kubawa dalam mimpi, dan aku menari berseri di sisi mimpi ini.
Ceritera memori Indah selalu indah, jangan diingkari…

Hey, mengapa tak ada yang menegurku kalau aku berliku, kembali ke tadi, memori memang sisi dikenang, tidak untuk dibuang. Mungkin lebih mudah mencari jam genggam yang hilang digelang, meski tampak basi, aku bisa melihat seri yang sembunyi dan rapi kau simpan dalam hati, sehingga kau sembunyikan sisi seri dari sikapmu dan kau hilangkan jam penggirang itu, si perfeksionis geulis yang kehilangan kesempurnaanya, sama si pelupa ini yang suka lupa kalau dia pelupa kala mengingat cerita bahagia itu. Setiap jengkal kota banjir ini ada saja yang bisa kuceriterakan, memori indah memang untuk diceriterakan, beberapanya mungkin telah dan akan aku ceriterakan disini, dalam bentuk cerpen mungkin, tulisan acak mungkin, dan mungkin menjadi suatu yang terdengar indah untuk dibaca, biarlah terbaca abstrak karena naskah aslinya biar si mpunya blog dan Tuhannya yang paling mengerti. Seperti bajay, yang hanya mpunya bajay dan Tuhan yang tau kemana dia berliku…

Memori indah juga tidak bisa menjadi sampah, se sumpah serampah apapun kamu sumpahi itu akan tetap indah, kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri, kadang aku juga bingung, betapa hobinya orang-orang itu membohongi dan menyiksa diri mengingkari yang baik itu, seperti aku bingung, mengapa pula aku melakukannya…

Jadi ceritera indah akan tetap indah, yang membuatnya tidak indah adalah sudut pandangnya, dan sedikit realita, realita bisa membungkam kenyataan dihati, paradox memang tapi itu yang terjadi. Ceritera indah memang indah, meski terpentok realistik yang membuat harus kau ingkari keindahan itu dan kau simpan sendiri dalam hati, tapi dia tetap indah tak teringkari.. Sehingga di dalam hati ini, aku buat ceritera indah ini berseri-seri dan aku tokoh utama yang selalu menang, dan mungkin kubawa dalam mimpi, dan aku menari berseri di sisi mimpi ini.

Ceritera memori Indah selalu indah, jangan diingkari…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.